Menu ✖

Mode Gelap
Agus Widodo Lantik 630 Pengurus Ranting PKS se-Kota Bandar Lampung, Siap Khidmat untuk Masyarakat Dukung Kebijakan “Siswa Tak Otomatis Naik Kelas”, Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM Asap Karhutla Mulai Ganggu Masyarakat Lampung, Gubernur Mirza Berpesan Tingkatkan Kewaspadaan Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir

Berita Utama · 5 Mar 2026 09:49 WIB ·

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat


 Ilustrasi cuaca. Foto dok Perbesar

Ilustrasi cuaca. Foto dok

radarcom.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada tahun ini sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih cepat dibandingkan rerata klimatologinya.

Datangnya musim kemarau lebih awal ini disebabkan oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang saat ini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (netral) dan diprediksi akan bertahan hingga Juni 2026. Namun, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60% mulai semester kedua 2026 perlu menjadi perhatian.

“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase netral sepanjang tahun,” kata Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

 

Dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis (5/3/2026), disebutkan peralihan angin baratan atau Monsun Asia menjadi angin timuran atau Monsun Australia menjadi salah satu penanda dimulainya musim kemarau di Indonesia.

 

Wilayah Masuk Musim Kemarau April 2026

Berdasarkan catatan BMKG, tercatat ada 114 zona musim atau sekitar 16,3% wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Wilayah tersebut meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 147 kali

Baca Lainnya

Agus Widodo Lantik 630 Pengurus Ranting PKS se-Kota Bandar Lampung, Siap Khidmat untuk Masyarakat

18 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Dukung Kebijakan “Siswa Tak Otomatis Naik Kelas”, Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

18 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM

17 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Asap Karhutla Mulai Ganggu Masyarakat Lampung, Gubernur Mirza Berpesan Tingkatkan Kewaspadaan

17 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir

16 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

16 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Trending di Berita Utama