radarcom.id – Peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, pada 20 Agustus 2026 mengejutkan dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Seakan berulang dari kasus Universitas Lampung dengan OTT mantan Rektor Karomani, OTT Unsoed seakan membuka trauma mendalam atas ulah Karomani Cs, yang mencoreng nama baik pendidikan Provinsi Lampung.
Belakangan, OTT KPK di Unsoed bertepatan dengan proses Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Lampung melalui Pemilihan Rektor (Pilrek) yang dihelat hingga akhir tahun ini. Tentu ini menjadi alarm keras bagi Pilrek Unila, jangan sampai Unila “jatuh di lubang yang sama” terkait praktik koruptif.
“Ini menjadi alarm keras Pilrek Unila. OTT KPK di Unsoed seakan membuka trauma mendalam Lampung akan tercorengnya di lembaga yang sangat berpendidikan yakni Kampus Unila,” kata Rahmat alumni Unila yang kini berkiprah di Jakarta, 22 Agustus 2026.
Menurut Rahmat yang juga punya jaringan aktivis di Jakarta itu, sejumlah nama yang maju mendaftar sebagai Bacarek harus klir agar jangan mengulang kasus Karomani.
Meskipun tidak dinyatakan sebagai tersangka, imbuh dia, sebagai saksi dan “turut serta” dalam relasi kuasa praktik koruptif adalah sebuah rangkaian yang jangan sampai diberi kekuasaan memimpin Unila.
“Kalau terlibat diperiksa meskipun saksi, kita akan ditertawakan Kampus lain, kok lingkaran Karomani bisa lolos lagi. Unila jangan sampai jatuh di lubang yang sama. Unila banyak sekali temuannya mulai dari dugaan korupsi LPPM yang masih terus didesak untuk dituntaskan di Aparat Penegak Hukum (APH) juga dugaan kongkalikong proyek RSPTN Unila yang diduga melibatkan Rektor, Warek juga pernah dilaporkan ke APH soal RSPTN ini. Cek saja di jejak digital, pasti banyak,” tuturnya.
Lalu, terus pria yang aktif di dunia digital ini, munculnya sejumlah saksi Karomani di Pilrek kali ini membuat publik menyayangkan.
“Jika muncul nama seperti Bacarek yang pernah menjadi saksi kasus korupsi Karomani, kok sepertinya Unila nggak ada lagi tah calon dengan track record yang lebih bersih? Miris kita melihatnya. Apalagi kalau melihat jejak digital, di persidangan menyatakan pernah bertahun-tahun menitip mahasiswa,” terangnya.
Untuk diketahui, pendaftaran Bakal Calon Rektor Universitas Lampung sudah mulai dibuka. Pendaftaran bakal calon Rektor dibuka 14 Agustus sampai 4 September 2026 di Sekretariat Panitia, Gedung Rektorat Unila Lantai 3. (rls/Iis)








