Menu

Mode Gelap
Sekdaprov Marindo Kurniawan Tekankan Proyek Perubahan PKN Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Latansa 2026, PKS Lampung Siapkan 900 Kader Perempuan yang Bugar, Siaga, dan Siap Berkontribusi PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik Ketua FPKS Agus Widodo Ajak Seluruh Elemen Masyarakat dan Pemerintah Gelar Salat Istisqa’ Dr. Marindo: Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Utama · 3 Mar 2026 04:59 WIB ·

Lampung Terus Berhasil Kendalikan Inflasi, Februari Terendah Kedua Se Indonesia


 Lampung Terus Berhasil Kendalikan Inflasi, Februari Terendah Kedua Se Indonesia Perbesar

radarcom.id — Meski terjadi peningkatan permintaan selama Ramadan, stabilitas harga bahan pokok di Provinsi Lampung tetap terjaga.

‎Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti Pemerintah Provinsi Lampung secara virtual dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Bandarlampung, Selasa (3/3/2026).

‎Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah seluruh Indonesia tersebut memaparkan perkembangan inflasi terkini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

‎Berdasarkan paparan BPS, inflasi Provinsi Lampung secara bulanan (month to month) pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,36%, lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi nasional yang mencapai 0,68%. Kondisi ini menunjukkan harga komoditas di Lampung relatif terkendali meskipun terjadi peningkatan permintaan selama Ramadan.

‎Adapun Inflasi nasional secara tahunan (year on year/y-o-y) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76%. Pada periode yang sama, inflasi tahunan Provinsi Lampung sebesar 2,95%, menjadi yang terendah di Sumatera dan terendah kedua secara nasional.

‎Sejumlah komoditas yang memengaruhi inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, dan ikan segar. Peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan turut memberikan tekanan pada beberapa komoditas pangan.

‎Di Lampung, berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu keempat Februari 2026 dari SP2KP, angka IPH tercatat sebesar 0,93%. Adapun komoditas yang memberikan andil kenaikan harga antara lain cabai rawit, daging sapi, dan cabai merah.

‎Sekjen Kemendagri menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga hingga Hari Raya Idulfitri melalui pemantauan langsung terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga.

‎“Kondisi yang sudah baik ini kita pertahankan sampai Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

‎Upaya pengendalian inflasi tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan harga bahan pokok tetap stabil sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

Baca Lainnya

Sekdaprov Marindo Kurniawan Tekankan Proyek Perubahan PKN Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

8 September 2026 - 18:12 WIB

Latansa 2026, PKS Lampung Siapkan 900 Kader Perempuan yang Bugar, Siaga, dan Siap Berkontribusi

7 September 2026 - 22:14 WIB

PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik

7 September 2026 - 18:05 WIB

Ketua FPKS Agus Widodo Ajak Seluruh Elemen Masyarakat dan Pemerintah Gelar Salat Istisqa’

7 September 2026 - 09:00 WIB

Dr. Marindo: Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

6 September 2026 - 13:16 WIB

SMA YP Unila Gelar Smanila Run, Meriahkan Youth Project IX dengan Ribuan Peserta

6 September 2026 - 12:39 WIB

Trending di Berita Utama