Menu

Mode Gelap
733 Siswa dari 98 SMP Adu Bakat Islami di Pentas PAI Bandar Lampung 2026 Publik Lampung Puas terhadap Kinerja Gubernur Mirza 81,75 Persen, Jihan 80,38 Persen Prabowo Pangkas Transfer Daerah karena Anggaran Tak Terserap Optimal Pemprov Lampung Perluas Tim Inisiatif Karbon, Bidik Ekonomi Blue-Green Bapanas: 25 Merek Beras Fortifikasi Culas Berhenti Produksi-ditarik

Berita Utama · 17 Nov 2022 10:12 WIB ·

Budiyono “Nyanyi” Ungkap Peran Sekda Way Kanan Saipul Dalam Korupsi Unila


 Ketua Satuan Pengendali Internal (SPI) Unila yang juga Tenaga Ahli di Pemkab Way Kanan, Budiyono (duduk di kursi). Foto Istimewa Perbesar

Ketua Satuan Pengendali Internal (SPI) Unila yang juga Tenaga Ahli di Pemkab Way Kanan, Budiyono (duduk di kursi). Foto Istimewa

radarcom.id – Gurita kasus korupsi Unila terus bergulir di persidangan. Peran Sekda Way Kanan, Saipul dalam korupsi Unila diungkap Budiyono yang bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Andi Desfiandi.

Sebagai informasi, Budiyono berstatus sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Pengendali Internal (SPI) Unila. Budiyono diketahui dihadirkan oleh JPU KPK untuk bersaksi di ruang persidangan pada PN Tipikor Tanjungkarang.

Terungkapnya sosok Sekda Way Kanan, Saipul dalam sidang ini berkat pertanyaan yang dilontarkan JPU KPK, Agung Satrio Wibowo.

Budiyono dicecar pertanyaan mengenai apakah dia pernah menerima titipan mahasiswa dari para pihak atau tidak. ”Pernah,” jawab Budiyono kepada JPU KPK, Agung Satrio Wibodo pada 16 November 2022.

Menurut Budiyono, terdapat tiga orang yang menitipkan nama kepadanya untuk dapat berkuliah di Unila. Adapun Budiyono bersaksi dalam kasus korupsi penerimaan suap atas penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila untuk tahun 2022.

Budiyono mengatakan bahwa dirinya sebagai Tenaga Ahli di Pemkab Way Kanan mendapat titipan calon mahasiswa dari dua orang yang berasal dari Kabupaten Way Kanan.

Mereka ialah Saipul. Penegasan tentang status Saipul sebagai Sekda Way Kanan disampaikannya saat dikonfirmasi KIRKA.CO. Dia membenarkan bahwa Saipul yang ia maksud adalah pejabat tinggi di Way Kanan.

Selain Saipul, ia juga menyebut nama Nuryadin. Namun, terhadap profil Nuryadin tak dia beberkan ketika di ruang sidang.

Selanjutnya, penitip calon mahasiswa kepadanya ialah Bambang Hartono. Terhadap nama ini, Budiyono pun belum membeberkan profilnya. Namun begitu, Bambang Hartono disebutnya menitipkan anaknya sendiri yang sudah mendaftar di Fakultas Farmasi Unila.

“Pada saat itu saya di rumah, didatangkan kawan, kebetulan saya tenaga ahli di Kabupaten Way Kanan. Menyampaikan bahwasanya ini adalah ponakan beliau. Dan dia mengatakan kesanggupan untuk menyumbang Rp250 juta SPI, Sumbangan Pembangunan Institusi,” kata Budiyono kepada Agung Satrio Wibowo.

”Saya bilang, saya tidak punya kewenangan, cuma saya akan coba sampaikan kepada pimpinan dalam hal ini, kebetulan saya menyampaikan ke pak Heryandi,” tambahnya lagi. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 116 kali

Baca Lainnya

733 Siswa dari 98 SMP Adu Bakat Islami di Pentas PAI Bandar Lampung 2026

18 September 2026 - 17:15 WIB

Publik Lampung Puas terhadap Kinerja Gubernur Mirza 81,75 Persen, Jihan 80,38 Persen

18 September 2026 - 14:26 WIB

Prabowo Pangkas Transfer Daerah karena Anggaran Tak Terserap Optimal

16 September 2026 - 20:56 WIB

Pemprov Lampung Perluas Tim Inisiatif Karbon, Bidik Ekonomi Blue-Green

16 September 2026 - 20:28 WIB

Bapanas: 25 Merek Beras Fortifikasi Culas Berhenti Produksi-ditarik

15 September 2026 - 23:39 WIB

Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan Harumkan Nama Lampung

15 September 2026 - 13:47 WIB

Trending di Berita Utama