Menu ✖

Mode Gelap
Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM Asap Karhutla Mulai Ganggu Masyarakat Lampung, Gubernur Mirza Berpesan Tingkatkan Kewaspadaan Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju Naik Jadi Bintang Tiga, Letjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Jabat Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

Berita Utama · 6 Apr 2026 21:00 WIB ·

Dr. Budiyono: Mahasiswa Unila Harus Jadi Pemimpin Berintegritas di Tengah Disrupsi Zaman


 Dr. Budiyono. Foto dok Perbesar

Dr. Budiyono. Foto dok

radarcom.id — Akademisi  Fakultas Hukum Unila Dr. Budiyono memberikan pencerahan untuk mahasiswa Unila dalam Stadium Generale BEM U KBM Unila Periode 2026, Senin 7 April 2026.

Dr. Budiyono mengatakan peran mahasiswa melampaui ruang kelas. Mahasiswa Universitas Lampung didorong untuk tidak sekadar menjadi pemburu gelar, tetapi tumbuh sebagai pemimpin berintegritas di tengah perubahan zaman yang kian cepat.

Mereka, menurut dia, memikul fungsi ganda sebagai agen perubahan, pengontrol sosial, sekaligus calon pemimpin masa depan.

“Mahasiswa harus hadir sebagai aktor, bukan penonton dalam dinamika bangsa,” ujarnya, pada Senin, (6/4/2026).

Budiyono menilai percepatan teknologi mulai dari digitalisasi hingga kecerdasan buatan telah menggeser cara belajar, berpikir, dan berinteraksi.

Namun di balik kemajuan itu, muncul persoalan laten rapuhnya nilai dan orientasi di kalangan generasi muda.

Ia melihat problem utama bukan pada kapasitas intelektual, melainkan pada menurunnya kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Arus informasi yang tak tersaring, kata dia, kerap menumpulkan daya kritis sekaligus memicu disorientasi nilai.

Situasi itu, lanjutnya, berimplikasi pada meningkatnya pelanggaran, baik di ruang nyata maupun digital.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran hukum sebagai pijakan dalam bertindak.

“Kesadaran hukum bukan sekadar tahu aturan, tetapi kemampuan mengendalikan diri dan bertanggung jawab secara sosial,” kata Budiyono.

Menurut dia, mahasiswa ideal harus bertumpu pada empat pilar kapasitas intelektual, kepekaan sosial, kepemimpinan, serta integritas moral dan hukum.

Tanpa keseimbangan itu, pendidikan tinggi berisiko melahirkan individu cerdas, tetapi kehilangan arah.

Dalam konteks lebih luas, Budiyono mengingatkan tantangan menuju visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya datang dari luar, melainkan juga dari dalam diri generasi muda seperti budaya instan, distraksi digital, dan merosotnya kepedulian sosial.

“Tantangan terbesar bukan teknologi, melainkan karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, diperlukan kolaborasi lintas sektor dan kepemimpinan visioner untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh dan adaptif.

Sejarah, kata dia, mencatat mahasiswa kerap menjadi motor perubahan sosial dan politik. Peran itu, menurut Budiyono, tidak pernah usang justru semakin relevan di tengah zaman yang penuh ketidakpastian. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 137 kali

Baca Lainnya

Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM

17 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Asap Karhutla Mulai Ganggu Masyarakat Lampung, Gubernur Mirza Berpesan Tingkatkan Kewaspadaan

17 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir

16 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

16 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Naik Jadi Bintang Tiga, Letjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Jabat Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

15 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Setelah Penantian 7 Bulan, Akhirnya Satwa di Bumi Kedaton Dievakuasi BKSDA

15 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Trending di Berita Utama