Menu ✖

Mode Gelap
Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta Usai Putusan Bebas Inkracht, Deden Cahyono Kembali Pimpin Bawaslu Mesuji PENYELUNDUPAN HUKUM: AUTOCRATIC LEGALISM, DAPATKAH DIPIDANA ? Agus Widodo Lantik 630 Pengurus Ranting PKS se-Kota Bandar Lampung, Siap Khidmat untuk Masyarakat Dukung Kebijakan “Siswa Tak Otomatis Naik Kelas”, Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

Berita Utama · 2 Mar 2026 05:34 WIB ·

Maudy Koesnaedi Jadi Pembicara di Wisuda ISI Bali


 Maudy Koesnaedi Jadi Pembicara di Wisuda ISI Bali Perbesar

radarcom.id –  Maudy Koesnaedi baru-baru ini mencuri perhatian publik saat tampil elegan mengenakan kebaya khas Betawi dalam sesi pemotretan nostalgia kemenangan None Jakarta bersama para finalis sejak 1975 sampai 2024. Paras anggunnya yang tak lekang oleh waktu, berpadu apik dengan busana tradisional yang sarat makna, membangkitkan kembali kenangan manis yang ia capai pada tahun 1993 silam.

Potret dirinya bersama para alumni None Jakarta lainnya, yang berbalut kebaya warna-warni penuh motif, diabadikan di tangga putih ikonik Balai Kota Jakarta. Momen ini menjadi bagian dalam memperingati ulang tahun Jakarta ke-498, serta sebagai penguat eksistensi kebaya sebagai simbol budaya yang harus terus dikenalkan kepada setiap generasi.

Salah satu tampilan yang paling mencolok adalah kebaya marun bermotif bunga yang dikenakan Maudy. Setiap detail kebaya, dari desain hingga aksesori pendukung, menciptakan kesan anggun khas perempuan Betawi yang kuat. Tampilan ini tentunya menginspirasi kalangan muda untuk turut melestarikan pakaian tradisional ini. Simak informasinya berikut, dirangkum Liputan6, Senin (23/6).

Dikutip dari Instagram @maudykoesnaedi, dalam rangka memperingati HUT Jakarta tahun ini, Maudy Koesnaedi tampil memikat dengan kebaya kutu baru berwarna merah marun. Warna yang kuat dan tegas ini memberikan kesan elegan namun tetap membumi, menggambarkan karakter wanita Jakarta yang anggun dan berwibawa. Tidak hanya itu, kebaya ini juga memperlihatkan kesinambungan antara tradisi dan modernitas melalui desain dan pilihan bahan yang digunakan.

Motif bunga yang mendominasi seluruh permukaan kebaya menambahkan kesan manis dan feminim. Bunga-bunga kecil berwarna pink terang memberikan kontras cantik dengan latar marun, menciptakan tampilan yang tidak hanya klasik tetapi juga segar dan menawan. Setiap motifnya tampak tersusun rapi hingga menjuntai ke bawah, memberikan efek visual yang memanjakan mata.

“Dirgahayu Kota Jakarta ke 498. Salam dari kami, para Juara 1 Abang None Jakarta yang menjadi representasi warna-warni budaya Jakarta dari tahun 1975 hingga 2024,” tulis Maudy. (irc)

Artikel ini telah dibaca 97 kali

Baca Lainnya

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

19 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Usai Putusan Bebas Inkracht, Deden Cahyono Kembali Pimpin Bawaslu Mesuji

19 Oktober 2026 - 20:11 WIB

PENYELUNDUPAN HUKUM: AUTOCRATIC LEGALISM, DAPATKAH DIPIDANA ?

19 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Agus Widodo Lantik 630 Pengurus Ranting PKS se-Kota Bandar Lampung, Siap Khidmat untuk Masyarakat

18 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Dukung Kebijakan “Siswa Tak Otomatis Naik Kelas”, Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

18 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM

17 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Trending di Berita Utama