Menu

Mode Gelap
Pilrek Unila Bakal Makin Seru: Besok Giliran Prof Rudy Mendaftar Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Eksportir Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan! Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah Jangkau 108 Titik hingga 26 Agustus

Berita Utama · 5 Mar 2026 09:49 WIB ·

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat


 Ilustrasi cuaca. Foto dok Perbesar

Ilustrasi cuaca. Foto dok

radarcom.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada tahun ini sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih cepat dibandingkan rerata klimatologinya.

Datangnya musim kemarau lebih awal ini disebabkan oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang saat ini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (netral) dan diprediksi akan bertahan hingga Juni 2026. Namun, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60% mulai semester kedua 2026 perlu menjadi perhatian.

“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase netral sepanjang tahun,” kata Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

 

Dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis (5/3/2026), disebutkan peralihan angin baratan atau Monsun Asia menjadi angin timuran atau Monsun Australia menjadi salah satu penanda dimulainya musim kemarau di Indonesia.

 

Wilayah Masuk Musim Kemarau April 2026

Berdasarkan catatan BMKG, tercatat ada 114 zona musim atau sekitar 16,3% wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Wilayah tersebut meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 142 kali

Baca Lainnya

Pilrek Unila Bakal Makin Seru: Besok Giliran Prof Rudy Mendaftar

27 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Eksportir

27 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing

27 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan!

27 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah Jangkau 108 Titik hingga 26 Agustus

27 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Jelang Muktamar Jombang, Katib Syuriyah PBNU Ajak Jaga Kemandirian, Tolak Intervensi Musuh Bersama

26 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Trending di Berita Utama