Menu ✖

Mode Gelap
Gubernur Mirza Dorong Mulang Maya Jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung, Perkuat Falsafah dan Ekonomi Masyarakat Senat Kerucutkan Tiga Calon Rektor Unila, Dr. Budiyono Unggul Telak Raih 22 Suara Refleksi Sumpah Pemuda 2026: Pendidikan Lampung Merata, Pemuda Lampung Berdaya Peringati Sumpah Pemuda, SMPN 1 Bandar Lampung Luncurkan Antologi Cerpen ARUNA II Hadiri Sekolah Legislatif Unila, Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi

Berita Utama · 16 Jun 2026 07:46 WIB ·

1 Muharram: Membuka Lembaran Baru dalam Kalender Islam


 1 Muharram: Membuka Lembaran Baru dalam Kalender Islam Perbesar

Oleh: Dudin Shobaruddin

Dosen STSQABM Natar Lampung Selatan 

Hari ini ditetapkan 1 Muharram 1448. Ia merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan umat Islam yang menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Lebih dari sekadar perubahan angka dalam penanggalan, 1 Muharram mengandung makna spiritual yang mendalam sebagai ajakan untuk melakukan refleksi diri, memperbarui niat, dan memperkuat komitmen dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama. Tahun Baru Islam ini bukan hanya peristiwa historis, tetapi juga momentum transformasi batin yang terus relevan sepanjang zaman.

Kalender Hijriah sendiri dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa ini tidak hanya menjadi titik awal penanggalan Islam, tetapi juga simbol perubahan besar dalam sejarah umat manusia. Hijrah mencerminkan perpindahan dari kondisi penuh tekanan menuju ruang kebebasan dalam beribadah dan muamalah, dari ketidakpastian menuju sistem sosial yang lebih teratur, serta dari kelemahan menuju kekuatan iman dan komunitas. Karena itu, 1 Muharram selalu dihubungkan dengan semangat hijrah sebagai prinsip perubahan menuju kebaikan.

Dalam konteks kehidupan modern, makna hijrah tidak lagi dimaknai secara fisik, tetapi lebih kepada perubahan sikap, perilaku, dan cara berpikir. Hijrah menjadi proses meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih produktif dan bermakna. Setiap individu diajak untuk mengevaluasi diri: sejauh mana waktu yang telah berlalu dimanfaatkan, sejauh mana ibadah dijalankan dengan konsisten, dan sejauh mana kontribusi terhadap lingkungan sosial telah diberikan. Tahun baru Hijriah menjadi saat yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri secara jujur. Umar bin Khatab berkata: “Hisablah dirimu sebelu dihisab”

Selain itu, 1 Muharram juga mengajarkan pentingnya harapan baru. Dalam kehidupan, setiap manusia menghadapi tantangan, kegagalan, dan keterbatasan. Namun Islam memberikan ruang optimisme bahwa setiap awal baru adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Tahun 1448 Hijriah, misalnya, dapat dipandang sebagai lembaran baru yang terbuka lebar bagi siapa pun untuk menata ulang tujuan hidup, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kualitas hubungan sosial dengan sesama manusia.

Momentum ini juga dapat dimaknai sebagai penguatan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, manusia sering terjebak dalam rutinitas materialistik yang melupakan aspek rohani. 1 Muharram hadir sebagai pengingat bahwa keseimbangan antara dunia dan akhirat harus senantiasa dijaga. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian, dan keikhlasan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang bermakna.

Lebih jauh, tahun baru Islam juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas umat. Tradisi peringatan 1 Muharram di berbagai daerah sering diisi dengan kegiatan keagamaan seperti doa bersama, pengajian, dan santunan kepada anak yatim dan atau fakir miskin. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya menekankan aspek individual, tetapi juga dimensi sosial yang kuat dalam membangun kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Dengan demikian, 1 Muharram bukan hanya penanda waktu, tetapi juga simbol perubahan dan pembaruan. Ia mengajak setiap Muslim untuk tidak terjebak dalam masa lalu, melainkan menjadikannya pelajaran untuk melangkah lebih baik di masa depan. Tahun baru Hijriah adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memperluas manfaat bagi orang lain.

Pada akhirnya, membuka lembaran baru di awal tahun Hijriah berarti membuka peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga 1 Muharram 1448 H menjadi titik awal bagi perubahan positif dalam diri setiap Muslim, sehingga kehidupan yang dijalani semakin bermakna, seimbang, dan penuh keberkahan. (*)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Gubernur Mirza Dorong Mulang Maya Jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung, Perkuat Falsafah dan Ekonomi Masyarakat

29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Senat Kerucutkan Tiga Calon Rektor Unila, Dr. Budiyono Unggul Telak Raih 22 Suara

29 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Refleksi Sumpah Pemuda 2026: Pendidikan Lampung Merata, Pemuda Lampung Berdaya

28 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, SMPN 1 Bandar Lampung Luncurkan Antologi Cerpen ARUNA II

28 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Hadiri Sekolah Legislatif Unila, Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi

27 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Pemprov Lampung Raih Mandaya Award 2026 sebagai Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

27 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Trending di Berita Utama