radarcom.id – Komunitas jejaring aktivis 1998 latar alumni Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) basis Lampung lintas genre 1994–2024 menghelat Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Alumni SMID-PRD Lampung bertajuk #BerkawanSelamanya, di Randu Resto Bandarlampung, Senin (16/3/2026).
Duo tersibuk, eks Bendahara Umum HMI Bandarlampung 1994–1995, Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Lampung Selatan 1994–1997, Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Bandarlampung 1997–2001, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Lampung, Koordinator Ikatan Petani Lampung (IPL), anggota DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Bandarlampung 2016–2023, alumnus FH Universitas Saburai angkatan 2001, Marwan; sang ketua pelaksana.

Didampingi mantan aktivis LMND Komisariat Universitas Bandar Lampung (UBL), LMND Lampung, Ketua PRD Lampung Tengah, Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Lampung kini profesional korporat cum advokat juga Ketua KIPP Lampung, Feriyanto, sekretaris pelaksana.
Demi agenda satu aksi satu komando, suara tenor MC Lera Mutia Sari, mantan aktivis LMND UBL memandu pukul 17.25 WIB sejurus taklukkan riuh rendah gemerisik Randu Resto.
Hadir, kendati puluhan alumni tetapi notabene kader simpul demonstran jalanan era 90-an hingga 2020-an dan jejaring progresif, yang kini tabur kecimpung tekuni lintas profesi lintas bidang.
Ada yang jadi advokat, ASN, buruh/pekerja, direktur BUMD, guru/dosen, jurnalis, komisaris BUMN, kontraktor, kreator konten, legislator, nakes, ojol, pengelola parkir, pengusaha, petani/pekebun, politisi, produser film, saudagar, dan sosiopreneur. Hingga masih ada yang setia berkutat pegiat LSM dan organisasi massa. Garis keras.
Semakin istimewa, hadir Andi Arief, tokoh prodemokrasi Tanah Air, salah satu korban selamat kasus penghilangan paksa dan penculikan aktivis 1997–1998: mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) era SMAN 2 Bandarlampung, aktivis mahasiswa/pers kampus: Ketum Senat Mahasiswa 1993–1994 cum Pinum Majalah Sintesa FISIP UGM, pendiri Tegak Lima bareng Deny Indrayana dan Nezar Patria; pendiri/Ketum SMID 1994–1998, pimpinan bawah tanah PRD 1996 saat direpresi rezim Orde Baru Soeharto, Sekretaris DPP Singa Manda dan Ketua Perbasasi Lampung 2002–2012 kelak Ketua Harian PB Perbasasi 2012–2017, pendiri/Ketum Jaringan Relawan Nusantara SBY-JK 2004, Komisaris Independen Pos Indonesia 2006–2009, pemrakarsa tim penyelamat situs Gunung Padang, cawagub independen bareng Muhajir Oetomo Pilgub Lampung 2008, Stafsus Presiden Bidang Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sosial 2009–2014, Wasekjen 2015–2020 lalu Korwil Lampung lanjut Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat 2020–2024 kini Komisaris Independen PLN.
Juga, pejuang HAM dan demokrasi, politisi cum advokat: mantan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) 1988–1989, Ketua HMI Bandarlampung 1992–1993, Direktur LBH Bandarlampung (direktur kedua) kurun 1997–2000, Koordinator Gerakan Rakyat Antikorupsi (Gerak) Lampung, anggota Tim 13 (1998), Deklarator Front Demokrasi Lampung (FDL) 2001, Ketua Partai Golkar Bandarlampung 2004–2009, pembina Ikatan Pengemudi Angkutan Kota Bandarlampung (IPAKOBAL), Sekretaris DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung 2007–2013 dampingi Faishol Djausal, dua periode Ketua DPC PERADI Bandarlampung 2008–2016, Wakabid Pembelaan Profesi DPN PERADI cum Wakabid Organisasi dan Daerah Partai Golkar Lampung sama periode 2015–2020, Koordinator Presidium KAHMI Lampung 2021–2026, dan Sekretaris Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Mirza-Jihan Pilgub 2024, Abi Hasan Mu’an.
Serta alumnus FH UBL, advokat nonaktif kini politisi, mantan Koordinator Komite Advokasi Gerakan Rakyat (Tegar) embrio LBH Rakyat (LBHR) medio 1999, Yozi Rizal.
Yozi bidan lahir LBHR bareng Sekretaris PRD Lampung era Pemilu 1999 kini Waketum Partai Gerindra cum Ketua Komisi III DPR Dr Habiburokhman; dan eks Badko PRD Lampung, Sekjen Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK), Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Presiden (PCO) KSP RI Ricky HS Tamba; serta komite kerja profesional PRD tahun 2000.
Yozi, Direktur LBHR Lampung 2000–2005. Lalu gabung Partai Hanura 2007, jadi Ketua DPC Kabupaten Way Kanan, terpilih anggota/Wakil Ketua DPRD Way Kanan 2009–2014 lanjut DPRD Lampung 2014–2018 cum Sekretaris Hanura Lampung 2016–2018, pindah Demokrat jadi anggota DPRD Lampung 2019–2024, kini Bendahara DPD/Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung 2024–2029.
Semringah hadir, alumni SMID basis STIE Lampung Daniel Nugroho, basis FH Unila Fani Wijaya dan Medi Setiawan, basis FISIP Unila Joni Fadli (sempat jadi tapol Orba kelak Redaktur Tabloid Pembebasan PRD dan Sekretaris PRD Lampung 2015–2022); basis FE UBL Yose Lukman, basis FISIP UBL kelak Sekretaris PRD Lampung Tengah Pemilu 1999 Bastari; basis FH UBL ada advokat Ujang Tomi dan eks Koordinator Komite Mahasiswa, Pemuda, Pelajar dan Rakyat Lampung (KMPPRL) kini advokat Tomi Samantha.
Kader SMID lainnya, kelak aktivis WALHI Lampung kini juga goweser komunitas FERBALS Rustam Nawawi, basis UNPAD Bandung teman kuliah mantan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, kini dosen Dr Maruli Hendra Utama.
Lalu para pimpinan PRD Lampung, dari Ketua Komite Persiapan Legalisasi (Kepal) PRD Lampung 1999 kini pengusaha properti Sukma Mulyana, Ketua PRD Lampung ketiga kurun 2001 Anwar Syarifudin, Ketua PRD kelima kurun 2005–2009 kini Wakabid Komunikasi dan Media DPW Partai NasDem Lampung Rakhmat Husein DC.
Dan, Ketua PRD Lampung ke-10 kurun 2010–2011 yang juga aktivis Dewan Pelajar Lampung (Depel) 1997–1999, Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Lampung 1999–2000, Ketua Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK) Lampung dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Lampung 2008–2010, Koordinator Keluarga Besar Rakyat Demokratik (KBRD) Lampung per 2016–saat ini, kini advokat cum pengurus Badan Pengamanan Partai dan Hukum Daerah (BPPHD) Partai Demokrat Lampung serta anggota Bidang Magang dan Pengangkatan Advokat DPC PERADI Bandarlampung sama periode 2022–2027, juga Ketua Pos Bantuan Hukum (PBH) PERADI Bandarlampung 2025–2030, Ali Akbar.
Hadir pula Ketua PRD Bandarlampung Pemilu 1999, Direktur Eksekutif LBHR 2000–2004 (bareng Habiburokhman, saat itu Sekretaris Eksekutif), kini advokat PPNS Polda Lampung Yulizar Fahrulrozi Triassaputra. Plus bekas fungsionaris, kini saudagar/eks penyelenggara Pemilu 2024 Solichin.
Pun pengurus PRD Bandarlampung pasca-1999. Mulai dari organiser rakyat miskin kota, kelak Sekretaris PRD Lampung kini jurnalis Ferry Susanto beserta istri sesama kader bos kuliner, Rita ‘Ling-Ling’ Rahmat; kelak aktivis LSM, jurnalis eks Biro Radar TV Lampung Selatan Newton; kelak Wakabid Pemberdayaan Perempuan Partai Hanura Lampung, Bela Suzantina; kelak Ketum PP STN, kini Pinum Monologis dan Sekretaris Sikambara Lampung Dedi Rokhman; Koordinator Komite Perempuan Anti Militerisme (KPAM) Lampung lalu pengurus PP Gerakan Pemuda Kerakyatan kini Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Lampung Yuliana Gunawan.
Lainnya, organiser KMK basis Kartini kini profesional korporat Triono Awaludin, aktivis Kaum Miskin Kota untuk Revolusi Demokratik (Kastared) kini pegiat LSM di Bekasi Binsar Hamonangan dan kini pengelola parkir Kyay ‘Unang’ Iskandar. Serta hadir dari Banten, mantan Ketua Komite Pengangguran Lampung (KOPEL) 2002–2004 kini Sekjen DPP Singa Manda, Hayumi beserta satu putra kembar Aldin.
Lainnya hadir eks Ketua PRD Lampung Selatan 2000–2001 kelak Koordinator Departemen Pengembangan Organisasi PP STN 2002, pendiri/Ketua Badan Pekerja CeDPPIS per 2002–kini cum jurnalis Muzzamil, Ketua PRD Lampung Selatan 2001–2002 kini kontraktor Bambang Gunawan.
Tak ketinggalan, pengurus PRD Lampung Utara lanjut PRD Way Kanan seperti Arwan Syarifudin, Fadilatul Rahman Fikri, dan yang kini Ketua DPC Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Way Kanan, Jasurah. Pun tampak mantan kader LMND kini anggota DPRD Way Kanan dari Partai Demokrat Badrison.
Kemudian, kader PRD basis mahasiswa: mantan Sekretaris LMND Lampung kini ASN Kurnia Putri, kader basis Akparsan Lampung kini pengusaha kuliner Endang dan kini ASN Puji Lestari, basis FE UBL kini profesional korporat Anug Rama Gusrian, basis FT UBL kini pengusaha Nelson Massa serta istri Lera Mutia Sari, dulu kader LMND Unila dan PRD kini General Manager RadarTV Lampung Hendarto Setiawan.
Lalu eks Ketua LMND Lampung, Ketum LMND 2010–2012 kelak Sekretaris Exco Partai Buruh Lampung 2023–2024, kini advokat, Lamen Hendra Saputra; Ketua LMND Lampung 2025-2027 Dinda Boru Napitu dan Ketua LMND Bandarlampung (putra mantan cawawalkot Bandarlampung jalur independen 2015 dan Ketua PRD Lampung 2015–2022 mendiang Ahmad Muslimin), Marco Fadilah.
Dari basis tani, hadir mantan Ketua Dewan Tani Lampung (DTL) 1998–2003, kini pengusaha kuliner produsen kopi bubuk spesialti jenama Regis Coffee asal Desa Dwikora, Bukit Kemuning, Lampung Utara yang pernah dipamerkan di KTT G20 Bali, Nonha Sartika. “Emak” sapaan ia hadir bersama Yusni, juga eks Bendahara Dewan Rakyat Lampung (DRL) Ni Made Sekar Setiasih beserta suami K. Dwipayana, Edi Suyatno dan Epik Lauren. Asal Lampung Selatan, hadir Murdoko Riyadi.
Adapula eks Ketua STN Lampung, kini jurnalis Koran Editor, Ketua Suluh Perempuan Lampung Timur dan Sekretaris KIPP Lampung cum advokat, Purnama Hidayah. Serta kader jago nyanyi dangdut kini pengusaha kuliner Ayam Bumbu Hitam Madura Kantin Mama Raya, Yuli Maryanti (Yuma).
Dari unsur pimpinan parpol bentukan PRD, hadir Sekretaris DPW PRIMA Lampung Dede Sulaiman beserta dua kader basis mahasiswa. Dari perwakilan keluarga alumni yang telah wafat, Al Farabi putra mantan Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) UBL 1997–1998 dan Ketua Komisi Informasi Lampung, mendiang Muhammad Fuad.
Plus Beni, adik mantan Sekretaris HMI Bandarlampung 1994–1995 mendampingi ketuanya Ganjar Jationo (kini Kadiskominfotik Lampung), mendiang Bambang Ekalaya (BE). BE, pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini, kader PRD pertama di Lampung.
Masih ada lagi. Turut ‘beguyur’ hadir, trio karib aktivis. Trio mantan wartawan Lampung Post: yang kelak koresponden The Jakarta Post kini advokat muslim Gunawan Pharikesit; eks pengampu rubrik karikatur karkhas Pakde Pakho kini Pimred Helo Indonesia Lampung Herman Batin Mangku;
kelak selain CEO RMOL Lampung juga politisi Partai Golkar Lampung dan anggota DPRD Lampung Himawan Ali Imron.
Sejumlah sejawat Andi Arief dan Yozi di Demokrat Lampung jua hadir membaur. Sang ‘ketuplak’ Marwan saat sambutan, menyebut agenda ini juga dihadiri unsur 98 non SMID-PRD semata-mata agar ikatan tiga dekade perkawanan tetap terus merekat, tetap terus terjaga, sebagaimana bunyi baris tera (tagline) acara, mengadopsi tagline Silatnas SMID-PRD 13 Desember 2024 silam: #BerkawanSelamanya.
Usai Muzzamil memimpin menyanyikan mars demonstran Darah Juang disusul mengheningkan cipta mendoakan mendiang John Tobing sang pencipta lagu yang wafat 26 Februari lalu; dilanjutkan pembacaan doa dipimpin Hayumi, tiba giliran Andi Arief ditodong sepatah dua patah kata. AA sapaan akrabnya menohok headline terkini, seputar: krisis. Dan bagaimana ‘anak gerakan’ kudu merespon semestinya.
Sempit waktu jelang azan Magrib tanda iftar tiba, sejumlah kader ditodong pula angkat bicara. Dari Nonha, Abi Hasan, Anwar Syarifudin, Gunawan Pharikesit, Yuliana Gunawan, Fanni Wijaya, sampai Maruli Hendra Utama. Usai berbuka bersama, pancar kebahagiaan masih dapat saling bertemu muka bertegur sapa hangat, dirinai dengan aksi sumbang suara, saweran secukupnya, berjoget berfoto bersama.
Lamat-lamat, pesan pidato Andi Arief, agar kaum gerakan belajar banyak dari kegagalan memimpin pascareformasi 1998 —disertai upaya untuk mengubur dan berupaya untuk tidak melulu terjebak dalam romantisme kejayaan masa lalu, disertai langkah berikutnya kemudian untuk terus siapkan diri, mempersiapkan generasi pemimpin bangsa dari unsur maju kaum gerakan prodemokrasi Indonesia, turut jadi oleh-oleh alumni kala beringsut beranjak pulang dibawah rinai gerimis membasah hampiri kepala, Senin malam. (rci/helloindonesia)











