Menu

Mode Gelap
Mengintip Kelas Kreatif Serda Ihsanudin, Oase Belajar Anak Lampung IAD Wilayah Lampung Gandeng Emak.ID Edukasi Pengelolaan Sampah dan Eco Enzyme Perwanti Lampung, Dorong Penguatan Peran Perempuan Tionghoa di Daerah Dampak Tata Guna Lahan UIN Raden Intan Lampung terhadap Holistik Pembangunan Infrastruktur Perkotaan di Bandar Lampung Setelah Puskada, Akademisi Unila Sorot Polemik Penunjukan Plh. Kadisdikbud Lamteng

Berita Utama · 30 Apr 2026 16:54 WIB ·

DPD Perpadi Lampung Minta Bantuan Dryer Pemerintah Tepat Sasaran


 Ir. Midi Iswanto, M.H. Foto dok Perbesar

Ir. Midi Iswanto, M.H. Foto dok

radarcom.id – DPD Perhimpunan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Provinsi Lampung menilai bantuan alat pengering padi (dryer) dari pemerintah merupakan kunci krusial dalam menjaga kualitas beras di tingkat petani.

 

Ketua DPD Perpadi Provinsi Lampung, H. Midi Iswanto, MH, mengingatkan pentingnya penyaluran Bed Dryer yang tepat sasaran serta sinergi antara teknologi pasca-panen dengan kelompok tani guna mencapai target swasembada pangan.

 

Hal itu diungkapkan Midi menanggapi program hilirisasi Pemerintah Provinsi Lampung yang berencana menyalurkan bantuan hibah sebanyak 82 unit dryer pada tahun 2026 ini.

 

Jumlah tersebut meningkat dari Tahun Anggaran 2025, di mana Pemprov Lampung telah menyalurkan 34 unit.

 

Berdasarkan data paparan Pemprov Lampung, keberadaan sarana pasca-panen ini diproyeksikan mampu menangani total produksi regional sebanyak 2.278 ton, yang terdiri dari 1.631,8 ton gabah, 516,8 ton jagung, dan 119,2 ton ubi kayu.

 

 

 

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas komoditas, menekan kadar air, hingga meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP).

 

Menurut Midi, produktivitas padi di Lampung terus menunjukkan tren positif, di mana pada tahun 2025 capaian produksi berhasil menyentuh angka 3,2 juta ton.

 

“Untuk tahun 2026 ini, target pemerintah kalau tidak salah mencapai 3,5 juta ton. Dengan nilai produksi yang begitu besar, bantuan dryer tentu sangat membantu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha,” ujar Midi Iswanto.

 

Menurut Midi, faktor paling krusial bagi petani adalah penanganan saat Gabah Kering Panen (GKP) baru saja dihasilkan. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Mengintip Kelas Kreatif Serda Ihsanudin, Oase Belajar Anak Lampung

22 Mei 2026 - 13:26 WIB

IAD Wilayah Lampung Gandeng Emak.ID Edukasi Pengelolaan Sampah dan Eco Enzyme

21 Mei 2026 - 13:30 WIB

Perwanti Lampung, Dorong Penguatan Peran Perempuan Tionghoa di Daerah

21 Mei 2026 - 07:57 WIB

Dampak Tata Guna Lahan UIN Raden Intan Lampung terhadap Holistik Pembangunan Infrastruktur Perkotaan di Bandar Lampung

13 Mei 2026 - 10:02 WIB

Setelah Puskada, Akademisi Unila Sorot Polemik Penunjukan Plh. Kadisdikbud Lamteng

13 Mei 2026 - 09:52 WIB

Mayjen Kristomie Tegaskan TNI Tak Terlibat dalam Jaringan “Love Scamming” di Lampung

11 Mei 2026 - 19:25 WIB

Trending di Berita Utama