Menu

Mode Gelap
MBA Lampung Jadi Program Percontohan Nasional, Siapkan Lahirnya Pengusaha-Pengusaha Baru Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri Tahun 2026: Menguatkan Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi dalam Era Global Pemprov Lampung Ukir Prestasi Kepegawaian, Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN Di Balik Laporan yang Wajar  Hantu Kurs Dolar

Berita Utama · 5 Apr 2026 20:18 WIB ·

HIPMI Lamtim: Festival HUT Bukan Pemborosan, Tapi Mesin Perputaran Ekonomi Rakyat


 HIPMI Lamtim: Festival HUT Bukan Pemborosan, Tapi Mesin Perputaran Ekonomi Rakyat Perbesar

radarcom.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lampung Timur yang akan digelar pada pertengahan April 2026 sempat memunculkan sejumlah diskusi di tengah masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lampung Timur, Fitra Aditya Irsyam, mengajak seluruh pihak untuk melihat esensi perayaan ini sebagai momentum besar kebangkitan ekonomi daerah.

“Respons cepat Pemkab soal logo patut kita hargai. Artinya pemerintah sangat terbuka dan mendengar aspirasi masyarakat. Nah, karena urusan simbolik sudah diselesaikan dengan baik, sekarang saatnya kita fokus mendukung hajat hidup orang banyak, yaitu perekonomian masyarakat,” jelas Aditya, Minggu (5/4/2026).

Menanggapi anggapan bahwa rangkaian acara membebani anggaran dan sentralisasi festival di Bandar Sribhawono dinilai kurang tepat, Aditya justru memiliki pandangan berbeda. Sebagai representasi pelaku usaha, ia menilai penempatan Festival Pasar 1001 Malam dan Pameran 2000 UMKM di Bandar Sribhawono merupakan langkah pemerataan yang sangat cerdas.

“Kita harus melihat ini dari sisi perputaran uang dan keadilan wilayah. Bandar Sribhawono sejak dulu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Lampung Timur. Menggelar acara besar di sana berarti kita sedang menyuntikkan energi ekonomi ke pasar. Kita sedang membela para pedagang sosis bakar, penjual es teh, pedagang baju, hingga para penyedia jasa lainnya yang sangat menantikan keramaian festival tersebut untuk mengais rezeki. Ini bukan pemborosan, ini murni pemerataan ekonomi kerakyatan,” paparnya.

Menurut Aditya, Lampung Timur adalah kabupaten yang luas, sehingga kebijakan membagi titik pusat kegiatan merupakan bentuk keadilan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai wilayah.

“Pemkab sudah sangat adil. Sukadana tetap tegak sebagai marwah ibu kota. Di sana difokuskan untuk acara inti seperti Upacara Puncak dan program pelayanan langsung menyentuh masyarakat, seperti pelayanan kesehatan gratis. Jadi, Sukadana menjadi pusat pelayanan dan pemerintahan, sementara Sribhawono menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat. Keduanya berjalan beriringan dan saling melengkapi,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut positif HUT Lampung Timur ke-27 ini.

“Pesta ini adalah pestanya rakyat. Pedagang kita sangat butuh panggung dan keramaian untuk bangkit kembali. Masyarakat butuh hiburan dan ruang interaksi. Mari kita dukung penuh kegiatan ini agar perputaran uang benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah di Lampung Timur,” pungkasnya. (rls/Iis)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya

MBA Lampung Jadi Program Percontohan Nasional, Siapkan Lahirnya Pengusaha-Pengusaha Baru

7 Juni 2026 - 21:30 WIB

Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri Tahun 2026: Menguatkan Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi dalam Era Global

6 Juni 2026 - 19:29 WIB

Pemprov Lampung Ukir Prestasi Kepegawaian, Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN

6 Juni 2026 - 17:39 WIB

Di Balik Laporan yang Wajar 

5 Juni 2026 - 17:36 WIB

Hantu Kurs Dolar

5 Juni 2026 - 06:53 WIB

Sekdaprov Marindo Kurniawan Terima Silaturahmi Pendekar Banten Tegaskan Komitmen Bela Bangsa dan Dukung Pembangunan

4 Juni 2026 - 06:59 WIB

Trending di Berita Utama