radarcom.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan ke Lampung untuk mempelajari penerapan program ekosistem Desaku Maju yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Lampung. Hal ini membuktikan bahwa program unggulan Mirza-Jihan ini makin menasional dan menjadi contoh keberhasilan pembangunan nasional untuk kesejahteraan masyarakat dimulai dari desa.

Delegasi Pemprov NTB terdiri dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Sekitar 20 orang dari Pemprov NTB datang untuk melihat secara langsung pelaksanaan program tersebut.
Tim NTB dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB Fathul Gani dan melibatkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. Kedatangan tim NTB diterima Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama jajaran Pemprov Lampung.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Ir. Marindo Kurniawan, ST, MM, mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan melihat bagaimana program Desaku Maju dibangun sebagai sebuah ekosistem ekonomi di tingkat desa.
“Pada prinsipnya, mereka ingin langsung melihat bagaimana implementasi program ekosistem Desaku Maju yang diterapkan di Lampung,” kata Marindo saat diwawancarai, Selasa (29/9/2026).
Menurut Marindo, Pemprov NTB tidak hanya mempelajari program secara terpisah, tetapi ingin melihat keterkaitan berbagai program yang dijalankan oleh sejumlah OPD dalam membangun ekonomi desa.
Dalam ekosistem tersebut, Dinas Pertanian berperan dalam pengembangan pupuk hayati cair. Sementara itu, proses hilirisasi melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Program tersebut juga mencakup pelatihan vokasi melalui Dinas Tenaga Kerja, pembangunan jalan desa, pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengembangan koperasi desa.
“Mereka melihat bukan partisipasi secara parsial-parsial program tersebut, tapi bagaimana seluruh program yang ada itu menjadi sebuah ekosistem ekonomi di desa,” ujar Marindo.
Melihat Implementasi di Lampung Utara
Delegasi Pemprov NTB dijadwalkan melihat langsung penerapan Desaku Maju di sejumlah desa di Lampung Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat rangkaian program mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Marindo menjelaskan, penerapan Desaku Maju di Lampung dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Pemprov Lampung melakukan percontohan atau piloting di 25 desa.
Pengembangan pupuk hayati cair juga terus diperluas. Melalui perubahan APBD, anggaran untuk program tersebut kembali dialokasikan bagi sejumlah desa.
Ke depan, Pemprov Lampung menargetkan setiap desa memiliki titik produksi pupuk hayati cair.
Dryer Ditargetkan Selesai 2027
Selain pupuk hayati cair, Pemprov Lampung juga mengembangkan fasilitas dryer untuk mengeringkan gabah basah menjadi gabah kering.
Menurut Marindo, pembangunan dryer saat ini telah mendekati tahap akhir. Pekerjaan yang tersisa diperkirakan sekitar 30 persen.
“Dan itu kita bertahap, insyaallah tahun depan selesai di 2027,” kata Marindo.
Ekosistem Desaku Maju juga mulai dikembangkan melalui distribusi rice milling unit (RMU), penyediaan pakan ternak, dan pakan ikan.
Ke depan, pengembangan ternak ayam di masing-masing desa juga direncanakan menjadi bagian dari siklus ekonomi dalam program tersebut.
Marindo mengatakan, rangkaian program itu diharapkan dapat menciptakan nilai tambah di desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Desaku Maju diarahkan tidak hanya menjadi kumpulan program sektoral, tetapi menjadi ekosistem ekonomi yang menghubungkan sektor pertanian, produksi, pengolahan, sumber daya manusia, infrastruktur, hingga kelembagaan ekonomi desa. (rci/rci)








