Menu ✖

Mode Gelap
LASQI NJ Gelar Festival Qasidah, Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung pada Oktober 2026 Gugatan Dikabulkan, Riko dan Widho Sebut Alas Hak Tergugat Bermasalah  Pendidikan dan Pelatihan Paralegal LABHI-SN dan Setyanegara Institute Digelar 24 Oktober Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman

Berita Utama · 18 Agu 2026 17:27 WIB ·

Ade Utami: Patriotisme Hari Ini Bukan Angkat Senjata, tapi Angkat Persoalan Rakyat


 Ade Utami: Patriotisme Hari Ini Bukan Angkat Senjata, tapi Angkat Persoalan Rakyat Perbesar

radarcom.id — Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, tantangan patriotisme telah berubah. Jika para pejuang dahulu mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka generasi hari ini dituntut mengangkat persoalan rakyat, mencari jalan keluarnya, dan memastikan kemerdekaan benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ketua DPW PKS Lampung H. Ade Utami Ibnu dalam peringatan HUT ke-81 RI di pelataran DPW PKS Lampung.

Ade menegaskan, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni dan simbol kebangsaan. “**Kemerdekaan bukan sekadar usia, bukan sekadar upacara, bukan sekadar bendera yang kita kibarkan. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan nyata rakyat**,” tegasnya. Karena itu, ia mengajak kader melihat kemerdekaan dari persoalan konkret: kesejahteraan petani dan nelayan, kesempatan ekonomi masyarakat desa, kualitas pelayanan publik, hingga masa depan generasi muda.

Menurut Ade, cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur harus dimulai dari daerah. Lampung, dengan kekuatan pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan sumber daya manusianya, memiliki peran strategis dalam membangun kedaulatan Indonesia. Kemajuan daerah, katanya, tidak boleh hanya terlihat dalam angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus bermuara pada pendapatan, kesempatan kerja, dan kehidupan rakyat yang lebih baik.

Karena itu, Ade menegaskan politik harus dikembalikan pada fungsi utamanya: **menyelesaikan persoalan rakyat**. PKS, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi bagian dari politik Lampung, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Politik gagasan, pelayanan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan generasi muda, serta kepemimpinan yang bersih dan profesional harus diwujudkan dalam kerja yang memiliki dampak nyata.

Momentum kemerdekaan juga menjadi pijakan Ade untuk menyerukan lima gerakan PKS Lampung: politik gagasan, hadir melayani, pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan generasi muda, serta kepemimpinan bersih dan profesional. Ia mengingatkan kader agar tidak menunggu jabatan, momentum politik, atau pujian untuk berbuat. “Hadir sebelum diminta. Bekerja sebelum dipuji. Membantu tanpa menunggu momentum,” ujarnya.

Pada akhirnya, Ade mengajak kader mengukur pengabdian bukan dari jabatan yang berhasil diraih, melainkan dari manfaat yang tetap dirasakan masyarakat setelah amanah berakhir. “Jangan kita tanyakan hanya, ‘Apa yang sudah kita dapatkan dari Lampung?’ Tetapi: ‘Apa yang sudah kita berikan untuk Lampung?’

” Dari Lampung, ia menyerukan agar semangat kemerdekaan diterjemahkan menjadi kerja, pelayanan, keberpihakan kepada rakyat, dan kontribusi nyata untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (rls/Iis)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

LASQI NJ Gelar Festival Qasidah, Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung pada Oktober 2026

29 September 2026 - 08:22 WIB

Gugatan Dikabulkan, Riko dan Widho Sebut Alas Hak Tergugat Bermasalah 

28 September 2026 - 14:56 WIB

Pendidikan dan Pelatihan Paralegal LABHI-SN dan Setyanegara Institute Digelar 24 Oktober

27 September 2026 - 15:05 WIB

Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda

27 September 2026 - 13:21 WIB

Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman

27 September 2026 - 09:05 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

27 September 2026 - 05:58 WIB

Trending di Berita Utama