Menu

Mode Gelap
PENEGAKAN HUKUM, DEMOKRASI, DAN POLITIK KONTEMPORER Legislator Kepala Daerah Dipilih Tanpa Wakil Atasi “Vote Getter” Retreat Pejabat, Pondasi Agama, Pelayanan Publik dan Menjemput Rahmat Allah SWT Pemprov Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan Retreat Sekda se-Lampung, Gubernur Mirza Punya Agenda Penting, Apa Saja?

Berita Utama · 12 Mar 2026 19:30 WIB ·

Gubernur Mirza Tata Kelola Tapioka Berkeadilan


 Gubernur Mirza saat buka puasa bersama pengusaha singkong dan tapioka, Rabu (11/3/2026). Foto dok Perbesar

Gubernur Mirza saat buka puasa bersama pengusaha singkong dan tapioka, Rabu (11/3/2026). Foto dok

radarcom.id – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri guna menjaga keberlanjutan ekosistem ubi kayu di Bumi Ruwa Jurai.

 

Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat menghadiri acara Silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional yang berlangsung di Hotel Santika, Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026).

 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Lampung fokus melakukan akselerasi dan sinkronisasi langkah seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diambil untuk menata kembali tata kelola industri tapioka agar lebih berkeadilan.

 

“Selama satu tahun ini kami terus belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah dalam menjaga, mendesain, serta menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

 

Gubernur memaparkan bahwa Lampung memiliki peran krusial dalam kedaulatan pangan dan industri nasional, di mana sekitar 70 persen industri tapioka nasional terpusat di Provinsi Lampung. Potensi besar ini, menurutnya, harus dikelola dengan regulasi yang tepat.

 

“Lampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan penataan kebijakan melalui penetapan harga singkong yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Langkah ini bertujuan menciptakan keseimbangan (equilibrium) antara kesejahteraan petani dan keberlangsungan operasional industri.

 

Gubernur mengapresiasi para pelaku industri tapioka yang telah kooperatif mendukung kebijakan tersebut. Ia meyakini bahwa kunci kebangkitan sektor pertanian adalah keselarasan tiga pilar utama yaitu Dunia Usaha (Industri), Masyarakat (Petani) dan Pemerintah (Regulator).

 

Selain aspek harga, Pemprov Lampung juga memacu produktivitas melalui optimalisasi Cassava Center. Pusat riset ini diproyeksikan menjadi hub pengembangan bibit unggul dan metode budidaya modern dengan melibatkan akademisi dan praktisi industri.

 

“Kita jaga bersama ekosistem ubi kayu Lampung ini. Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung akan semakin kuat dan melompat lebih tinggi,” pungkasnya. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

Baca Lainnya

PENEGAKAN HUKUM, DEMOKRASI, DAN POLITIK KONTEMPORER

31 Juli 2026 - 08:48 WIB

Legislator Kepala Daerah Dipilih Tanpa Wakil Atasi “Vote Getter”

31 Juli 2026 - 08:47 WIB

Retreat Pejabat, Pondasi Agama, Pelayanan Publik dan Menjemput Rahmat Allah SWT

31 Juli 2026 - 07:57 WIB

Pemprov Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan

31 Juli 2026 - 07:40 WIB

Retreat Sekda se-Lampung, Gubernur Mirza Punya Agenda Penting, Apa Saja?

30 Juli 2026 - 18:20 WIB

Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Daerah

29 Juli 2026 - 16:19 WIB

Trending di Berita Utama