Menu

Mode Gelap
Mengintip Kelas Kreatif Serda Ihsanudin, Oase Belajar Anak Lampung IAD Wilayah Lampung Gandeng Emak.ID Edukasi Pengelolaan Sampah dan Eco Enzyme Perwanti Lampung, Dorong Penguatan Peran Perempuan Tionghoa di Daerah Dampak Tata Guna Lahan UIN Raden Intan Lampung terhadap Holistik Pembangunan Infrastruktur Perkotaan di Bandar Lampung Setelah Puskada, Akademisi Unila Sorot Polemik Penunjukan Plh. Kadisdikbud Lamteng

Uncategorized · 2 Des 2024 04:54 WIB ·

Gus Hilmy Komentari Aksi Mahasiswa Papua di Jogja yang Bikin Rusuh: Masyarakat Jengah! Perguruan Tinggi Harus Berikan Ruang Diskusi!


 Senator DIY Gus Hilmy. Foto Istimewa Perbesar

Senator DIY Gus Hilmy. Foto Istimewa

radarcom.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hilmy Muhammad alias Gus Hilmy turut bersuara menanggapi aksi kegaduhan oleh oknum mahasiswa asal Papua di Jogja.

 

Pasalnya oknum mahasiswa Papua kembali membuat ulah pasca demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berlangsung Minggu (2/12/2024).

 

Hilmy mengaku kerap menerima keluhan masyarakat terkait perilaku mahasiswa asal Papua yang sedang belajar di Yogyakarta.

 

Misalnya, belum lama kasus penusukan santri, kini para mahasiswa asal Papua membuat ulah pasca melakukan demonstrasi.

“Sudah banyak kami menerima keluhan masyarakat terkait mahasiswa asal Papua ini. Siang kemarin karena ada kerusuhan, ada laporan masuk lagi,” tutur Hilmy melalui siaran pers pada Ahad (2/12/2024).

 

Menurutnya, demo boleh-boleh saja, asalkan jangan sampai membuat kerusuhan yang mengganggu dan merugikan masyarakat.

 

“Betapa masyarakat Jogja selama ini sudah sabar. Kalau begini, masyarakat jadi jengah, padahal belum lama ini ada kasus melihat mahasiswa Papua karena miras,” kata Senator asal DIY ini.

 

Pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut meminta kepada beberapa pihak untuk memberikan edukasi kepada para mahasiswa asal Papua, di antaranya Pemda DIY dan kampus-kampus tempat mahasiswa tersebut belajar.

“Keprihatinan ini mestinya dapat dirasakan oleh Pemda dan kampus tempat mereka belajar. Sebab ini bukan kali pertama. Misalnya dengan memberikan kurikulum budaya lokal agar mahasiswa luar daerah bisa memahami kultur kita dan tidak bertindak semaunya dengan kultur mereka, termasuk bagaimana cara melakukan aksi damai,” ujar Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

 

Menurut Gus Hilmy, aksi yang berakhir rusuh tidak akan mendapatkan simpati, justru yang disorot adalah rusuhnya.

 

Dia meminta perguruan tinggi tempat mahasiswa asal Papua belajar memberikan ruang diskusi bagi mereka.

 

“Kalau aksi rusuh, justru kita yang rugi karena tidak mendapat simpati apa-apa. Justru yang menjadi sorotan malah kerusuhannya. Isunya nggak dapet, tuntutan tak terpenuhi, babak belur pula. Di sini peran penting perguruan tinggi untuk memberikan ruang diskusi bagi mereka,” terang Gus Hilmy. (rls/Iis)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Pandangan Gus Hilmy Tentang Libur Sekolah Saat Ramadhan

3 Januari 2026 - 04:58 WIB

Trending di Uncategorized