Menu ✖

Mode Gelap
TPAKD Lampung Nominator Provinsi Terbaik di Sumatera Diskusi Publik “Collaborative Empowerment for SDG’s” Dorong Peran Orang Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan Pemprov Lampung Siapkan Sekretariat Transformasi, Dr. Marindo Sebut Jadi Ruang Kolaborasi  AMY Hadiri Pesta Rakyat Petani di Lampung, Riyono Caping: Bukti Nyata Keberpihakan PKS Sekdaprov Marindo Hadiri Pembahasan APBD Lampung 2027, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat!

Berita Utama · 22 Okt 2026 21:43 WIB ·

Diskusi Publik “Collaborative Empowerment for SDG’s” Dorong Peran Orang Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan


 Diskusi Publik “Collaborative Empowerment for SDG’s” Dorong Peran Orang Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan Perbesar

radarcom.id – Diskusi publik bertema “Pemuda Bergerak untuk Masa Depan Berkelanjutan” digelar di Djaya House Caffe & Resto, Rabu (21/10/2026), Kegiatan terbuka untuk umum ini diikuti organisasi mahasiswa dan berbagai elemen sebagai ruang dialog dan kolaborasi untuk mendorong keterlibatan generasi muda.

Diselenggarakan oleh PKBI Lampung, diskusi yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB ini menghadirkan tujuh pemateri dari BAPPEDA Provinsi Lampung, Ketua AJI Bandar Lampung, Ketua SP Sebaya Lampung, Direktur Eksekutif Yayasan penggerak Lingkungan Sosial, Direktur UBL SDGs Center, Staf Advokasi 7 kampanye WALHI Lampung, dan Direktur Eksekutif Daerah PKBI Lampung. Kegiatan bertujuan memperkuat peran orang muda dalam pembangunan berkelanjutan di tengah isu lingkungan dan kesenjangan sosial.

Direktur UBL SDGs Center, Dr.Eng. Ir. AR. Fritz Akhmad Nuzir,S.T., M.A., SCL., GA., IAI. menyebut pemuda memiliki peran strategis dalam mewujudkan SDGs melalui inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata. Menurutnya, teknologi harus memperkuat kontribusi, bukan menggantikan keterlibatan langsung di masyarakat. Ia juga mengingatkan agar pemenuhan kebutuhan generasi muda saat ini tidak mengabaikan dampak lingkungan, karena kondisi lingkungan akan menentukan masa depan mereka sendiri.

Staf Advokasi dan Kampanye WALHI Lampung, Mustakim, menekankan bahwa isu lingkungan berkaitan erat dengan SDGs, terutama penanganan perubahan iklim, air bersih dan sanitasi layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, ekosistem laut dan darat, serta kota berkelanjutan. Ia menyoroti naiknya suhu udara dan berulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meresahkan generasi muda. Menurutnya, berbagai aksi protes kelompok pemuda mencerminkan penanganan lingkungan yang dinilai belum optimal. Ia menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi pemuda.

Ketua SP Sebay Lampung, Reni Yuliana Meutia,S.Kom., M.M. menyatakan bahwa seluruh 17 tujuan SDGs berkaitan dengan perempuan tanpa terkecuali. Ia menyoroti kesenjangan akses pendidikan dan informasi yang dialami perempuan di pedesaan, termasuk informasi tentang SDGs, serta minimnya pelibatan mereka dalam pengambilan keputusan kerap diposisikan sebagai objek, padahal seharusnya menjadi subjek pembangunan.

 

Peran Media

Ketua AJI Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma, M.Si. menilai program lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat sipil belum sepenuhnya tersampaikan ke publik. Menurutnya, tugas media adalah menyederhanakan informasi kompleks seperti emisi dan indikator SDGs agar mudah dipahami, dengan berkolaborasi bersama akademisi dan tenaga ahli. Ia juga mengingatkan pentingnya pemberitaan yang setara gender, bebas stereotip, serta berbasis fakta.

 

Pelibatan dalam Perencanaan Daerah

Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan daerah. Pemuda, baik prempuan maupun laki laki, diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan tetapi juga berperan sebagai subjek yang aktif, Ia menyatakan pemuda dan perempuan dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan dari tingkat desa hingga provinsi. Pelibatan itu juga mencakup penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD . Pemerintah Provinsi memprioritaskan pembangunan berbasis desa, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian lingkungan. Bappeda membuka ruang masukan dari pemuda atas tujuh prioritas pembangunan daerah, dengan penyusunan RKPD.

 

Pandangan Diektur Eksekutif Daerah PKBI Lampung

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Lampung, Muhamad Fajar Santoso,S.H., M.H. menyatakan pemerintah tidak dapat merumuskan kebijakan yang optimal tanpa mendengar aspirasi masyarakat, sementara partisipasi publik juga membutuhkan dukungan pemerintah. Menurutnya, kerja masyarakat sipil mengisi kebutuhan yang belum terjangkau negara, namun tanggung jawab pembangunan tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada mereka. Fajar mendorong kontrol sosial melalui kritik dan saran, serta meminta agar pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga aspek sosial dan kesetaraan gender. Ia turut menyinggung beban domestik perempuan yang kerap berperan ganda tanpa pengakuan yang setara.

 

Perwakilan anak muda

Direktur Eksekutif Yayasan Penggerak Lingkugan Sosial Tri Meilan Purwati, S.Sos. Anak muda banyak yang berpikir ingin menyelamatkan diri sendiri tetapi hal itu tidak menjadi solusi, jika kita memilih untuk menjadi apatis lalu siapa yang menyelamatkan kita semua oleh karena itu ayok kita semua mengambil peran, hari ini jika kita lihat kebelakang banyak nilai nilai yang tergeser ayo kita bangkitkan lagi semangat kita.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan MCC UIN menyampaikan keresahan atas kondisi pemerintahan yang dinilainya belum memberikan solusi optimal. Ia meminta evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah dan menyoroti penanganan karhutla yang dianggap belum tuntas. Ia juga mempertanyakan tindakan terhadap pemuda yang menyampaikan aspirasi lewat aksi dan pemasangan spanduk, serta berharap pemerintah membuka dialog, bukan menambah persoalan. Peserta tersebut turut menyoroti sikap apatis sebagian mahasiswa yang dinilai memilih diam atau mengutamakan kepentingan pribadi. Ia bertanya bagaimana membangkitkan partisipasi mahasiswa dalam mengawal isu nasional, dan bagaimana mendorong pemerintah mengevaluasi kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. (rls/Iis)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

TPAKD Lampung Nominator Provinsi Terbaik di Sumatera

23 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Pemprov Lampung Siapkan Sekretariat Transformasi, Dr. Marindo Sebut Jadi Ruang Kolaborasi 

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

AMY Hadiri Pesta Rakyat Petani di Lampung, Riyono Caping: Bukti Nyata Keberpihakan PKS

22 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Sekdaprov Marindo Hadiri Pembahasan APBD Lampung 2027, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat!

21 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gubernur Mirza Apresiasi Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Bisa Jadi Percontohan

21 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Batin Wulan Mirza Didampingi Ny. Agnesia Marindo Canangkan Desa TAPIS Tata Karya Lampura, Serahkan Bantuan

21 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Trending di Berita Utama