Menu

Mode Gelap
Program Keringanan Pajak Kendaraan di Lampung Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026 PT Tanjungkarang Perberat Hukuman Dendi Ramadhona Jadi 13 Tahun, Nama Nanda Jadi Sorotan Diiringi Penghormatan Resmi, Wagub Jihan dan Sekdaprov Marindo Lepas Purnabakti dr. Edwin Rusli Dinas Perindag Provinsi Lampung Raih Predikat Terkreatif Lampung Tapis Karnaval 2026 Festival Krakatau XXXV Ditutup, Gubernur Mirza Dorong Dampak Ekonomi dan Pariwisata Makin Kuat

Berita Utama · 12 Agu 2026 19:19 WIB ·

Seperti Api Disiram Air! Jawaban Iyay Mirza Bikin Jelas Mahasiswa Terkait Jalan Rusak hingga Kesejahteraan Petani Lampung 


 Suasana PPKMB Mahasiswa Baru Unila yang bertanya ke Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di GSG Universitas Lampung yang sempat viral. Foto ist Perbesar

Suasana PPKMB Mahasiswa Baru Unila yang bertanya ke Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di GSG Universitas Lampung yang sempat viral. Foto ist

radarcom.id – Momen Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) mahasiswa baru (Maba) Universitas Lampung menjadi viral di media sosial lantaran ada pertanyaan cukup kritis kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang mengisi acara PPKAB di GSG Unila, Selasa (11/8/2026).

Bagas, mahasiswa baru FISIP Unila asal Jakarta dengan lugas bertanya kepada Gubernur Mirza tentang kerusakan jalan di Provinsi Lampung yang menurutnya berjumlah ratusan kilometer dan bagaimana langkah preventif dari Pemprov Lampung.

Mahasiswa tersebut juga menyoroti mengapa Gubernur Mirza lebih memilih Satelit Lampung-1 dibandingkan problem jalan rusak.

Sontak hal ini membuat Iyay Mirza –sapaan akrab Gubernur Lampung tersenyum. “Ini pertanyaan diskusi mahasiswa kan, yuk kita buka datanya, agar kita tahu akar permasalahannya jalan rusak dan lainnya seperti yang ditanyakan. Kita lihat indeks perkapita dan penghasilan petani dulu dan saat ini,” kata Mirza.

Diterangkan Mirza, Lampung bukan provinsi yang punya industri besar, punya tambang dan sebagainya. Lampung sepertiga Sumatera Selatan namun panjang jalannya hampir sama, penduduknya juga hampir sama sehingga banyak mobilitas .

“Lampung bukan dari industri besar, atau pertambangan, tetapi sebagian besar Lampung adalah dari pertanian, sektor komoditas pertanian kita sekitar total 15 juta ton dari padi, singkong, jagung. Dan hanya dari pajak kendaraan bermotor untuk perbaikan jalan. Jutaan ton komoditas pertanian tadi diangkut dengan mobil truk besar tronton bukan mobil kecil karena bakal rugi dan ditimpakan petani. Nah persoalannya ini menjadikan jalan di Lampung rusak,” kata Mirza mengisahkan kondisi Lampung di masa lalu.

Dilanjutkan, saat ini petani mulai menikmati hasil pertanian seperti harga gabah, jagung dan singkong menjadi lebih baik. Saat ini, anak-anak petani juga sudah mulai merasakan perubahan diantaranya orang tuanya tak lagi membayar uang komite sekolah untuk tingkat SMA.

“Kita para petani di Lampung sudah mulai menikmati kenaikan harga gabah, singkong dan jagung baru mulai 2025. Dan kami sudah lakukan perbaikan jalan ini sangat berhubungan erat dengan kesejahteraan petani itu langkah preventif kami. Dan saya pastikan untuk perbaikan dan pembangunan jalan kami tidak efisiensi,” terangnya.

Jawaban ini membuat Bagas sang penanya menjadi jelas dan disambut tepuk tangan. Pertanyaan Bagas yang sempat berapi-api berhasil dijawab dengan jelas oleh Gubernur Mirza. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya

Program Keringanan Pajak Kendaraan di Lampung Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026

1 September 2026 - 11:53 WIB

PT Tanjungkarang Perberat Hukuman Dendi Ramadhona Jadi 13 Tahun, Nama Nanda Jadi Sorotan

31 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Diiringi Penghormatan Resmi, Wagub Jihan dan Sekdaprov Marindo Lepas Purnabakti dr. Edwin Rusli

31 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Dinas Perindag Provinsi Lampung Raih Predikat Terkreatif Lampung Tapis Karnaval 2026

31 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Festival Krakatau XXXV Ditutup, Gubernur Mirza Dorong Dampak Ekonomi dan Pariwisata Makin Kuat

31 Agustus 2026 - 10:38 WIB

DSW PKS Lampung Gelar Bimtekwil Penegakan Disiplin, Dorong Budaya Disiplin dan Kepastian Hukum

29 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Trending di Berita Utama