Menu ✖

Mode Gelap
Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM Asap Karhutla Mulai Ganggu Masyarakat Lampung, Gubernur Mirza Berpesan Tingkatkan Kewaspadaan Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju Naik Jadi Bintang Tiga, Letjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Jabat Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

Berita Utama · 6 Mei 2026 11:33 WIB ·

Polres Tanggamus Kalah dalam Sidang Praperadilan, Penetapan Tersangka Helda dan Arma Batal Demi Hukum


 Sidang praperadilan. Foto dok Perbesar

Sidang praperadilan. Foto dok

radarcom.id – Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Kota Agung mengabulkan permohonan pembatalan penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polres Tanggamus. Hal ini terungkap dalam sidang hari Selasa tanggal 05 Mei 2026 di ruang sidang Pengadilan Negeri Kota Agung.

 

Permohonan Praperadilan ini diajukan oleh Heldawati dan Arma Suri selaku Para Pemohon yang diwakili oleh Advokat Sherli Dian Meiliyandi, SH MH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tanggamus dan dihadiri oleh Termohon yang diwakili oleh Advokat dan Bidkum Polda Lampung serta Bidkum Polres Tanggamus.

 

Sidang ini digelar dengan Hakim Tunggal Diyan, SH MH dibantu Panitera Edrian Saputra SH MH.

 

Dalam Sidang Putusan tersebut Hakim memutuskan dengan amar diantaranya bahwa Penetapan Tersangka atas nama Heldawati dan Arma Suri tidak sah dan dibatalkan berikut Surat Perintah Penyidikannya (Sprindik).

 

Selain itu memulihkan dan merehabilitasi nama baik Para Pemohon.

 

Atas putusan ini Kuasa Hukum Para Pemohon bersukur karna keadilan dan penegakan hukum masih berpihak pada masyarakat kecil dan tidak mampu.

 

“Bahwa penetapan tersangka terhadap para pemohon jelas tidak sah karena tidak memenuhi ketentuan hukum acara pidana yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berlaku efektif sejak 2 Januari 2026,” ungkap Sherli kuasa hukum pemohon.

 

Selanjutnya kuasa hukum masih akan mempelajari putusan praperadilan ini dan langkah selanjutnya adalah bermusyawarah terlebih dahulu dengan Para Pemohon untuk mengambil langkah apakah perlu untuk melaporkan para penyidik polres Tanggamus tentang pelanggaran kode etik atas penanganan perkara dugaan Penganiayaan yang dituduhkan kepada para pemohon.

 

“Masih kita muswarahkan dahulu dengan prinsipal dan keluarga terkait langkah lebih lanjut,” tutup Sherli. (dra/rls)

Artikel ini telah dibaca 90 kali

Baca Lainnya

Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM

17 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Asap Karhutla Mulai Ganggu Masyarakat Lampung, Gubernur Mirza Berpesan Tingkatkan Kewaspadaan

17 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir

16 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

16 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Naik Jadi Bintang Tiga, Letjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Jabat Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

15 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Setelah Penantian 7 Bulan, Akhirnya Satwa di Bumi Kedaton Dievakuasi BKSDA

15 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Trending di Berita Utama