Menu

Mode Gelap
Latansa 2026, PKS Lampung Siapkan 900 Kader Perempuan yang Bugar, Siaga, dan Siap Berkontribusi PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik Ketua FPKS Agus Widodo Ajak Seluruh Elemen Masyarakat dan Pemerintah Gelar Salat Istisqa’ Dr. Marindo: Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan SMA YP Unila Gelar Smanila Run, Meriahkan Youth Project IX dengan Ribuan Peserta

Berita Utama · 27 Mar 2026 10:22 WIB ·

8 Kapal dari Negara Ini Bisa Lewati Selat Hormuz, Termasuk Indonesia?


 Ilustrasi Selat Hormuz. Foto dok Perbesar

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto dok

radarcom.id – Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Jalur laut strategis ini tidak ditutup sepenuhnya, tetapi berada di bawah kebijakan akses selektif yang dikendalikan Teheran.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait negara mana saja yang masih memperoleh izin melintas, sekaligus memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi global.

Sebagai penghubung utama antara Teluk Persia dan Laut Arab, Selat Hormuz memiliki peran krusial dalam rantai pasok energi global. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia melewati jalur ini setiap hari.

Ketika ketegangan meningkat di kawasan tersebut, harga minyak global langsung merespons dengan lonjakan signifikan. Kondisi ini menegaskan besarnya pengaruh Selat Hormuz terhadap perekonomian internasional, terutama bagi negara pengimpor energi.

Pemerintah Iran menegaskan jalur ini tetap terbuka, tetapi hanya untuk kapal dari negara yang tidak dianggap bermusuhan. Kapal-kapal yang ingin melintas wajib melakukan koordinasi dengan otoritas maritim Iran serta memenuhi sejumlah persyaratan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian wilayah sekaligus respons atas tekanan geopolitik yang terus meningkat. Di sisi lain, parlemen Iran tengah merancang kebijakan baru berupa biaya transit bernilai jutaan dolar untuk setiap kapal.

Jika diterapkan, aturan ini berpotensi mengubah sistem pelayaran internasional secara signifikan.

 

Daftar Negara yang Masih Diizinkan Melintas

 

Berikut ini sejumlah negara yang kapalnya masih memperoleh akses di Selat Hormuz:

1. China

China tetap menjadi pengguna utama jalur ini. Kapal kargo miliknya berhasil melintas setelah memperoleh izin resmi, didukung hubungan ekonomi kuat terutama di sektor energi.

2. India

India memperoleh pengecualian akses. Kapal tanker berbendera India dapat melintas setelah melalui koordinasi diplomatik yang intens, sejalan dengan kebutuhan energi yang besar.

3. Pakistan

Akses bagi Pakistan bersifat terbatas. Sebagian kapal diizinkan melintas, sementara lainnya ditolak akibat tidak memenuhi prosedur yang ditetapkan.

4. Bangladesh

Bangladesh termasuk negara yang diizinkan melintas. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan Iran terhadap negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

5. Irak

Sebagai negara tetangga, Irak tetap memperoleh akses. Faktor kedekatan geografis serta kepentingan stabilitas energi kawasan menjadi pertimbangan utama.

6. Thailand

Thailand berhasil mengirim kapal tanker yang melintas setelah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak Iran.

7. Turki

Salah satu kapal Turki berhasil melewati selat setelah memperoleh izin resmi. Namun, sebagian kapal lainnya masih menunggu kepastian akses.

8. Jepang

Meskipun belum ada kapal yang melintas, Iran memberikan sinyal positif terkait peluang akses bagi kapal Jepang setelah proses koordinasi selesai.

 

Dampak Pembatasan terhadap Pelayaran Global

Pembatasan akses di Selat Hormuz berdampak langsung pada aktivitas pelayaran internasional. Sejumlah efek yang mulai terasa, antara lain:

 

  • Penurunan signifikan volume pelayaran global.
  • Gangguan distribusi energi lintas negara.
  • Kenaikan biaya logistik dan asuransi kapal.
  • Peningkatan risiko keamanan bagi kapal komersial.
  • Ketidakjelasan terkait definisi negara musuh turut meningkatkan kekhawatiran pelaku industri pelayaran, terutama dalam aspek keselamatan dan kepastian operasional.

Rencana penerapan biaya transit oleh Iran berpotensi membawa implikasi besar terhadap ekonomi dunia. Biaya distribusi energi diperkirakan meningkat, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga komoditas global.

Selain itu, kebijakan ini membuka peluang negosiasi baru antarnegara pengguna jalur Selat Hormuz, sekaligus mempertegas pengaruh geopolitik dalam menentukan akses terhadap jalur perdagangan strategis.

Selat Hormuz tetap menjadi pusat perhatian global berkat perannya yang sangat vital dalam distribusi energi. Kebijakan akses selektif yang diterapkan Iran menunjukkan kuatnya pengaruh politik terhadap jalur pelayaran internasional. (rci/beritasatu)

Artikel ini telah dibaca 77 kali

Baca Lainnya

Latansa 2026, PKS Lampung Siapkan 900 Kader Perempuan yang Bugar, Siaga, dan Siap Berkontribusi

7 September 2026 - 22:14 WIB

PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik

7 September 2026 - 18:05 WIB

Ketua FPKS Agus Widodo Ajak Seluruh Elemen Masyarakat dan Pemerintah Gelar Salat Istisqa’

7 September 2026 - 09:00 WIB

Dr. Marindo: Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

6 September 2026 - 13:16 WIB

SMA YP Unila Gelar Smanila Run, Meriahkan Youth Project IX dengan Ribuan Peserta

6 September 2026 - 12:39 WIB

Kadis Perindag Lampung Bersama Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Rapat Persiapan Menuju Kriya Nusa hingga Inacraft 2026

4 September 2026 - 21:07 WIB

Trending di Berita Utama