Menu

Mode Gelap
Dr. Marindo: Pesantren Diharapkan Adaptif dengan Perkembangan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri dr. Relly Reagen Komisaris Biofarma Resmi Membuka Perwakin: Dorong Paket Wisata Olahraga Guna Mewujudkan Indonesia Sehat Pemprov Lampung Bantah Tuduhan LSM Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan Soal Keamanan Data Satelit Lampung-1, BRIN Jamin Aman Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Gandeng Lembaga ANRI

Berita Utama · 3 Agu 2026 17:20 WIB ·

Majelis Ilmu Menyatukan Perbedaan, PKS Lampung Hadirkan Ulama Damaskus Perkuat Ukhuwah dan Tradisi Keilmuan


 Majelis Ilmu Menyatukan Perbedaan, PKS Lampung Hadirkan Ulama Damaskus Perkuat Ukhuwah dan Tradisi Keilmuan Perbesar

radarcom.id — Di tengah menguatnya tantangan dakwah dan beragamnya dinamika umat, sebuah pemandangan yang jarang tersaji terlihat di Gedung Serbaguna (GSG) DPW PKS Lampung lantai dua.

Para ulama, asatidz, dai, dan penuntut ilmu dari berbagai latar belakang hadir dalam satu majelis tanpa sekat, mengikuti Dauroh Ilmu Mantiq bersama Sheikh Abdur Razzaq An Najm, ulama asal Damaskus, Suriah. Bukan sekadar forum kajian, pertemuan ini menjadi pesan kuat bahwa ilmu adalah bahasa yang mampu menyatukan umat, melampaui perbedaan organisasi maupun latar belakang dakwah.

 

Ketua DPW PKS Lampung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, menyampaikan bahwa menghadirkan ulama internasional merupakan ikhtiar untuk memperkuat ekosistem keilmuan Islam di Lampung.

Menurutnya, kemajuan umat tidak hanya ditentukan oleh banyaknya aktivitas dakwah, tetapi juga oleh kuatnya tradisi belajar, penghormatan kepada ulama, serta kemampuan membangun persaudaraan di atas nilai-nilai ilmu.

“Kami ingin PKS menjadi ruang yang mempertemukan para ulama dan asatidz untuk saling menguatkan. Ketika para pewaris ilmu duduk bersama dalam satu majelis, yang tumbuh bukan hanya pengetahuan, tetapi juga ukhuwah yang menjadi fondasi kekuatan umat,” ujarnya.

 

Ade menambahkan, kegiatan ini menjadi istimewa karena terselenggara melalui sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan Muzzammil Yusuf, yang turut mendorong lahirnya ruang-ruang pembinaan umat melalui majelis ilmu. Ia berharap dauroh ini menjadi langkah awal yang terus berlanjut dengan menghadirkan para masyayikh dari Timur Tengah untuk mengkaji kitab-kitab turats secara berkesinambungan. Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan tradisi keilmuan Islam yang terbuka, inklusif, dan berakar kuat pada khazanah keilmuan para ulama.

 

Ketua Pelaksana, Budi Suseno, menjelaskan bahwa penyelenggaraan dauroh memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menghimpun para ulama dan asatidz di Provinsi Lampung dalam satu majelis ilmu sebagai ruang silaturahmi dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

Kedua, mempererat sinergi antarpendakwah sehingga dakwah di Lampung dapat berjalan semakin harmonis dan saling menguatkan.

Ketiga, memperdalam pemahaman mengenai ilmu mantiq sebagai fondasi penting dalam memahami disiplin-disiplin ilmu Islam secara runtut, logis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, penguasaan ilmu mantiq menjadi bekal penting bagi para penuntut ilmu dalam membaca dan memahami literatur klasik para ulama.

 

Pemilihan ilmu mantiq sebagai tema dauroh menunjukkan perhatian terhadap akar persoalan yang dihadapi umat saat ini. Di tengah derasnya arus informasi, munculnya beragam pendapat keagamaan, dan cepatnya penyebaran narasi di ruang digital, umat membutuhkan fondasi berpikir yang benar sebelum melangkah pada perbedaan pandangan.

Tradisi keilmuan Islam sejak dahulu membangun kekuatan umat melalui metodologi, adab, dan sanad ilmu. Karena itu, menghadirkan ulama yang memiliki otoritas keilmuan dari Timur Tengah bukan hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi talaqqi yang menjadi ciri khas pendidikan Islam.

 

Dari GSG DPW PKS Lampung lantai dua, pesan yang mengemuka hari itu bukan sekadar tentang sebuah dauroh, melainkan tentang harapan lahirnya tradisi baru di Lampung: tradisi yang menjadikan ilmu sebagai perekat persaudaraan.

Ketika para ulama dipertemukan dalam satu majelis, yang dibangun bukan hanya forum akademik, tetapi juga kepercayaan, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk melayani umat. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh melalui dauroh-dauroh berikutnya, sehingga Lampung semakin dikenal sebagai daerah yang memuliakan ulama, menghidupkan majelis ilmu, dan menguatkan ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi kemajuan umat. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Dr. Marindo: Pesantren Diharapkan Adaptif dengan Perkembangan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri

9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

dr. Relly Reagen Komisaris Biofarma Resmi Membuka Perwakin: Dorong Paket Wisata Olahraga Guna Mewujudkan Indonesia Sehat

8 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Pemprov Lampung Bantah Tuduhan LSM Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan

7 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Soal Keamanan Data Satelit Lampung-1, BRIN Jamin Aman

7 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

6 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Gandeng Lembaga ANRI

5 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Trending di Berita Utama