TEKAB 308 Sang Reserse Petarung, Serigala Pemburu di Rimba Raya Kejahatan

Kompol Harto Agung Cahyono (tengah) yang dikenal sebagai Reserse Petarung TEKAB 308. Foto Istimewa

Dibentuknya Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB) 308 oleh Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong ketika menjabat sebagai Kapolda Lampung medio 2015 lalu terbukti sebagai gagasan yang visioner guna memberantas kriminalitas menjawab tantangan zaman.

Tak hanya fenomenal, keberadaan TEKAB 308 faktanya semakin dibutuhkan untuk bisa melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat saat ini. Banyak pengungkapan kasus-kasus menonjol yang dilakukan dengan baik oleh TEKAB 308.

banner 300600

Personil TEKAB 308 juga digembleng sebagai reserse petarung yang tangguh. Bahkan kehadirannya selalu fenomenal dalam mengungkap kejahatan. Sebut saja diantaranya adalah mantan Wakapolres Lampung Tengah Kompol Harto Agung Cahyono.

“Setiap pertama saya menginjakkan kaki di kesatuan saya, yang saya pasang pertama adalah bendera TEKAB 308,” tegas perwira polisi yang kini menjabat sebagai Kanit III Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Lampung itu.

Contoh lain adalah Kasat Reskrim Polres Mesuji Iptu Riki Nopariansyah, SH, MH, yang juga sudah lama dibesarkan sebagai reserse petarung TEKAB 308. Riki terbukti mampu menunjukkan kinerja terbaik sebagai Kasat Reskrim di zona ‘keras’ yakni Mesuji.

Beberapa kiprahnya menjaga Kamtibmas di Bumi Ragab Begawe Caram diantaranya ungkap puluhan kasus. Selain itu juga pendekatan persuasif dimana masyarakat dengan sukarela menyerahkan ratusan senjata api rakitan ke Polres Mesuji. Tentu pendekatan persuasif semacam ini penting sebagai wahana menjaga kondusifitas daerah.

Serta masih banyak reserse petarung lainnya yang berlatar belakang TEKAB 308 diantaranya Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP Tri Ramadona, Kasat Reskrim Polres Lamtim AKP Faria Arista, Kasat Reskrim Polres Tangamus AKP Edi Qorinas, AKBP Rully mantan Komandan TEKAB 308 Polda Lampung yang kini menjabat Wakapolresta Jambi dan masih banyak lagi yang lainnya tersebar di Polda dan Polres serta jajaran di Lampung.

Dikonfirmasi radarcom.id, Pun Edward—sapaan akrab Brigjen Pol (P) Drs. Edward Syah Pernong, SH, MH, sang pencetus TEKAB 308 mengatakan TEKAB 308 memang dirancang sebagai tim khusus pemburu yang tangguh dan mampu bekerja baik personal maupun berkelompok.

“Kehadiran TEKAB 308 selalu muncul dan mewarnai pengejaran pelaku kejahatan. Banyak melakukan pengungkapan-pengungkapan kasus-kasus besar, ke depan dituntut semakin profesional,” kata Pun Edward saat berbincang dengan radarcom.id, Selasa (28/7).

Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong itu menambahkan bahwa TEKAB 308 dengan simbol serigala melambangkan fisik dan jiwa yang penuh keberanian. Semangat serta karakter sosok binatang pemburu  yang tidak pernah letih karena selalu berjalan sepanjang waktu siang malam mencari mangsa.

Brigjen Pol (P) Drs. Edward Syah Pernong, SH, MH, dan Tekab 308 Polda Lampung dan jajaran pada 30 Agustus 2015 atau empat tahun lalu. Foto Istimewa
Brigjen Pol (P) Drs. Edward Syah Pernong, SH, MH, dan TEKAB 308 Polda Lampung dan jajaran pada 30 Agustus 2015 silam. Foto Istimewa

Serigala mempunyai insting yang sangat tajam untuk selalu bergerak cepat  mencari mangsa yang lebih besar darinya dengan mengendus, mengejar buruannya.

“Ini menjadi simbol yang diibaratkan sosok yang terus mendeteksi para pelaku kejahatan kekerasan yang meresahkan masyarakat dengan matanya yang mempunyai infra merah karena bisa menembus kegelapan malam. Serta tidak pernah tidur dan selalu merah menyala menembus pekatnya malam. Kaki selalu melangkah tak pernah lelah sejauh apapun perjalanan. Serta penciuman yang tajam bergabung dengan  penginderaan pendengarannya yang sensitif mengendus serta membedakan suara dari gerakan benda-benda di sekitarnya,” ungkap Pun Edward.

Serigala mempunyai insting yang sangat peka terhadap bahaya atau arah mengejar pelaku kejahatan. Selain kekuatan yang dipunyai di setiap sosok hewan pemburu tersebut, serigala adalah juga hewan yang berkelompok dan mempunyai sistem proteksi dalam perlindungan kawanannya.

“Solidaritas dan kerjasamanya juga sangat mengagumkan sehingga seekor harimau atau singa pun tidak pernah mengganggu kawanan kelompok serigala. Mereka mempunyai sistem deteksi dalam perlindungan kelompoknya menunjukkan bahwa mereka adalah hewan liar yang cerdas dan sangat peduli dalam menjaga keberlangsungan kelompoknya,” urai Raja Sekala Brak yang dikenal ramah, santun dan bijak ini.

Serigala adalah hewan yang kelas dan khas dengan postur tubuh yang kokoh kuat terampil, berlari, menyergap dan menerkam mangsa buruan yang sama atau kadang lebih besar dari dirinya. Karena serigala tidak hanya mengandalkan gigi dan taringnya yang runcing tetapi kuku-kuku serta kekuatan daya cengkramnya yang tidak memberi ampun bila sudah menyergap buruannya.

“Serigala bukan hanya kuat, lincah, terampil tapi juga sangat cerdik dan sabar menunggu hingga buruannya lengah. Sosok hewan yang bisa berkamuflase, sehingga muncul istilah “Serigala berbulu domba”

“Satu hal yang menjadi kebanggaan hewan ini adalah dia tidak bisa bekerja sama dengan musuh atau diarahkan dengan hal yang berbeda dengan eksistensi insting dan kehadirannya; Artinya, binatang ini tidak bisa diarah kan untuk berkhianat dari kelompoknya. Sehingga terkadang kita sering melihat kehadiran seekor hewan buas seperti, singa, harimau, macan bahkan gajah liar yang sudah dididik dan diatur sehingga menjadi penghibur di sirkus-sirkus pertunjukan  bersama dengan pawangnya. Tapi serigala tidak pernah bisa muncul di sirkus-sirkus karena dia adalah hewan pemburu yang mencari dan menyergap mangsa. Bukan hewan yang bisa ditampilkan untuk hadir sebagai penghibur di arena sirkus, karena serigala tidak pernah berkhianat dari karakter dasarnya yaitu  pemburu yang perkasa, cerdas, cerdik, terampil, cepat, berani dan tidak pernah berkhianat dari profesi sebagai pemburu,” ungkapnya.

Simbol serigala yang dipilih menjadi filosofi kebanggaan saat terbentuknya TEKAB 308 adalah komitmen dari pemburu yang handal dan perkasa di tengah rimba raya kejahatan. TEKAB 308 tidak akan pernah berkhianat dari karakter dasarnya sebagai pemburu kejahatan dan tidak akan pernah bisa dengan cara apapun untuk dididik sebagai penghibur di gedung-gedung sirkus. Sesuai dengan motto reserse sejak berdirinya yakni “Dimana ada kejahatan, disitu ada reserse, karena reserse menampilkan dirinya di arena melawan kejahatan”.

“TEKAB 308 diibaratkan bagai serigala di belantara yang terus memposisikan dirinya sebagai pemburu dan petarung. Berbeda dengan singa dan harimau yang sudah menikmati gemerlap sebagai penghibur di dunia sirkus. Serigala tidak pernah ada mengisi panggung sirkus,” pungkas Pun Edward. (rci/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *