Menu

Mode Gelap
Bidan, Istri Prajurit, dan Pengrajin Tapis: Kisah Asri Merajut Tradisi Jadi Peluang Ini Langkah Strategis Saipul dan Genjot PAD Lampung Pemprov Lampung Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS pada Mei – Agustus 2026 Dipecat Sepihak, Plt. Ketua RT 06 Pahoman Bakal Gugat Ke Pengadilan Dr. Budiyono: Mahasiswa Unila Harus Jadi Pemimpin Berintegritas di Tengah Disrupsi Zaman

Berita Utama · 1 Mar 2026 12:56 WIB ·

MUI Sampaikan Duka atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei


 Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Foto dok Perbesar

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Foto dok

radarcom.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Pernyataan tersebut tertuang dalam Tausiyah MUI tentang Eskalasi Serangan Israel-Amerika terhadap Iran.

 

Tausiyah itu diterbitkan melalui surat Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan pada Minggu (1/3/2026).

 

Dalam tausiyah tersebut, MUI mengutuk serangan Israel yang disebut didukung Amerika Serikat karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta amanat Pembukaan UUD 1945, khususnya komitmen untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

MUI juga menyatakan memahami serangan balasan Iran ke sejumlah negara Teluk sebagai respons atas serangan sebelumnya. Menurut MUI, tindakan tersebut diklaim menyasar pangkalan militer dan dinilai berada dalam kerangka hukum internasional.

 

Pada sisi lain, MUI menuding serangan bom Israel dan Amerika turut menyasar fasilitas sipil di Iran, termasuk sekolah dasar, yang dilaporkan menewaskan sekitar 160 anak-anak.

 

“Untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena bertentangan dengan Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB,” ujarnya.

 

MUI menilai serangan militer Israel dan Amerika terhadap Iran merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke konflik terbuka yang lebih luas.

“Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas semua negara untuk mewujudkan perdamaian dan memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil,” kata Anwar.

 

MUI juga menduga terdapat motif strategis di balik serangan tersebut, yakni melemahkan posisi Iran di kawasan Teluk dan membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina. (irc)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Bidan, Istri Prajurit, dan Pengrajin Tapis: Kisah Asri Merajut Tradisi Jadi Peluang

8 April 2026 - 09:50 WIB

Ini Langkah Strategis Saipul dan Genjot PAD Lampung

8 April 2026 - 06:15 WIB

Pemprov Lampung Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS pada Mei – Agustus 2026

7 April 2026 - 22:48 WIB

Dipecat Sepihak, Plt. Ketua RT 06 Pahoman Bakal Gugat Ke Pengadilan

7 April 2026 - 22:40 WIB

Dr. Budiyono: Mahasiswa Unila Harus Jadi Pemimpin Berintegritas di Tengah Disrupsi Zaman

6 April 2026 - 21:00 WIB

KERUSAKAN LINGKUNGAN SEBAGAI KERUGIAN NEGARA

6 April 2026 - 16:40 WIB

Trending di Berita Utama