Menu

Mode Gelap
Prof. Asep Sukohar, Dokter dan Guru Besar, Daftar Calon Rektor Unila Semarak HAN ke-42, Pemprov Lampung Ajak Puluhan Ribu Anak Biasakan Hidup Sehat Sekdaprov Marindo: Tata Kelola Organisasi Jadi Kunci Capai Tujuan Pemerintahan Ade Utami: Patriotisme Hari Ini Bukan Angkat Senjata, tapi Angkat Persoalan Rakyat 81 Tahun Kemajuan Hukum Kita

Berita Utama · 29 Mei 2026 23:42 WIB ·

Irjen Helmy Santika: Berbaur Tanpa Sekat di Doa 40 Hari Anggota


 Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika. Foto dok Perbesar

Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika. Foto dok

radarcom.id – Suasana khidmat menyelimuti peringatan 40 hari wafatnya Aipda Septa pada Jumat malam (29/5/2026) di Jalan Mataram, Beringin Raya, Kemiling, Kota Bandar Lampung. Halaman rumah dipayungi tenda putih.

 

Di dalam rumah almarhum, Irjen Helmy Santika didampingi Kombes Brian Benteng duduk bersila di atas karpet bersama ratusan warga, sebuah potret kehadiran pemimpin yang melebur dalam duka rakyatnya.

 

Mantan Kapolda Lampung ini mengabaikan sekat protokoler demi melantunkan doa bagi mendiang Aipda Septa Duipa.

 

Kehadiran jenderal bintang dua ini menjadi wujud nyata empati yang terus mengalir bagi keluarga sang penjaga gerbang Sumatra.

 

Helmy Santika, yang kini menjabat sebagai Pati Itwasum Polri, memilih berbaur langsung di tengah jemaah tanpa pengawalan ketat. Langkah bersahaja ini menyentuh hati pihak keluarga yang tengah berduka.

 

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Irjen Pol Helmy Santika yang telah ikhlas melangkahkan kaki dan meluangkan waktunya untuk bersama-sama mendoakan almarhum adik kami,” ungkap Drs. H. Joharuddin, M.M., perwakilan keluarga besar almarhum dengan nada haru.

 

Kehadiran sang jenderal menjadi sumber kekuatan moril yang mendalam bagi mereka. Ikatan emosional antara Helmy Santika dan keluarga Septa bermula dari tragedi di Pelabuhan Bakauheni pada Februari 2024.

 

Saat itu, Septa tertimpa musibah kecelakaan beruntun ketika sedang teliti memeriksa kendaraan demi mencegah masuknya narkoba ke Lampung.

 

Helmy Santika secara tegas memberikan penghormatan tertinggi atas pengabdian anggotanya tersebut.

 

Kala itu, Helmy menyebut Septa sebagai seorang “pahlawan” karena risiko yang diambilnya demi masyarakat.

 

“Pahlawan karena ia tertimpa musibah tepat saat berjuang melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” tegas Helmy saat memantau kondisi Septa di ruang perawatan.

 

Ia memastikan Septa mendapatkan perawatan terbaik dan meminta doa dari seluruh masyarakat Lampung.

 

Kepedulian Helmy tidak berhenti pada urusan dinas semata, melainkan menyentuh sisi personal keluarga.

 

Bersama istrinya, Ny. Lurie Helmy Santika, ia hadir memberikan dukungan moral sejak operasi pertama hingga mengunjungi rumah kediaman Septa dengan penuh kerendahan hati.

 

Mella Septa Duipa, istri almarhum, mengenang momen-momen sulit melalui media sosialnya sebagai bukti nyata kehangatan pimpinan.

 

Mella menceritakan bagaimana kehadiran sang jenderal membangkitkan semangat suaminya yang sempat koma.

 

“Ami (istri) suka bercanda denganmu agar kamu semangat sembuh… beruntung kamu seorang ‘kroco mumet’ dikunjungi Jenderal,” tulis Mella dalam unggahan yang menyentuh hati.

 

Baginya, dukungan dari pimpinan Polri menunjukkan bahwa keluarga besar kepolisian bukan sekadar slogan.

 

Meskipun Aipda Septa akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 19 April 2026, jejak dedikasinya tetap abadi.

 

Keluarga berharap anak-anak mereka kelak dapat meneruskan jejak pengabdian sang ayah kepada bangsa.

 

Mella berjanji akan menjaga nama baik suaminya sebagai pilar kebanggaan keluarga.

 

“Namamu akan selalu abadi terpatri dalam kesetiaan,” ungkap Mella yang menegaskan rasa hormatnya kepada sang suami.

 

Pihak keluarga memohon keikhlasan doa agar Aipda Septa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya sebagai seorang syahid yang gugur dalam tugas.

 

Kehadiran Helmy Santika malam itu seolah meneguhkan pesan bahwa pengabdian yang tulus tidak akan pernah dilupakan oleh institusi maupun masyarakat. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Prof. Asep Sukohar, Dokter dan Guru Besar, Daftar Calon Rektor Unila

20 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Semarak HAN ke-42, Pemprov Lampung Ajak Puluhan Ribu Anak Biasakan Hidup Sehat

20 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Sekdaprov Marindo: Tata Kelola Organisasi Jadi Kunci Capai Tujuan Pemerintahan

19 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Ade Utami: Patriotisme Hari Ini Bukan Angkat Senjata, tapi Angkat Persoalan Rakyat

18 Agustus 2026 - 17:27 WIB

81 Tahun Kemajuan Hukum Kita

18 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Amanat Kemerdekaan: Mengubah Nilai Sejarah Jadi Karya Nyata

17 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Trending di Berita Utama