radarcom.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Kadis Perindag Provinsi Lampung Muhammad Zimmi Skil, SE, MM, terus mewujudkan program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yakni hilirisasi pertanian.
Disperindag menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang berlangsung di Aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Jumat (24/7/2026).
Audiensi tersebut diterima oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Industri Hendra Siswanto dan Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Gubernur Lampung Robby, yang mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perindustrian Kabupaten Pesawaran, para camat, kepala kampung/desa, serta perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari Kabupaten Pesawaran.
Pertemuan ini membahas sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang selaras dengan kebijakan dan program strategis Pemerintah Pusat.
“Salah satu upaya nyata yang didorong adalah pelaksanaan Program Hibah Bed Dryer sebagai sarana pengering gabah pascapanen, yang merupakan bagian dari implementasi Asta Cita, khususnya misi ke-5, yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” kata Hendra Siswanto.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung padi nasional yang menempati peringkat keenam di Indonesia.
Potensi tersebut perlu didukung melalui peningkatan sarana dan prasarana pascapanen agar hasil pertanian memiliki kualitas yang lebih baik, berdaya saing, serta memberikan nilai tambah bagi petani.
Disperindag Evaluasi Bed Dryer
Tak hanya menggiatkan program Bed Dryer agar bisa merata ke semua petani di Lampung, Disperindag Provinsi Lampung juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Hibah Bed Dryer Tahun Anggaran 2025 serta perkembangan pelaksanaan program Tahun Anggaran 2026 yang saat ini sedang berjalan.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Melalui penyediaan fasilitas Bed Dryer, diharapkan kualitas gabah hasil panen dapat terus meningkat, kehilangan hasil pascapanen dapat diminimalkan, nilai tambah produk pertanian semakin optimal, serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. (rci/rci)








