Menu

Mode Gelap
Meriah, Spansa Vaganza Fun Run 75, Diikuti Ribuan Peserta, Kukuhkan Silaturahmi Lintas Alumni Marsda Dedi Saprudin Tinjau Wajah Baru TNWK, Jaga untuk Kita Membangun Dapur Bangsa, Merawat Ekonomi dari Lampung Demokrasi Sehat yang Menghargai Perbedaan Pandangan Sekdaprov Marindo: Desa-ku Maju Dapat Perhatian Khusus dari Bappenas

Berita Utama · 25 Jul 2026 06:27 WIB ·

Demokrasi Sehat yang Menghargai Perbedaan Pandangan


 Demokrasi Sehat yang Menghargai Perbedaan Pandangan Perbesar

Oleh: Jamal

Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

 

radarcom.id – Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga dari bagaimana kita menghargai perbedaan pandangan.

Belakangan ini, ruang publik kerap diwarnai dengan narasi yang mengkhawatirkan. Ada pihak yang ketika tidak sependapat dengan kritik justru menyuruh orang lain untuk pindah ke negara lain. Bahkan, tidak sedikit yang melontarkan sebutan-sebutan yang bernada menghina, seperti “londo ireng”, kepada jurnalis, wartawan, reporter, aktivis LSM, pengamat, akademisi, maupun masyarakat yang menyampaikan kritik.

 

Menurut saya, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan ruang yang dipenuhi caci maki, pelabelan, dan penghinaan. Kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran pers, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat justru menjadi salah satu pilar yang membantu mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.

 

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya memandang bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan argumentasi, data, dan diskusi yang bermartabat. Apabila ada kritik yang dianggap keliru, bantahlah dengan fakta dan penjelasan yang objektif. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi serangan terhadap identitas pribadi atau penghinaan yang dapat memperkeruh suasana.

 

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dalam ruang publik. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi hak tersebut juga harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Begitu pula dalam menanggapi kritik, setiap pihak hendaknya mengedepankan kedewasaan, bukan emosi yang berujung pada ujaran yang merendahkan.

 

Indonesia adalah negara yang dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Oleh karena itu, mari kita jadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk saling memusuhi. Demokrasi akan semakin kuat apabila setiap perbedaan disikapi dengan kepala dingin, menghormati martabat sesama, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.

 

Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, menjunjung tinggi etika, serta membangun budaya diskusi yang santun. Dengan demikian, perbedaan pendapat akan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi, bukan sumber perpecahan. (*)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Meriah, Spansa Vaganza Fun Run 75, Diikuti Ribuan Peserta, Kukuhkan Silaturahmi Lintas Alumni

25 Juli 2026 - 12:17 WIB

Marsda Dedi Saprudin Tinjau Wajah Baru TNWK, Jaga untuk Kita

25 Juli 2026 - 08:45 WIB

Membangun Dapur Bangsa, Merawat Ekonomi dari Lampung

25 Juli 2026 - 07:21 WIB

Sekdaprov Marindo: Desa-ku Maju Dapat Perhatian Khusus dari Bappenas

24 Juli 2026 - 14:11 WIB

Komitmen Pemprov Lampung Hadirkan Bahan Pokok Terjangkau, Dinas Perindag Provinsi Penetrasi Pasar di 95 Titik hingga Pekan Ketiga Juli

23 Juli 2026 - 16:28 WIB

Anak Terlindungi, Indonesia Maju

23 Juli 2026 - 07:03 WIB

Trending di Berita Utama