radarcom.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan dukungan terhadap pengembangan dan pengelolaan Loka Alba di kawasan Masjid Raya Al-Bakrie Lampung. Kehadiran Loka Alba diharapkan menjadi pusat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat daya tarik wisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan dalam Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Rencana Pengelolaan Loka Alba Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, di Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, Jumat (6/11/2026).

Sekdaprov Marindo menyambut baik konsep pengembangan Loka Alba yang menjadi bagian dari rencana integrasi kawasan Masjid Raya Al-Bakrie dengan Lapangan Saburai. Pengembangan tersebut tidak hanya mendukung fungsi masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadikannya pusat peradaban Islam, edukasi, kegiatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita telah sepakat bahwa Masjid Al-Bakrie menjadi ikon kebanggaan masyarakat Lampung. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi pusat peradaban Islam, sarana edukasi, dan penyebarluasan nilai-nilai Islam,” ujar Sekdaprov Marindo.
Ia menilai, pengembangan Loka Alba yang menghadirkan pusat kuliner dan oleh-oleh khas Lampung merupakan langkah yang dapat memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada masyarakat dan wisatawan.
Untuk itu, Sekdaprov Marindo meminta jajaran Pemerintha Provinsi Lampung terkait seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung berkoordinasi dengan pengelola Loka Alba agar keterlibatan pelaku UMKM daerah dapat dioptimalkan.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Lampung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Sementara itu, Satpol PP Provinsi dan Kota Bandar Lampung diharapkan bersinergi menjaga ketertiban, khususnya terkait penataan parkir dan pedagang kaki lima.
Sementara itu, pengembangan kawasan Masjid Raya Al-Bakrie dan Lapangan Saburai diharapkan dapat menjadi solusi penataan ruang publik di Kota Bandar Lampung, sekaligus menyediakan fasilitas olahraga, ruang terbuka hijau, area parkir, dan lokasi kegiatan masyarakat.
Sekdaprov Marindo berharap konsep tersebut dapat dipertahankan dengan tetap mengedepankan kenyamanan pengunjung serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia juga mengapresiasi konsep pengembangan kawasan yang memadukan kegiatan ekonomi dengan aktivitas keagamaan, termasuk kajian Islam yang menyasar generasi muda.
“Anak-anak muda bisa berkumpul, menikmati kuliner, dan beraktivitas, tetapi tetap ada kegiatan kajian serta syiar Islam. Ini merupakan pendekatan yang baik untuk mendakwahkan Islam dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, Rizky, memaparkan bahwa Loka Alba akan dikembangkan sebagai pusat kuliner dan oleh-oleh khas Lampung dengan total 72 tenan. Pengelolaannya akan dibantu operator Siger Foodies dengan mengutamakan kurasi produk UMKM lokal.
Dari total tersebut, lima tenan dialokasikan untuk Pemprov Lampung, lima tenan untuk Pemerintah Kota Bandar Lampung, dua tenan dikelola pihak masjid, dan 60 tenan dikelola Siger Foodies. Pengelola juga membuka peluang penyesuaian alokasi sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
Selain pusat kuliner dan oleh-oleh, kawasan tersebut akan terintegrasi dengan Lapangan Saburai yang direncanakan menjadi pusat olahraga, area parkir, serta lokasi kegiatan komunitas dan berbagai acara masyarakat.
Rizky menyampaikan, Loka Alba ditargetkan melaksanakan soft opening pada 27 November 2026. Sementara itu, penataan dan revitalisasi Lapangan Saburai diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat bulan.
Melalui dukungan dan sinergi antara Pemprov Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung, serta pengelola Masjid Raya Al-Bakrie, pengembangan Loka Alba diharapkan dapat menjadi wadah pemasaran produk lokal, memperluas peluang usaha bagi UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata Lampung. (rci/rci)






