Menu ✖

Mode Gelap
Lantik Dirut RSUDAM, Sekdaprov Dr. Marindo Beri Pesan Khusus: Penting Tingkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan! ITERA Didorong Jadi Mesin Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung Lewat Seni Islami, Pemprov Lampung Dorong Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter Sekdaprov Marindo Bersama Gubernur Mirza Bahas Percepatan Pemerataan Akses Listrik di Lampung  Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk untuk Dukung Pertanian dan Ketahanan Pangan

Berita Utama · 21 Agu 2026 15:54 WIB ·

Warga Sukorahayu Hibahkan Tanah Tanpa Kompensasi, Dorong Tanggul Konflik Gajah Segera Dibangun


 Warga Sukorahayu Hibahkan Tanah Tanpa Kompensasi, Dorong Tanggul Konflik Gajah Segera Dibangun Perbesar

radarcom.id – Pembangunan tanggul pembatas di wilayah Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat.

 

Kepala Desa Sukorahayu, Afria Syahdi, mengatakan pembangunan tanggul tersebut sudah mendapatkan izin dan telah menjadi kesepakatan antara petani dan perangkat desa.

“Kalau dari kami, desa dan para petani sudah sepakat. Kami malah minta supaya progres pembangunannya segera jalan dan cepat diselesaikan,” kata Afria.

 

Afria juga meluruskan pemberitaan sebelumnya yang menyebut akses warga menuju sawah atau kebun terhambat akibat pembangunan tanggul.

 

“Kalau yang diberitakan akses warga terhambat ke sawah atau kebun itu tidak benar. Salah besar kalau dibilang begitu,” ujarnya.

 

Menurut Afria, masyarakat justru memberikan dukungan agar pembangunan tanggul segera direalisasikan. Bahkan, warga disebut bersedia menghibahkan sebagian tanahnya untuk kebutuhan pembangunan.

 

“Justru masyarakat mendukung. Warga siap menghibahkan tanahnya untuk tanggul ini,” katanya.

 

Lahan yang disiapkan warga, kata Afria, memiliki ukuran sekitar 20 meter kali 600 meter.

 

“Lebarnya sekitar 20 meter, panjangnya kurang lebih 600 meter. Itu warga siap hibahkan supaya pembangunan tanggulnya bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

 

Afria menjelaskan kondisi tanah di wilayah tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.

 

“Tanahnya di sini sedikit gambut, jadi memang perlu ditimbun dan dikeraskan dulu. Tidak bisa langsung begitu saja dibangun,” katanya.

 

Selain kesiapan lahan, warga dan perangkat desa juga telah diminta menyiapkan surat pernyataan sebagai bentuk kesediaan menghibahkan tanah.

 

“Kami juga siap membuat surat pernyataan dari warga dan perangkat desa bahwa tanahnya memang siap dihibahkan,” ujar Afria.

 

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar tidak ada persoalan terkait lahan di kemudian hari dan pembangunan tanggul dapat segera diselesaikan.

 

“Intinya kami ingin proyek ini cepat selesai. Masyarakat juga sudah siap, tanah sudah disiapkan, tinggal bagaimana pelaksanaannya bisa segera jalan,” katanya.

 

Afria menegaskan dukungan terhadap tanggul tersebut berkaitan erat dengan konflik gajah Sumatra yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

 

“Konflik gajah ini sudah lama sekali. Kami berharap tanggul ini bisa membantu mengurangi gajah masuk ke lahan masyarakat,” ujarnya.

 

“Kasihan juga petani kalau tanamannya rusak terus. Jadi kami mendukung pembangunan ini karena memang untuk kepentingan masyarakat,” lanjut Afria.

 

Dukungan juga disampaikan warga Desa Sukorahayu, Rahmad. Ia mengatakan dirinya telah menghibahkan tanah untuk mendukung pembangunan tanggul tersebut.

 

“Kalau saya pribadi, tanah sudah saya hibahkan untuk pembangunan tanggul,” kata Rahmad.

 

Ia menegaskan hibah tersebut diberikan tanpa meminta ganti rugi maupun kompensasi.

 

“Saya tidak menuntut ganti rugi atau kompensasi. Yang penting tanggulnya bisa selesai dan konflik gajah di sini bisa teratasi,” ujarnya.

 

Menurut Rahmad, keberadaan tanggul sangat dibutuhkan karena gajah beberapa kali masuk ke wilayah pertanian masyarakat.

 

“Gajah itu sebelumnya memang beberapa kali masuk ke sini. Kalau sudah masuk, padi dan tanaman perkebunan warga bisa rusak,” katanya.

 

Karena itu, ia berharap pembangunan tanggul tidak berlarut-larut.

 

“Harapan kami segera diselesaikan. Apalagi sekarang beberapa sawah sudah mulai masuk masa tanam,” ujar Rahmad.

 

“Kalau tanggulnya sudah selesai, mudah-mudahan petani bisa lebih tenang dan konflik dengan gajah juga bisa berkurang,” sambungnya.

 

Pemerintah desa dan warga berharap kesiapan lahan serta dukungan masyarakat tersebut dapat mempercepat proses pembangunan tanggul sebagai salah satu upaya mengurangi konflik manusia dan gajah Sumatra di wilayah Sukorahayu. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Lantik Dirut RSUDAM, Sekdaprov Dr. Marindo Beri Pesan Khusus: Penting Tingkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan!

6 Oktober 2026 - 17:52 WIB

ITERA Didorong Jadi Mesin Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung

6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Lewat Seni Islami, Pemprov Lampung Dorong Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter

5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Sekdaprov Marindo Bersama Gubernur Mirza Bahas Percepatan Pemerataan Akses Listrik di Lampung 

4 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk untuk Dukung Pertanian dan Ketahanan Pangan

4 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Soroti Pembengkakan Struktur Kabinet dan Wantimpres, Senator DPD RI Gus Hilmy Tagih Komitmen Kesejahteraan Rakyat

3 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Trending di Berita Utama