Menu

Mode Gelap
Pangdam XXI/Radin Inten Kerahkan Prajurit Yonif TP 943/DPC untuk Bantu Pemadaman Karhutla di Way Kambas Sambut Inisiatif “Pendidikan Khas KeJogjaan”, Gus Hilmy: Momentum Membentuk Duta Budaya dari Kalangan Pelajar KAI Lampung Resmi Tutup Pendaftaran Calon Presidium Patahkan PK, Riko Minta Eksekusi Dilanjutkan Warga Sukorahayu Hibahkan Tanah Tanpa Kompensasi, Dorong Tanggul Konflik Gajah Segera Dibangun

Berita Utama · 22 Agu 2026 10:44 WIB ·

Sambut Inisiatif “Pendidikan Khas KeJogjaan”, Gus Hilmy: Momentum Membentuk Duta Budaya dari Kalangan Pelajar


 Sambut Inisiatif “Pendidikan Khas KeJogjaan”, Gus Hilmy: Momentum Membentuk Duta Budaya dari Kalangan Pelajar Perbesar

radarcom.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam meluncurkan “Pendidikan Khas keJogjaan” (PKJ) yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, termasuk di tingkat perguruan tinggi (20/8).

Senator yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut menyambut baik langkah strategis itu sebagai upaya untuk memperkuat identitas dan karakter pelajar serta mahasiswa yang menimba ilmu di Yogyakarta. Menurutnya, pendidikan ini krusial untuk menjembatani pendatang dengan kekayaan peradaban di Yogyakarta.

 

“Ini yang sudah lama kita harap-harapkan, sudah kita dorong-dorong dari dulu. Kita menyambut baik inisiatif Ngarso Dalem tentang Pendidikan Khas keJogjaan. Kami berharap kurikulumnya memadai dan memberikan ruang luas bagi segenap siswa serta mahasiswa untuk menyelami Jogja lebih dalam, baik dari sisi sejarah, bahasa, tradisi, hingga filosofi kehidupan,” ujar Gus Hilmy di Yogyakarta melalui pernyataan tertulis pada Sabtu (22/08/2026).

 

Mengutip pepatah populer, Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut menegaskan bahwa pengenalan adalah kunci utama tumbuhnya rasa memiliki.

 

“Orang Melayu bilang, ‘tak kenal, maka tak sayang’. Jika pelajar dan mahasiswa mengenal Jogja dengan karakteristiknya yang unik, mereka akan lebih hormat dan menghargai peradaban kota ini,” tambahnya.

 

Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY tersebut menekankan pentingnya pendidikan karakter ini bagi mahasiswa perantau yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Baginya, memberikan pendidikan budaya adalah bentuk penghormatan timbal balik antara warga lokal dengan para pendatang.

 

“Mereka datang dari luar Jogja, itu artinya mereka menaruh hormat pada budaya kita. Maka sudah sepantasnya kita berikan pengenalan yang benar. Kita ingin mereka menjadi ‘Duta Jogja’ yang mampu bercerita dan mempromosikan citra positif Yogyakarta saat mereka kembali ke daerah asalnya masing-masing,” jelas Gus Hilmy.

Selama ini, lanjut salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogayakarta tersebut, pengetahuan mahasiswa tentang Jogja seringkali hanya didapat dari percakapan santai di ruang publik atau angkringan. Melalui kurikulum resmi, Gus Hilmy meyakini para pelajar akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan autentik tentang Jogja yang sebenarnya.

 

“Memang, mengenal Jogja bisa dari mana saja. Dari angkringan, dari pergaulan sehari-hari, tapi jauh akan lebih baik jika penganalan dilakukan secara komprehensif. Tidak semua kota bisa melakukan ini,” tegas Gus Hilmy.

 

Lebih jauh, Gus Hilmy berharap penerapan Pendidikan Khas keJogjaan ini dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas sosial di wilayah Yogyakarta. Gus Hilmy menaruh harapan besar bahwa penanaman nilai-nilai luhur budaya dapat menjadi instrumen preventif dalam menekan angka kenakalan remaja, seperti klitih maupun penyalahgunaan narkoba.

 

“Kami optimistis, dengan pemahaman budaya yang kuat dan tertanam sejak dini di bangku pendidikan, nilai-nilai kemanusiaan dan keberadaban akan menjadi rem alami bagi generasi muda kita untuk menghindari tindakan-tindakan negatif,” pungkas Gus Hilmy. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Pangdam XXI/Radin Inten Kerahkan Prajurit Yonif TP 943/DPC untuk Bantu Pemadaman Karhutla di Way Kambas

22 Agustus 2026 - 20:57 WIB

KAI Lampung Resmi Tutup Pendaftaran Calon Presidium

22 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Patahkan PK, Riko Minta Eksekusi Dilanjutkan

21 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Warga Sukorahayu Hibahkan Tanah Tanpa Kompensasi, Dorong Tanggul Konflik Gajah Segera Dibangun

21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Ketua BK DPRD Bandar Lampung Pastikan Peristiwa Penggerebekan Anggotanya Tidak Ada

21 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Hakim Vonis Dirut PT Bismacindo Perkasa 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Smartboard

21 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Trending di Berita Utama