Menu

Mode Gelap
Iyay Mirza Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa, Dorong Peran Perempuan Membangun Desa Sekdaprov Lampung Masuk 5 Besar Nominasi ADLG Awards 2026 Utang Jalan dan Kejujuran Fiskal Lampung Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei, Sosok Jenderal yang Fit & Humoris Korban Pelatihan Calon Manajer Koperasi Desa Terus Bertambah, Gus Hilmy: Hentikan Dulu Programnya, Lakukan Investigasi!

Berita Utama · 30 Apr 2026 16:54 WIB ·

DPD Perpadi Lampung Minta Bantuan Dryer Pemerintah Tepat Sasaran


 Ir. Midi Iswanto, M.H. Foto dok Perbesar

Ir. Midi Iswanto, M.H. Foto dok

radarcom.id – DPD Perhimpunan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Provinsi Lampung menilai bantuan alat pengering padi (dryer) dari pemerintah merupakan kunci krusial dalam menjaga kualitas beras di tingkat petani.

 

Ketua DPD Perpadi Provinsi Lampung, H. Midi Iswanto, MH, mengingatkan pentingnya penyaluran Bed Dryer yang tepat sasaran serta sinergi antara teknologi pasca-panen dengan kelompok tani guna mencapai target swasembada pangan.

 

Hal itu diungkapkan Midi menanggapi program hilirisasi Pemerintah Provinsi Lampung yang berencana menyalurkan bantuan hibah sebanyak 82 unit dryer pada tahun 2026 ini.

 

Jumlah tersebut meningkat dari Tahun Anggaran 2025, di mana Pemprov Lampung telah menyalurkan 34 unit.

 

Berdasarkan data paparan Pemprov Lampung, keberadaan sarana pasca-panen ini diproyeksikan mampu menangani total produksi regional sebanyak 2.278 ton, yang terdiri dari 1.631,8 ton gabah, 516,8 ton jagung, dan 119,2 ton ubi kayu.

 

 

 

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas komoditas, menekan kadar air, hingga meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP).

 

Menurut Midi, produktivitas padi di Lampung terus menunjukkan tren positif, di mana pada tahun 2025 capaian produksi berhasil menyentuh angka 3,2 juta ton.

 

“Untuk tahun 2026 ini, target pemerintah kalau tidak salah mencapai 3,5 juta ton. Dengan nilai produksi yang begitu besar, bantuan dryer tentu sangat membantu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha,” ujar Midi Iswanto.

 

Menurut Midi, faktor paling krusial bagi petani adalah penanganan saat Gabah Kering Panen (GKP) baru saja dihasilkan. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

Iyay Mirza Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa, Dorong Peran Perempuan Membangun Desa

4 Juli 2026 - 08:54 WIB

Sekdaprov Lampung Masuk 5 Besar Nominasi ADLG Awards 2026

4 Juli 2026 - 08:36 WIB

Utang Jalan dan Kejujuran Fiskal Lampung

2 Juli 2026 - 19:45 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei, Sosok Jenderal yang Fit & Humoris

30 Juni 2026 - 06:34 WIB

Ketua KNPI Lampung Nilai Polri Berhasil Rebut Kembali Hati Rakyat

29 Juni 2026 - 14:37 WIB

APINDO Lampung Memiliki Peran Strategis dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

28 Juni 2026 - 22:34 WIB

Trending di Berita Utama