Menu

Mode Gelap
Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan Harumkan Nama Lampung Bioetanol Development Centre Diluncurkan, Lampung Mulai Kembangkan Bioetanol, Pilot Project 60 KL Ditargetkan Produksi Desember Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemprov Melalui Perindag Provinsi Lampung Terus Perluas Pasar Murah  Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan Hadiri Pembukaan Pameran Tunggal Anshori Djausal di TMII Prof. Warsito Tuntaskan Tes Kesehatan Bacarek Rektor Unila 2027–2031

Berita Utama · 27 Agu 2026 08:34 WIB ·

Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan!


 Mohammad Zimmi Skil dilantik sebagai Kadis Perindag Provinsi Lampung oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan pada Februari 2026. Foto dok Perbesar

Mohammad Zimmi Skil dilantik sebagai Kadis Perindag Provinsi Lampung oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan pada Februari 2026. Foto dok

radarcom.id – Kadis Perindustrian Perdagangan (Perindag) Provinsi Lampung Mohammad Zimmi Skil, SE, MM, angkat bicara terkait adanya pemberitaan yang menyorot sola anggaran Disperindag tahun 2025.

Hal itu menanggapi sebuah pemberitaan media cetak yang menuliskan pengelolaan anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung tahun anggaran 2025 tuai sorotan. Penelusuran dokumentasi pengadaan menunjukkan sedikitnya 100 paket belanja dengan total pagu sekitar Rp16,15 miliar.

Menurut Zimmi Skil yang baru dilantik menjadi Kadis Perindag Provinsi Lampung pada Februari 2026 itu, pelaksanaan anggaran Disperindag 2025 sudah sesuai ketentuan dan tidak ada temuan.

“Tidak ada temuan, sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,” kata Mohammad Zimmi Skil, Kamis 27 Agustus 2026.

Ditambahkan Zimmi, sejak dia menjabat Kadis Perindag, selalu diawasi internal dan eksternal dan didampingi BPKP dan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Karena mulai dari saya menjabat (Kadis Perindag, Red) semua kegiatan di Perindag saya minta didampingi BPKP dan APH seperti Inspektorat, Biro Hukum, eksternal. Jadi pencegahan pelanggaran kita maksimalkan,” tegasnya.

Menurut pemberitaan, dari jumlah tersebut, dua paket belanja hibah mencatat nilai paling besar. Total keduanya mencapai Rp14,03 miliar atau hampir 87 persen dari keseluruhan pagu yang ditelusuri.

Besarnya anggaran hibah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai urgensi, ketepatan sasaran, hingga mekanisme pertanggungjawabannya.

Terlebih, kedua paket tercatat menggunakan metode e-purchasing. Metode ini pada prinsipnya ditujukan untuk mendukung proses pengadaan yang transparan dan efisien. Namun, nilai anggaran yang besar tetap membutuhkan dukungan dokumen dan pertanggungjawaban yang memadai. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

Baca Lainnya

Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan Harumkan Nama Lampung

15 September 2026 - 13:47 WIB

Bioetanol Development Centre Diluncurkan, Lampung Mulai Kembangkan Bioetanol, Pilot Project 60 KL Ditargetkan Produksi Desember

14 September 2026 - 21:34 WIB

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemprov Melalui Perindag Provinsi Lampung Terus Perluas Pasar Murah 

14 September 2026 - 10:12 WIB

Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan Hadiri Pembukaan Pameran Tunggal Anshori Djausal di TMII

12 September 2026 - 16:00 WIB

Prof. Warsito Tuntaskan Tes Kesehatan Bacarek Rektor Unila 2027–2031

11 September 2026 - 15:46 WIB

Sekdaprov Marindo Kurniawan Tekankan Proyek Perubahan PKN Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

8 September 2026 - 18:12 WIB

Trending di Berita Utama