Menu

Mode Gelap
Kadis Perindag Lampung Bersama Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Rapat Persiapan Menuju Kriya Nusa hingga Inacraft 2026 Sinergi Pemprov dan Kejati Lampung Kian Kokoh, Tingkatkan Pelayanan Publik Kinerja Pemprov Lampung Bakal Lari Cepat, 109 Pejabat Ditata Ulang, Pelantikan Dipimpin Sekdaprov Marindo Lampung Pacu Ekspor dan Tingkatkan Citra Daerah di TEI 2026 Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa

Berita Utama · 6 Apr 2026 21:00 WIB ·

Dr. Budiyono: Mahasiswa Unila Harus Jadi Pemimpin Berintegritas di Tengah Disrupsi Zaman


 Dr. Budiyono. Foto dok Perbesar

Dr. Budiyono. Foto dok

radarcom.id — Akademisi  Fakultas Hukum Unila Dr. Budiyono memberikan pencerahan untuk mahasiswa Unila dalam Stadium Generale BEM U KBM Unila Periode 2026, Senin 7 April 2026.

Dr. Budiyono mengatakan peran mahasiswa melampaui ruang kelas. Mahasiswa Universitas Lampung didorong untuk tidak sekadar menjadi pemburu gelar, tetapi tumbuh sebagai pemimpin berintegritas di tengah perubahan zaman yang kian cepat.

Mereka, menurut dia, memikul fungsi ganda sebagai agen perubahan, pengontrol sosial, sekaligus calon pemimpin masa depan.

“Mahasiswa harus hadir sebagai aktor, bukan penonton dalam dinamika bangsa,” ujarnya, pada Senin, (6/4/2026).

Budiyono menilai percepatan teknologi mulai dari digitalisasi hingga kecerdasan buatan telah menggeser cara belajar, berpikir, dan berinteraksi.

Namun di balik kemajuan itu, muncul persoalan laten rapuhnya nilai dan orientasi di kalangan generasi muda.

Ia melihat problem utama bukan pada kapasitas intelektual, melainkan pada menurunnya kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Arus informasi yang tak tersaring, kata dia, kerap menumpulkan daya kritis sekaligus memicu disorientasi nilai.

Situasi itu, lanjutnya, berimplikasi pada meningkatnya pelanggaran, baik di ruang nyata maupun digital.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran hukum sebagai pijakan dalam bertindak.

“Kesadaran hukum bukan sekadar tahu aturan, tetapi kemampuan mengendalikan diri dan bertanggung jawab secara sosial,” kata Budiyono.

Menurut dia, mahasiswa ideal harus bertumpu pada empat pilar kapasitas intelektual, kepekaan sosial, kepemimpinan, serta integritas moral dan hukum.

Tanpa keseimbangan itu, pendidikan tinggi berisiko melahirkan individu cerdas, tetapi kehilangan arah.

Dalam konteks lebih luas, Budiyono mengingatkan tantangan menuju visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya datang dari luar, melainkan juga dari dalam diri generasi muda seperti budaya instan, distraksi digital, dan merosotnya kepedulian sosial.

“Tantangan terbesar bukan teknologi, melainkan karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, diperlukan kolaborasi lintas sektor dan kepemimpinan visioner untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh dan adaptif.

Sejarah, kata dia, mencatat mahasiswa kerap menjadi motor perubahan sosial dan politik. Peran itu, menurut Budiyono, tidak pernah usang justru semakin relevan di tengah zaman yang penuh ketidakpastian. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 128 kali

Baca Lainnya

Kadis Perindag Lampung Bersama Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Rapat Persiapan Menuju Kriya Nusa hingga Inacraft 2026

4 September 2026 - 21:07 WIB

Sinergi Pemprov dan Kejati Lampung Kian Kokoh, Tingkatkan Pelayanan Publik

4 September 2026 - 18:06 WIB

Kinerja Pemprov Lampung Bakal Lari Cepat, 109 Pejabat Ditata Ulang, Pelantikan Dipimpin Sekdaprov Marindo

3 September 2026 - 22:09 WIB

Lampung Pacu Ekspor dan Tingkatkan Citra Daerah di TEI 2026

3 September 2026 - 15:02 WIB

Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa

3 September 2026 - 14:23 WIB

Dinas Perindag Provinsi Lampung Konsisten Bantu Penjualan UMKM dan Gerakkan Ekonomi Melalui Bazar Rebo

2 September 2026 - 15:01 WIB

Trending di Berita Utama