Menu

Mode Gelap
Muncul Daratan Baru Sekitar Gunung Anak Krakatau Seluas 30 Hektar Gubernur Mirza Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi Sjachroedin ZP Jenguk Arinal Djunaidi di Lapas Rajabasa PKS Bandar Lampung Resmikan 80 Instruktur Senam untuk Berkhidmat di 20 Kecamatan 733 Siswa dari 98 SMP Adu Bakat Islami di Pentas PAI Bandar Lampung 2026

Berita Utama · 23 Sep 2026 17:41 WIB ·

Muncul Daratan Baru Sekitar Gunung Anak Krakatau Seluas 30 Hektar


 Ilustrasi daratan baru sekitar Gunung Anak Krakatau. Foto ilustrasi Perbesar

Ilustrasi daratan baru sekitar Gunung Anak Krakatau. Foto ilustrasi

radarcom.id – Daratan baru muncul di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Kemunculan daratan itu berasal dari material hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Juli 2026.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno membenarkan adanya daratan baru tersebut.

Menurutnya, daratan itu terbentuk dari material letusan yang terlontar saat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Iya, memang benar. Itu hasil dari letusan kemarin,” kata dia saat dihubungi awak media.

Ia memperkirakan luas daratan baru tersebut mencapai sekitar 30,3 hektare dan masih berada di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Kurang lebih 30,3 hektare,” ujarnya.

Suwarno menjelaskan, pembentukan daratan baru itu mulai terlihat sejak erupsi yang terjadi pada Juli 2026. Menurutnya, daratan tersebut terbentuk secara bertahap dari akumulasi material letusan, bukan muncul secara tiba-tiba.

“Mulai dari letusan itu, dari bulan Juli. Enggak mungkin mendadak dapat segitu,” jelasnya.

Terkait anggapan masyarakat mengenai kemungkinan munculnya “cucu Krakatau” setelah terbentuknya daratan baru tersebut, Suwarno menyebut hal itu belum dapat dipastikan.

Ia mengatakan Gunung Anak Krakatau masih memiliki sistem saluran magma, namun pergerakan magma di dalam bumi belum bisa diketahui secara pasti.

“Namanya magma, dia mencari celah-celah yang lebih ringan akan keluar. Tapi kemungkinan besar masih di pipa utama di situ,” katanya.

Suwarno menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan adanya aktivitas magma baru yang berkaitan dengan kemunculan daratan tersebut. Petugas masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kalau masalah akan keluar cucunya belum kita ketahui,” pungkasnya. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Gubernur Mirza Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi

23 September 2026 - 15:06 WIB

Sjachroedin ZP Jenguk Arinal Djunaidi di Lapas Rajabasa

23 September 2026 - 14:39 WIB

PKS Bandar Lampung Resmikan 80 Instruktur Senam untuk Berkhidmat di 20 Kecamatan

23 September 2026 - 14:15 WIB

733 Siswa dari 98 SMP Adu Bakat Islami di Pentas PAI Bandar Lampung 2026

18 September 2026 - 17:15 WIB

Publik Lampung Puas terhadap Kinerja Gubernur Mirza 81,75 Persen, Jihan 80,38 Persen

18 September 2026 - 14:26 WIB

Prabowo Pangkas Transfer Daerah karena Anggaran Tak Terserap Optimal

16 September 2026 - 20:56 WIB

Trending di Berita Utama