Menu ✖

Mode Gelap
Peringati Sumpah Pemuda, SMPN 1 Bandar Lampung Luncurkan Antologi Cerpen ARUNA II Hadiri Sekolah Legislatif Unila, Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi Pemprov Lampung Raih Mandaya Award 2026 sebagai Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan TKD Naik, Siapa yang Menentukan Prioritas? Bunda Literasi Lampung Didampingi Ny. Agnesia Marindo Hadiri Pembukaan Pameran Kayu Ara 

Berita Utama · 27 Agu 2026 08:34 WIB ·

Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan!


 Mohammad Zimmi Skil dilantik sebagai Kadis Perindag Provinsi Lampung oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan pada Februari 2026. Foto dok Perbesar

Mohammad Zimmi Skil dilantik sebagai Kadis Perindag Provinsi Lampung oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan pada Februari 2026. Foto dok

radarcom.id – Kadis Perindustrian Perdagangan (Perindag) Provinsi Lampung Mohammad Zimmi Skil, SE, MM, angkat bicara terkait adanya pemberitaan yang menyorot sola anggaran Disperindag tahun 2025.

Hal itu menanggapi sebuah pemberitaan media cetak yang menuliskan pengelolaan anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung tahun anggaran 2025 tuai sorotan. Penelusuran dokumentasi pengadaan menunjukkan sedikitnya 100 paket belanja dengan total pagu sekitar Rp16,15 miliar.

Menurut Zimmi Skil yang baru dilantik menjadi Kadis Perindag Provinsi Lampung pada Februari 2026 itu, pelaksanaan anggaran Disperindag 2025 sudah sesuai ketentuan dan tidak ada temuan.

“Tidak ada temuan, sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,” kata Mohammad Zimmi Skil, Kamis 27 Agustus 2026.

Ditambahkan Zimmi, sejak dia menjabat Kadis Perindag, selalu diawasi internal dan eksternal dan didampingi BPKP dan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Karena mulai dari saya menjabat (Kadis Perindag, Red) semua kegiatan di Perindag saya minta didampingi BPKP dan APH seperti Inspektorat, Biro Hukum, eksternal. Jadi pencegahan pelanggaran kita maksimalkan,” tegasnya.

Menurut pemberitaan, dari jumlah tersebut, dua paket belanja hibah mencatat nilai paling besar. Total keduanya mencapai Rp14,03 miliar atau hampir 87 persen dari keseluruhan pagu yang ditelusuri.

Besarnya anggaran hibah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai urgensi, ketepatan sasaran, hingga mekanisme pertanggungjawabannya.

Terlebih, kedua paket tercatat menggunakan metode e-purchasing. Metode ini pada prinsipnya ditujukan untuk mendukung proses pengadaan yang transparan dan efisien. Namun, nilai anggaran yang besar tetap membutuhkan dukungan dokumen dan pertanggungjawaban yang memadai. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 100 kali

Baca Lainnya

Peringati Sumpah Pemuda, SMPN 1 Bandar Lampung Luncurkan Antologi Cerpen ARUNA II

28 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Hadiri Sekolah Legislatif Unila, Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi

27 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Pemprov Lampung Raih Mandaya Award 2026 sebagai Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

27 Oktober 2026 - 19:43 WIB

TKD Naik, Siapa yang Menentukan Prioritas?

27 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Bunda Literasi Lampung Didampingi Ny. Agnesia Marindo Hadiri Pembukaan Pameran Kayu Ara 

23 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia

23 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Trending di Berita Utama