Menu

Mode Gelap
Pesan Gubernur Mirza: Jalankan MBG dengan Penuh Tanggung Jawab Sesuai Prediksi Pak Sekda, Spanyol Cukur Arab Saudi 4-0 Gubernur Mirza Buka Musprov VIII DPP Apindo Lampung, Ajak Dunia Usaha Perkuat Hilirisasi Sektor Pertanian  Aexly Hydra Pawarman Anak Usia Dini Sudah Berani Raih Kyorugi di Kejuaraan Taekwondo UNCHALL IV 2026 Dr. Ibnu Hasan Wakili Ketum IKA Unila Komjen Pol Rudy Resmi Melantik Pengurus IKA Unila Banten 

Berita Utama · 11 Mei 2026 19:25 WIB ·

Mayjen Kristomie Tegaskan TNI Tak Terlibat dalam Jaringan “Love Scamming” di Lampung


 Pangdam XXI Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi saat konferensi pers. Foto Istimewa for radarcom.id Perbesar

Pangdam XXI Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi saat konferensi pers. Foto Istimewa for radarcom.id

radarcom.id – Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi memastikan pelaku love scamming yang beroperasi dari Rutan Kelas IIB Kotabumi bukan anggota TNI aktif. Para pelaku disebut hanya memakai foto editan dan akun palsu untuk menipu korban di media sosial.

 

Hal itu diungkapkan Kristomei dalam konferensi pers pengungkapan kasus love scamming hasil investigasi bersama Ditjen Pemasyarakatan dan Polda Lampung, Senin (11/5/2026).

 

“Fokus Kodam hari ini setelah menerima laporan adalah memastikan apakah benar pelakunya anggota TNI atau bukan,” kata Kristomei.

 

Menurut dia, Kodam langsung berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk melakukan penelusuran terhadap identitas yang digunakan para pelaku di media sosial.

 

Hasilnya, akun-akun tersebut dipastikan palsu.

 

“Ternyata setelah dilakukan pengusutan bersama Polda Lampung, pelaku hanya menggunakan AI generator dan foto editan dengan atribut TNI,” ujarnya.

 

Kristomei menyebut para pelaku sengaja membuat identitas seolah-olah sebagai prajurit aktif untuk meyakinkan korban perempuan yang mereka incar lewat media sosial.

 

“Ada yang dibuat seolah perwira, ada juga yang mengaku bintara. Semuanya akun palsu,” tegasnya.

 

*Akun Instagram TNI Gadungan Masih Aktif*

 

Dalam pengungkapan kasus itu, Pangdam juga menyoroti masih adanya akun media sosial palsu yang dipakai pelaku menjalankan aksi penipuan.

 

Salah satu akun bahkan disebut masih aktif saat konferensi pers berlangsung.

 

“Tadi saya lihat langsung, akun Instagramnya masih ada, namanya ayub47139. Itu fake account dan dipakai untuk aksi love scamming,” kata Kristomei.

 

Ia menegaskan tindakan para pelaku bukan hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga mencoreng nama baik institusi TNI.

 

“Ini jelas merugikan citra TNI. Karena itu kami tegaskan, pelakunya bukan prajurit TNI,” ujarnya.

 

Kasus ini sebelumnya terbongkar setelah petugas menemukan 156 handphone di dalam Rutan Kelas IIB Kotabumi. Dari pemeriksaan, sebanyak 137 warga binaan diduga terlibat dalam jaringan penipuan asmara online tersebut.

 

Polisi mencatat ada 249 korban yang telah mentransfer uang dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Pesan Gubernur Mirza: Jalankan MBG dengan Penuh Tanggung Jawab

22 Juni 2026 - 17:27 WIB

Sesuai Prediksi Pak Sekda, Spanyol Cukur Arab Saudi 4-0

22 Juni 2026 - 12:59 WIB

Gubernur Mirza Buka Musprov VIII DPP Apindo Lampung, Ajak Dunia Usaha Perkuat Hilirisasi Sektor Pertanian 

22 Juni 2026 - 12:38 WIB

Aexly Hydra Pawarman Anak Usia Dini Sudah Berani Raih Kyorugi di Kejuaraan Taekwondo UNCHALL IV 2026

22 Juni 2026 - 07:50 WIB

Dr. Ibnu Hasan Wakili Ketum IKA Unila Komjen Pol Rudy Resmi Melantik Pengurus IKA Unila Banten 

21 Juni 2026 - 20:59 WIB

Pemprov Lampung Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Putaran Final di PKOR Way Halim, Hiburan dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

21 Juni 2026 - 19:30 WIB

Trending di Berita Utama