Menu ✖

Mode Gelap
Abi Hasan Mu’an Jadi Ketua Golkar Tanggamus, Turun Lapangan Siap Menangkan Pemilu dan Pilkada Lantik Dirut RSUDAM, Sekdaprov Dr. Marindo Beri Pesan Khusus: Penting Tingkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan! ITERA Didorong Jadi Mesin Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung Lewat Seni Islami, Pemprov Lampung Dorong Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter Sekdaprov Marindo Bersama Gubernur Mirza Bahas Percepatan Pemerataan Akses Listrik di Lampung 

Berita Utama · 7 Mar 2026 05:08 WIB ·

Pemprov Lampung Beri Dukungan Nyata Bagi Pesantren Untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan


 Pemprov Lampung Beri Dukungan Nyata Bagi Pesantren Untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan Perbesar

radarcom.id – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyoroti peran vital pondok pesantren dalam menyelamatkan puluhan ribu anak putus sekolah dan menjaga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung.

“Saya tidak bayangkan seandainya tidak ada pesantren di Provinsi Lampung, mungkin IPM kita tambah jeblok, kemiskinan kita bertambah,” ujar Gubernur Mirza.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama Ketua MPR RI, ulama, umara, serta tokoh Masyarakat se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Mahan Agung Bandar LampuBerdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, terdapat ketimpangan signifikan terkait ketersediaan bangku sekolah menengah. Dari sekitar 130.000 lulusan SMP setiap tahunnya, hanya tersedia sekira 90.000 bangku SMA, menyisakan puluhan ribu siswa yang terancam putus pendidikan.

Sebanyak 20.000 lulusan SMP yang tidak tertampung tersebut akhirnya diserap oleh ribuan pondok pesantren di berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Keberadaan sekitar 1.400 pesantren terbukti menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda berakhlak sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.

Sebagai wujud kepedulian dan dukungan konkret pemerintah, Pemprov Lampung mengalokasikan bantuan dana hibah tahun anggaran 2026. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Gubernur kepada 20 pondok pesantren serta lembaga pendidikan keagamaan pada acara tersebut.

Sejalan dengan isu pendidikan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut menyoroti daya saing lulusan SMA di Lampung di tingkat nasional. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya persentase putra daerah, yakni hanya berkisar 20 hingga 25 persen yang memenuhi standar kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).

Menurut Muzani, pemerintah pusat kini menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat untuk keluarga tidak mampu, dan Sekolah Garuda bagi siswa berprestasi. “Pendidikan adalah cara terbaik memperbaiki kualitas bangsa untuk masa depan pada masa-masa yang akan datang,” tegas Muzani.

Selain infrastruktur pendidikan, penguatan ekonomi agraris juga menjadi fondasi utama kebijakan pemerintah daerah saat ini. Ketua MPR memuji langkah strategis Pemprov Lampung dalam menjaga stabilitas harga komoditas unggulan, di mana harga singkong berhasil menyentuh Rp1.350 per kilogram dan jagung stabil di angka Rp6.500 per kilogram.

“Kekayaan orang Lampung itu bukan dari tambang yang banyak karena di sini tidak ada tambang, kekayaan orang Lampung itu dari beras, dari jagung, dan dari singkong,” ucap Muzani.

Saat ini, Pemprov Lampung juga tengah mematangkan skema hilirisasi hasil bumi untuk mengundang investor membangun kawasan industri cokelat, kopi, dan olahan pangan lainnya.

Di tengah dinamika perekonomian tersebut, Muzani mengingatkan bahwa stabilitas keamanan adalah kunci utama agar roda pembangunan berjalan lancar. Ia mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk terus merawat toleransi dan kerukunan, terlebih di tengah memanasnya suhu geopolitik dan konflik di Timur Tengah saat ini.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah dan doa bersama oleh Dr. KH. Buchori Muslim.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, terdapat ketimpangan signifikan terkait ketersediaan bangku sekolah menengah. Dari sekitar 130.000 lulusan SMP setiap tahunnya, hanya tersedia sekira 90.000 bangku SMA, menyisakan puluhan ribu siswa yang terancam putus pendidikan.

Sebanyak 20.000 lulusan SMP yang tidak tertampung tersebut akhirnya diserap oleh ribuan pondok pesantren di berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Keberadaan sekitar 1.400 pesantren terbukti menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda berakhlak sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.

Sebagai wujud kepedulian dan dukungan konkret pemerintah, Pemprov Lampung mengalokasikan bantuan dana hibah tahun anggaran 2026. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Gubernur kepada 20 pondok pesantren serta lembaga pendidikan keagamaan pada acara tersebut.

Sejalan dengan isu pendidikan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut menyoroti daya saing lulusan SMA di Lampung di tingkat nasional. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya persentase putra daerah, yakni hanya berkisar 20 hingga 25 persen yang memenuhi standar kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).

Menurut Muzani, pemerintah pusat kini menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat untuk keluarga tidak mampu, dan Sekolah Garuda bagi siswa berprestasi. “Pendidikan adalah cara terbaik memperbaiki kualitas bangsa untuk masa depan pada masa-masa yang akan datang,” tegas Muzani.

Selain infrastruktur pendidikan, penguatan ekonomi agraris juga menjadi fondasi utama kebijakan pemerintah daerah saat ini. Ketua MPR memuji langkah strategis Pemprov Lampung dalam menjaga stabilitas harga komoditas unggulan, di mana harga singkong berhasil menyentuh Rp1.350 per kilogram dan jagung stabil di angka Rp6.500 per kilogram.

“Kekayaan orang Lampung itu bukan dari tambang yang banyak karena di sini tidak ada tambang, kekayaan orang Lampung itu dari beras, dari jagung, dan dari singkong,” ucap Muzani.

Saat ini, Pemprov Lampung juga tengah mematangkan skema hilirisasi hasil bumi untuk mengundang investor membangun kawasan industri cokelat, kopi, dan olahan pangan lainnya.

Di tengah dinamika perekonomian tersebut, Muzani mengingatkan bahwa stabilitas keamanan adalah kunci utama agar roda pembangunan berjalan lancar. Ia mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk terus merawat toleransi dan kerukunan, terlebih di tengah memanasnya suhu geopolitik dan konflik di Timur Tengah saat ini.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah dan doa bersama oleh Dr. KH. Buchori Muslim. Kolaborasi yang solid antara ulama dan umara ini diyakini mampu menciptakan iklim daerah yang kondusif, mempercepat roda ekonomi dari desa hingga kota, serta mewujudkan kesejahteraan Masyarakat yang berkeadilan. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Abi Hasan Mu’an Jadi Ketua Golkar Tanggamus, Turun Lapangan Siap Menangkan Pemilu dan Pilkada

8 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Lantik Dirut RSUDAM, Sekdaprov Dr. Marindo Beri Pesan Khusus: Penting Tingkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan!

6 Oktober 2026 - 17:52 WIB

ITERA Didorong Jadi Mesin Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung

6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Lewat Seni Islami, Pemprov Lampung Dorong Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter

5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Sekdaprov Marindo Bersama Gubernur Mirza Bahas Percepatan Pemerataan Akses Listrik di Lampung 

4 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk untuk Dukung Pertanian dan Ketahanan Pangan

4 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Trending di Berita Utama