Menu

Mode Gelap
LATANSA 2026: Saat Perempuan PKS Lampung Menguatkan Barisan, Meneguhkan Pengabdian Pengolahan Limbah Sampah Dapur Menjadi Gas Ramah Lingkungan dan POC Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi Kembali ke Lembaga Kebijakan, IB Ilham Malik Kini Berkiprah di Asia Pasifik Dr. Marindo: Pesantren Diharapkan Adaptif dengan Perkembangan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri

Berita Utama · 11 Agu 2026 13:33 WIB ·

Pengolahan Limbah Sampah Dapur Menjadi Gas Ramah Lingkungan dan POC


 Pengolahan Limbah Sampah Dapur Menjadi Gas Ramah Lingkungan dan POC Perbesar

KKL-PPM Universitas Malahayati 2026 Hadimulyo Timur RW 02 Metro Pusat 

radarcom.id – Program Kerja (Progja) KKL-PPM Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL-PPM) Kuliah kerja lapangan dan pemberdayaan pengembangan masyarakat di wilayah RW 02, Kelurahan Hadimulyo Timur , Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi melalui pertemuan tatap muka bersama pamong dan tokoh masyarakat RW 02 yang berlangsung di Kelurahan hadimulyo Timur pada Selasa (14/7/2026). Pembukaan kegiatan mengusung tema besar “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelohan Sampah Organik Menjadi Biogas Dan Air Lindi Sebagai Upaya Pengolahan Limbah Berkelanjutan Dikelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat” sebagai semangat awal pelaksanaan rangkaian program kerja mahasiswa di tengah masyarakat.

Kedatangan mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati di Hadimulyo Timur RW 02 disambut hangat oleh pengurus RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Pertemuan awal ini menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi sekaligus menjawab berbagai tantangan di lingkungan RW 02. Sebagai bentuk nyata dari kolaborasi tersebut, Progja kelompok 07 memperkenalkan Program Pengolahan Limbah Sampah Dapur Menjadi Gas Ramah Lingkungan (Biogas) dan Pupuk Organik Cair (POC).

Program tersebut merupakan kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi energi alternatif dan pupuk ramah lingkungan. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui teknologi sederhana yang mudah diterapkan sehingga mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.

Program ini memperkenalkan proses fermentasi anaerobik untuk menghasilkan biogas sebagai pengganti LPG serta pemanfaatan air lindi menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Selain penyuluhan, masyarakat juga diberikan pelatihan mengenai pengenalan alat, perakitan instalasi biogas, pembuatan komposter, proses fermentasi, hingga pemanfaatan hasil yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan instalasi biogas menggunakan drum plastik, pemasangan komponen utama, proses fermentasi selama 14–21 hari, serta praktik pembuatan Pupuk Organik Cair menggunakan galon bekas melalui tahapan pencacahan sampah, aktivasi bakteri, fermentasi, hingga proses panen pupuk yang siap digunakan untuk tanaman.

Program Pengolahan Limbah Sampah Dapur ini menjadi salah satu inovasi pengelolaan sampah organik yang mengintegrasikan produksi energi alternatif dan pupuk organik dalam satu sistem sederhana. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan serta mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sumber daya yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

“Program ini diharapkan mampu menjadi solusi sederhana bagi masyarakat dalam mengurangi sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan energi alternatif dan pupuk organik yang bermanfaat. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pengelolaan limbah yang berkelanjutan,” ujar Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 07 di Hadimulyo timur Khususnya di RW 02 ini. (rls/Iis)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

LATANSA 2026: Saat Perempuan PKS Lampung Menguatkan Barisan, Meneguhkan Pengabdian

11 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

11 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Kembali ke Lembaga Kebijakan, IB Ilham Malik Kini Berkiprah di Asia Pasifik

10 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Dr. Marindo: Pesantren Diharapkan Adaptif dengan Perkembangan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri

9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

dr. Relly Reagen Komisaris Biofarma Resmi Membuka Perwakin: Dorong Paket Wisata Olahraga Guna Mewujudkan Indonesia Sehat

8 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Pemprov Lampung Bantah Tuduhan LSM Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan

7 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Trending di Berita Utama