Menu ✖

Mode Gelap
Gugatan Dikabulkan, Riko dan Widho Sebut Alas Hak Tergugat Bermasalah  Pendidikan dan Pelatihan Paralegal LABHI-SN dan Setyanegara Institute Digelar 24 Oktober Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Berita Utama · 2 Mar 2026 05:34 WIB ·

Maudy Koesnaedi Jadi Pembicara di Wisuda ISI Bali


 Maudy Koesnaedi Jadi Pembicara di Wisuda ISI Bali Perbesar

radarcom.id –  Maudy Koesnaedi baru-baru ini mencuri perhatian publik saat tampil elegan mengenakan kebaya khas Betawi dalam sesi pemotretan nostalgia kemenangan None Jakarta bersama para finalis sejak 1975 sampai 2024. Paras anggunnya yang tak lekang oleh waktu, berpadu apik dengan busana tradisional yang sarat makna, membangkitkan kembali kenangan manis yang ia capai pada tahun 1993 silam.

Potret dirinya bersama para alumni None Jakarta lainnya, yang berbalut kebaya warna-warni penuh motif, diabadikan di tangga putih ikonik Balai Kota Jakarta. Momen ini menjadi bagian dalam memperingati ulang tahun Jakarta ke-498, serta sebagai penguat eksistensi kebaya sebagai simbol budaya yang harus terus dikenalkan kepada setiap generasi.

Salah satu tampilan yang paling mencolok adalah kebaya marun bermotif bunga yang dikenakan Maudy. Setiap detail kebaya, dari desain hingga aksesori pendukung, menciptakan kesan anggun khas perempuan Betawi yang kuat. Tampilan ini tentunya menginspirasi kalangan muda untuk turut melestarikan pakaian tradisional ini. Simak informasinya berikut, dirangkum Liputan6, Senin (23/6).

Dikutip dari Instagram @maudykoesnaedi, dalam rangka memperingati HUT Jakarta tahun ini, Maudy Koesnaedi tampil memikat dengan kebaya kutu baru berwarna merah marun. Warna yang kuat dan tegas ini memberikan kesan elegan namun tetap membumi, menggambarkan karakter wanita Jakarta yang anggun dan berwibawa. Tidak hanya itu, kebaya ini juga memperlihatkan kesinambungan antara tradisi dan modernitas melalui desain dan pilihan bahan yang digunakan.

Motif bunga yang mendominasi seluruh permukaan kebaya menambahkan kesan manis dan feminim. Bunga-bunga kecil berwarna pink terang memberikan kontras cantik dengan latar marun, menciptakan tampilan yang tidak hanya klasik tetapi juga segar dan menawan. Setiap motifnya tampak tersusun rapi hingga menjuntai ke bawah, memberikan efek visual yang memanjakan mata.

“Dirgahayu Kota Jakarta ke 498. Salam dari kami, para Juara 1 Abang None Jakarta yang menjadi representasi warna-warni budaya Jakarta dari tahun 1975 hingga 2024,” tulis Maudy. (irc)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

Baca Lainnya

Gugatan Dikabulkan, Riko dan Widho Sebut Alas Hak Tergugat Bermasalah 

28 September 2026 - 14:56 WIB

Pendidikan dan Pelatihan Paralegal LABHI-SN dan Setyanegara Institute Digelar 24 Oktober

27 September 2026 - 15:05 WIB

Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda

27 September 2026 - 13:21 WIB

Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman

27 September 2026 - 09:05 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

27 September 2026 - 05:58 WIB

MENAKAR UPAYA DISKUALIFIKASI WAPRES GIBRAN MELALUI MAHKAMAH KONSTITUSI

25 September 2026 - 08:06 WIB

Trending di Berita Utama