Menu

Mode Gelap
Pilrek Unila Bakal Makin Seru: Besok Giliran Prof Rudy Mendaftar Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Eksportir Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan! Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah Jangkau 108 Titik hingga 26 Agustus

Berita Utama · 31 Jan 2023 21:53 WIB ·

Dekan FMIPA Unila Mengakui Beri Rp60 juta ke Karomani dari Efisiensi


 Sidang lanjutan kasus suap PMB Unila Tahun 2022 atas terdakwa Karomani, Heryandi, M Basri yang menghadirkan tiga saksi, yakni Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Unila Budiono (kiri), Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa (kanan), dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila (tengah) Suripto Dwi Yuwono, di Bandarlampung, Selasa (31/1/2023). ANTARA/Dian Hadiyatna. Perbesar

Sidang lanjutan kasus suap PMB Unila Tahun 2022 atas terdakwa Karomani, Heryandi, M Basri yang menghadirkan tiga saksi, yakni Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Unila Budiono (kiri), Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa (kanan), dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila (tengah) Suripto Dwi Yuwono, di Bandarlampung, Selasa (31/1/2023). ANTARA/Dian Hadiyatna.

radarcom.id – Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengakui bahwa pernah memberikan uang sebesar Rp60 juta kepada mantan Rektor Unila Karomani dan wakil rektor dari efisiensi keuangan fakultas.

 

“Ya, benar sesuai BAP, pernah memberikan uang kepada Karomani dan wakil.rektor sebesar Rp60 juta dari efisiensi keuangan yang berasal dari kegiatan Fakultas MIPA,” kata Dekan FMIPA Unila Suripto Dwi Yuwono, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa.

 

Ia mengatakan bahwa uang tersebut diberikan kepada Karomani dan Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III serta Wakil Rektor IV pada saat akhir tahun dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

Masing-masing, Dekan FMIPA tersebut memberikan uang Rp30 juta pada akhir tahun dan Rp30 juta menjelang Lebaran.

 

Selain itu, dirinya juga mengakui akan memberikan uang untuk menyumbang pembangunan Lampung Nahdliyin Center (LNC) ke Karomani sebesar Rp50 juta.

 

“Yang Rp50 juta untuk LNC ini dari uang pribadi saya sendiri. Ini juga saya memberikan atas inisiatif sendiri,” kata dia.

 

Dalam persidangan lanjutan atas tiga terdakwa kasus suap Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila Tahun 2022 yakni Karomani, Heryandi, dan M Basri tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menghadirkan lima saksi, namun yang hadir hanya tiga, yakni Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Unila Budiyono, Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa, dan Dekan FMIPA Unila Suripto Dwi Yuwono.

 

Sedangkan, dua saksi yang dijadwalkan namun tidak hadir dalam sidang tersebut yakni, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Tjitjik Sri Tjahjandarie dan Dosen Universitas Syiah Kuala Ahmad Nizam. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Pilrek Unila Bakal Makin Seru: Besok Giliran Prof Rudy Mendaftar

27 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Eksportir

27 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing

27 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan!

27 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah Jangkau 108 Titik hingga 26 Agustus

27 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Jelang Muktamar Jombang, Katib Syuriyah PBNU Ajak Jaga Kemandirian, Tolak Intervensi Musuh Bersama

26 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Trending di Berita Utama