Menu

Mode Gelap
Pemprov Lampung Bantah Tuduhan LSM Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan Soal Keamanan Data Satelit Lampung-1, BRIN Jamin Aman Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Gandeng Lembaga ANRI Gubernur Mirza Hadiri Langsung Peluncuran Satelit Lampung-1  Heboh Soal Hibah Rp35 M ke Kejati, Pengamat Sebut DPRD Provinsi Lampung Juga Punya Tanggungjawab Karena Punya Fungsi Penganggaran 

Berita Utama · 11 Mei 2026 19:25 WIB ·

Mayjen Kristomie Tegaskan TNI Tak Terlibat dalam Jaringan “Love Scamming” di Lampung


 Pangdam XXI Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi saat konferensi pers. Foto Istimewa for radarcom.id Perbesar

Pangdam XXI Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi saat konferensi pers. Foto Istimewa for radarcom.id

radarcom.id – Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi memastikan pelaku love scamming yang beroperasi dari Rutan Kelas IIB Kotabumi bukan anggota TNI aktif. Para pelaku disebut hanya memakai foto editan dan akun palsu untuk menipu korban di media sosial.

 

Hal itu diungkapkan Kristomei dalam konferensi pers pengungkapan kasus love scamming hasil investigasi bersama Ditjen Pemasyarakatan dan Polda Lampung, Senin (11/5/2026).

 

“Fokus Kodam hari ini setelah menerima laporan adalah memastikan apakah benar pelakunya anggota TNI atau bukan,” kata Kristomei.

 

Menurut dia, Kodam langsung berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk melakukan penelusuran terhadap identitas yang digunakan para pelaku di media sosial.

 

Hasilnya, akun-akun tersebut dipastikan palsu.

 

“Ternyata setelah dilakukan pengusutan bersama Polda Lampung, pelaku hanya menggunakan AI generator dan foto editan dengan atribut TNI,” ujarnya.

 

Kristomei menyebut para pelaku sengaja membuat identitas seolah-olah sebagai prajurit aktif untuk meyakinkan korban perempuan yang mereka incar lewat media sosial.

 

“Ada yang dibuat seolah perwira, ada juga yang mengaku bintara. Semuanya akun palsu,” tegasnya.

 

*Akun Instagram TNI Gadungan Masih Aktif*

 

Dalam pengungkapan kasus itu, Pangdam juga menyoroti masih adanya akun media sosial palsu yang dipakai pelaku menjalankan aksi penipuan.

 

Salah satu akun bahkan disebut masih aktif saat konferensi pers berlangsung.

 

“Tadi saya lihat langsung, akun Instagramnya masih ada, namanya ayub47139. Itu fake account dan dipakai untuk aksi love scamming,” kata Kristomei.

 

Ia menegaskan tindakan para pelaku bukan hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga mencoreng nama baik institusi TNI.

 

“Ini jelas merugikan citra TNI. Karena itu kami tegaskan, pelakunya bukan prajurit TNI,” ujarnya.

 

Kasus ini sebelumnya terbongkar setelah petugas menemukan 156 handphone di dalam Rutan Kelas IIB Kotabumi. Dari pemeriksaan, sebanyak 137 warga binaan diduga terlibat dalam jaringan penipuan asmara online tersebut.

 

Polisi mencatat ada 249 korban yang telah mentransfer uang dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Pemprov Lampung Bantah Tuduhan LSM Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan

7 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Soal Keamanan Data Satelit Lampung-1, BRIN Jamin Aman

7 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

6 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Gandeng Lembaga ANRI

5 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Gubernur Mirza Hadiri Langsung Peluncuran Satelit Lampung-1 

5 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Heboh Soal Hibah Rp35 M ke Kejati, Pengamat Sebut DPRD Provinsi Lampung Juga Punya Tanggungjawab Karena Punya Fungsi Penganggaran 

4 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Trending di Berita Utama