radarcom.id – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lampung akan mengevaluasi jenis buah yang disajikan dalam menu MBG. Evaluasi ini dilakukan menyusul insiden seorang siswa sekolah dasar (SD) di Lampung Tengah yang meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng.
Kronologi dan Respons Satgas MBG Lampung
Kepala Satgas MBG Lampung, Saipul, menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian dan bahan pembelajaran penting dalam penyediaan makanan program MBG, khususnya bagi siswa tingkat sekolah dasar.
Menurut Kepala Bapenda Provinsi Lampung itu, jenis buah yang diberikan kepada anak-anak perlu disesuaikan dengan kemampuan mereka dalam mengonsumsi makanan secara aman.
“Memang di Juknis tidak memastikan atau secara spesifik jenis makanan ya, khusus buah ya, tetapi memang ke depan harus jadi perhatian, pembelajaran terhadap kasus yang terjadi,” ujarnya.
Rekomendasi Buah Aman untuk Siswa SD Kelas Rendah
Saipul menyarankan agar buah yang diberikan kepada siswa SD, terutama kelas 1 hingga kelas 3, merupakan buah yang sudah tidak memiliki kulit maupun biji.
“Bahwa untuk anak-anak SD itu sebaiknya buah-buahan itu yang tidak ada kulitnya lagi, tidak ada biji,” katanya.
Ia menjelaskan, anak-anak pada usia tersebut bisa saja belum terbiasa memilah atau mengupas buah sendiri saat mengonsumsinya.
“Kenapa? Karena memang ya mungkin mereka terbiasa di rumah itu sudah disajikan oleh orang tua kan,” ujarnya.
Buah Berbiji dan Berkulit Keras Tak Direkomendasikan untuk Kelas Rendah
Satgas MBG akan mengarahkan agar jenis buah tertentu yang memiliki biji, kulit, atau tekstur keras tidak diberikan kepada siswa SD kelas rendah.
“Untuk anak-anak itu, terutama kelas 1 SD, kelas 2, kelas 3 itu jangan dipakai yang kayak kelengkeng, misalnya salak gitu ya, atau mungkin yang keras-keras lah ya,” kata Saipul.
Sementara untuk siswa SMA, kondisi tersebut dinilai berbeda karena mereka dianggap sudah lebih berpengalaman dalam memilah dan mengupas makanan sendiri.
“Kecuali kalau yang misalnya sudah SMA ini sudah agak pengalaman lah dia ya, memilah makanan dan mengupas dan sebagainya,” ujarnya.
Sosialisasi Ulang untuk Cegah Kejadian Serupa
Selain mengevaluasi jenis buah dalam menu MBG, Satgas juga akan melakukan sosialisasi ulang terkait keamanan pangan bagi siswa. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
“Nanti kita coba upayakan kita sosialisasikan lagi, mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” kata Saipul.
Soal Pengawasan Khusus saat Siswa Makan
Ditanya mengenai perlunya pengawasan khusus ketika siswa mengonsumsi makanan MBG, Saipul mengatakan pihaknya akan memberikan imbauan kepada pihak sekolah. Menurutnya, pengawasan khusus terhadap setiap siswa saat makan dinilai cukup sulit dilakukan secara teknis. (rci/rci)








