radarcom.id – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung (Perindag) Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Kadis Perindag Muhammad Zimmi Skil, terus menggelar penetrasi pasar bersama Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Gerakan Serentak Penetrasi Pasar (Pasar Murah) hingga 21 Juli 2026, telah dilaksanakan di 75 titik lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Foto Dinas Perindag Provinsi Lampung
“Sesuai arahan Bapak Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, kita harus turun bergerak menstabilisasi harga kebutuhan pokok dengan Pasar Murah atau penetrasi pasar ini. Hal ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi daerah,” kata Zimmi kepada media, Selasa (21/7/2026).
Menurut pria yang dikenal ramah ini, Penetrasi Pasar ini dilaksanakan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten/Kota, Satgas Pangan, serta mendapat dukungan dari Perum Bulog Kanwil Lampung, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung.
“Masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau :🔹 Minyak Goreng : Rp15.500/liter🔹 Gula Putih : Rp17.500/kg🔹 Beras SPHP : Rp58.000/5 kg🔹 Tepung Terigu : Rp9.000/kg,” tuturnya.
Pelaksanaan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di 75 Titik Lokasi terdiri dari Kabupaten Tanggamus: 5 titik, Kabupaten Mesuji : 6 titik, Kabupaten Pesawaran : 4 titik, Kabupaten Lampung Barat : 5 titik, Kabupaten Pringsewu : 4 titik, Kabupaten Tulang Bawang Barat : 4 titik, Kabupaten Pesisir Barat : 4 titik, Kabupaten Lampung Tengah : 5 titik, Kabupaten Lampung Selatan : 5 titik, Kabupaten Way Kanan : 4 titik, Kabupaten Lampung Timur : 4 titik, Kabupaten Tulang Bawang : 4 titik, Kabupaten Lampung Utara : 4 titik, Kota Metro : 5 titik, Kota Bandar Lampung : 12 titik.
“Pelaksanaan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar sepanjang Juli 2026 merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi melalui penyediaan pasokan pangan yang aman, cukup, dan merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung,” pungkasnya. (rci/rci)








