Menu

Mode Gelap
Dr. Marindo: Pesantren Diharapkan Adaptif dengan Perkembangan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri dr. Relly Reagen Komisaris Biofarma Resmi Membuka Perwakin: Dorong Paket Wisata Olahraga Guna Mewujudkan Indonesia Sehat Pemprov Lampung Bantah Tuduhan LSM Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan Soal Keamanan Data Satelit Lampung-1, BRIN Jamin Aman Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Gandeng Lembaga ANRI

Berita Utama · 24 Jul 2026 14:11 WIB ·

Sekdaprov Marindo: Desa-ku Maju Dapat Perhatian Khusus dari Bappenas


 Dr. Ir. Marindo Kurniawan, ST, MM. Foto dok Perbesar

Dr. Ir. Marindo Kurniawan, ST, MM. Foto dok

radarcom.id – Pemerintah pusat mendorong Provinsi Lampung menjadi pusat hilirisasi komoditas pangan nasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas ke Kantor Gubernur Lampung, Jumat 24 Juli 2026, yang juga membahas sinkronisasi arah pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan nasional.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pertemuan tersebut difokuskan pada penyelarasan perencanaan pembangunan Provinsi Lampung agar terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah hari ini kita menerima kunjungan kerja dari Menteri Bappenas. Kita melakukan sinkronisasi mengenai bagaimana perencanaan pembangunan di Provinsi Lampung ke depan bisa sepenuhnya terintegrasi dengan perencanaan nasional,” kata Mirza usai pertemuan, Jumat (24/7/2026).

Menurut Iyay Mirza–sapaan akrabnya, salah satu arahan utama dari pemerintah pusat adalah menjadikan Lampung sebagai pusat hilirisasi berbagai komoditas pangan unggulan.

“Ke depan fokus pemerintah pusat akan mendorong agar Lampung menjadi pusat hilirisasi komoditas pangan,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan seluruh usulan strategis Pemprov Lampung telah disampaikan kepada Menteri Bappenas, termasuk keinginan agar Lampung menjadi model nasional pengembangan industri hilir berbasis singkong.

“Kita mengusulkan bagaimana hilirisasi singkong atau ubi kayu, sehingga Provinsi Lampung dapat ditetapkan sebagai model pengolahan hilirisasi ubi kayu di Indonesia. Begitu juga hilirisasi produk-produk pangan lainnya,” kata Dr. Marindo.

Selain sektor pangan, Bappenas juga menaruh perhatian terhadap pembangunan desa di Lampung. Salah satunya melalui pengembangan Indeks Desa Sehat yang dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi pedesaan.

Menurut Marindo, konsep pembangunan Desa-ku Maju yang selama ini dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung juga mendapat perhatian khusus dari Bappenas untuk dikembangkan sebagai model pembangunan nasional.

Konsep tersebut mengintegrasikan penguatan ketahanan pangan, swasembada energi, dan swasembada air dalam pembangunan desa.

“Model Desa-ku Maju ini menjadi model yang akan diangkat menjadi model tingkat nasional. Harapannya konsep yang telah diimplementasikan di Provinsi Lampung bisa diterapkan secara efektif secara nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan pengembangan komoditas pangan, terutama singkong, akan menjadi salah satu fokus utama dalam model tersebut sehingga dapat memperkuat posisi Lampung sebagai daerah penghasil sekaligus pusat industri pengolahan pangan berbasis komoditas lokal.

Dalam kesempatan itu, para bupati dan wali kota se-Lampung juga menyampaikan berbagai usulan pembangunan prioritas di daerah masing-masing agar dapat diselaraskan dengan rencana pembangunan nasional melalui Bappenas. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Dr. Marindo: Pesantren Diharapkan Adaptif dengan Perkembangan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri

9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

dr. Relly Reagen Komisaris Biofarma Resmi Membuka Perwakin: Dorong Paket Wisata Olahraga Guna Mewujudkan Indonesia Sehat

8 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Pemprov Lampung Bantah Tuduhan LSM Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan

7 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Soal Keamanan Data Satelit Lampung-1, BRIN Jamin Aman

7 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

6 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Gandeng Lembaga ANRI

5 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Trending di Berita Utama