Menu

Mode Gelap
Pilrek Unila Bakal Makin Seru: Besok Giliran Prof Rudy Mendaftar Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Eksportir Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan! Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah Jangkau 108 Titik hingga 26 Agustus

Berita Utama · 17 Nov 2022 10:12 WIB ·

Budiyono “Nyanyi” Ungkap Peran Sekda Way Kanan Saipul Dalam Korupsi Unila


 Ketua Satuan Pengendali Internal (SPI) Unila yang juga Tenaga Ahli di Pemkab Way Kanan, Budiyono (duduk di kursi). Foto Istimewa Perbesar

Ketua Satuan Pengendali Internal (SPI) Unila yang juga Tenaga Ahli di Pemkab Way Kanan, Budiyono (duduk di kursi). Foto Istimewa

radarcom.id – Gurita kasus korupsi Unila terus bergulir di persidangan. Peran Sekda Way Kanan, Saipul dalam korupsi Unila diungkap Budiyono yang bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Andi Desfiandi.

Sebagai informasi, Budiyono berstatus sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Pengendali Internal (SPI) Unila. Budiyono diketahui dihadirkan oleh JPU KPK untuk bersaksi di ruang persidangan pada PN Tipikor Tanjungkarang.

Terungkapnya sosok Sekda Way Kanan, Saipul dalam sidang ini berkat pertanyaan yang dilontarkan JPU KPK, Agung Satrio Wibowo.

Budiyono dicecar pertanyaan mengenai apakah dia pernah menerima titipan mahasiswa dari para pihak atau tidak. ”Pernah,” jawab Budiyono kepada JPU KPK, Agung Satrio Wibodo pada 16 November 2022.

Menurut Budiyono, terdapat tiga orang yang menitipkan nama kepadanya untuk dapat berkuliah di Unila. Adapun Budiyono bersaksi dalam kasus korupsi penerimaan suap atas penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila untuk tahun 2022.

Budiyono mengatakan bahwa dirinya sebagai Tenaga Ahli di Pemkab Way Kanan mendapat titipan calon mahasiswa dari dua orang yang berasal dari Kabupaten Way Kanan.

Mereka ialah Saipul. Penegasan tentang status Saipul sebagai Sekda Way Kanan disampaikannya saat dikonfirmasi KIRKA.CO. Dia membenarkan bahwa Saipul yang ia maksud adalah pejabat tinggi di Way Kanan.

Selain Saipul, ia juga menyebut nama Nuryadin. Namun, terhadap profil Nuryadin tak dia beberkan ketika di ruang sidang.

Selanjutnya, penitip calon mahasiswa kepadanya ialah Bambang Hartono. Terhadap nama ini, Budiyono pun belum membeberkan profilnya. Namun begitu, Bambang Hartono disebutnya menitipkan anaknya sendiri yang sudah mendaftar di Fakultas Farmasi Unila.

“Pada saat itu saya di rumah, didatangkan kawan, kebetulan saya tenaga ahli di Kabupaten Way Kanan. Menyampaikan bahwasanya ini adalah ponakan beliau. Dan dia mengatakan kesanggupan untuk menyumbang Rp250 juta SPI, Sumbangan Pembangunan Institusi,” kata Budiyono kepada Agung Satrio Wibowo.

”Saya bilang, saya tidak punya kewenangan, cuma saya akan coba sampaikan kepada pimpinan dalam hal ini, kebetulan saya menyampaikan ke pak Heryandi,” tambahnya lagi. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Pilrek Unila Bakal Makin Seru: Besok Giliran Prof Rudy Mendaftar

27 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Eksportir

27 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing

27 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Anggaran Disperindag Lampung Disorot Carut Marut, Kadis Perindag: Sudah Diperiksa BPK Tak Ada Temuan!

27 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah Jangkau 108 Titik hingga 26 Agustus

27 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Jelang Muktamar Jombang, Katib Syuriyah PBNU Ajak Jaga Kemandirian, Tolak Intervensi Musuh Bersama

26 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Trending di Berita Utama