Menu ✖

Mode Gelap
Gubernur Mirza Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan MAKN Disambut Hangat Ketua MPR, Dorong Silaturahmi Akbar Raja-Raja Nusantara Calon Rektor Unila Dr. Budiyono Diundang Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Sampaikan Masukan Akademik RUU Perampasan Aset di Komisi III DPR RI Gubernur Mirza Bikin Kaget Rektor ITERA Soal Logam Tanah Jarang MAKN Silaturahmi dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Berita Utama · 23 Sep 2026 17:41 WIB ·

Muncul Daratan Baru Sekitar Gunung Anak Krakatau Seluas 30 Hektar


 Ilustrasi daratan baru sekitar Gunung Anak Krakatau. Foto ilustrasi Perbesar

Ilustrasi daratan baru sekitar Gunung Anak Krakatau. Foto ilustrasi

radarcom.id – Daratan baru muncul di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Kemunculan daratan itu berasal dari material hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Juli 2026.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno membenarkan adanya daratan baru tersebut.

Menurutnya, daratan itu terbentuk dari material letusan yang terlontar saat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Iya, memang benar. Itu hasil dari letusan kemarin,” kata dia saat dihubungi awak media.

Ia memperkirakan luas daratan baru tersebut mencapai sekitar 30,3 hektare dan masih berada di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Kurang lebih 30,3 hektare,” ujarnya.

Suwarno menjelaskan, pembentukan daratan baru itu mulai terlihat sejak erupsi yang terjadi pada Juli 2026. Menurutnya, daratan tersebut terbentuk secara bertahap dari akumulasi material letusan, bukan muncul secara tiba-tiba.

“Mulai dari letusan itu, dari bulan Juli. Enggak mungkin mendadak dapat segitu,” jelasnya.

Terkait anggapan masyarakat mengenai kemungkinan munculnya “cucu Krakatau” setelah terbentuknya daratan baru tersebut, Suwarno menyebut hal itu belum dapat dipastikan.

Ia mengatakan Gunung Anak Krakatau masih memiliki sistem saluran magma, namun pergerakan magma di dalam bumi belum bisa diketahui secara pasti.

“Namanya magma, dia mencari celah-celah yang lebih ringan akan keluar. Tapi kemungkinan besar masih di pipa utama di situ,” katanya.

Suwarno menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan adanya aktivitas magma baru yang berkaitan dengan kemunculan daratan tersebut. Petugas masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kalau masalah akan keluar cucunya belum kita ketahui,” pungkasnya. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 141 kali

Baca Lainnya

Gubernur Mirza Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

4 November 2026 - 16:34 WIB

MAKN Disambut Hangat Ketua MPR, Dorong Silaturahmi Akbar Raja-Raja Nusantara

4 November 2026 - 10:09 WIB

Calon Rektor Unila Dr. Budiyono Diundang Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Sampaikan Masukan Akademik RUU Perampasan Aset di Komisi III DPR RI

3 November 2026 - 18:24 WIB

Gubernur Mirza Bikin Kaget Rektor ITERA Soal Logam Tanah Jarang

3 November 2026 - 18:06 WIB

MAKN Silaturahmi dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani

3 November 2026 - 17:52 WIB

I Komang Koheri Resmi Dilantik Jadi Bupati Lampung Tengah Definitif

3 November 2026 - 17:08 WIB

Trending di Berita Utama