Menu ✖

Mode Gelap
Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju Naik Jadi Bintang Tiga, Letjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Jabat Kepala BNPB Gantikan Suharyanto Setelah Penantian 7 Bulan, Akhirnya Satwa di Bumi Kedaton Dievakuasi BKSDA Alhamdulillah, Kali Kedua, Gubernur Mirza Dianugerahi Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Utama · 16 Okt 2026 19:54 WIB ·

Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir


 Dr. Marindo: Kawasan Industri Katibung Bakal Jadi Pusat Pengolahan Minyak dan Industri Hilir Perbesar

radarcom.id – Pemprov Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis, termasuk Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan menjadi pusat industri hilir dan mendukung kemandirian energi nasional.

 

Pengembangan kawasan industri tersebut diharapkan mampu menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan ekspor, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi Lampung.

 

Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Industri yang berlangsung di Ruang Pepadun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (16 Oktober 2026).

 

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Ir. Marindo Kurniawan, ST, MM, menegaskan, percepatan pengembangan kawasan industri tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam tim percepatan diminta bekerja sama sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

 

Menurutnya, koordinasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan persyaratan pengembangan kawasan, komunikasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.

 

“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.

 

Marindo juga meminta agar peluang investasi di kawasan industri Lampung dipromosikan melalui Lampung Forum Investment (FOILA). Forum tersebut diharapkan menjadi sarana mempertemukan pemerintah daerah dan pemilik potensi investasi dengan calon investor.

 

Melalui FOILA, Pemprov Lampung berupaya menarik investor utama atau anchor investor yang dapat menjadi penggerak awal pengembangan kawasan industri. Untuk itu, persiapan materi promosi dan informasi investasi akan dilakukan menjelang pelaksanaan forum tersebut.

 

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan, pengembangan kawasan industri merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan investasi dan memperkuat struktur perekonomian.

 

Menurutnya, investasi perlu didorong bersamaan dengan peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan industri hilir, serta penguatan sektor jasa dan pariwisata agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

 

Mulyadi mengungkapkan, sejumlah kawasan industri tengah dipersiapkan, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.

 

Selain itu, Pemprov Lampung juga memberikan perhatian terhadap pengembangan Kawasan Industri Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan PT Minamas.

 

Kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pengembangan fasilitas pengolahan minyak mentah atau refinery, industri hilir oleokimia, serta sejumlah industri kimia lainnya. Untuk menunjang kegiatan industri dan distribusi, kawasan itu juga direncanakan dilengkapi terminal khusus.

 

Namun, Mulyadi menegaskan, pengembangan Kawasan Industri Katibung masih memerlukan penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kajian tersebut mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai dasar penentuan langkah pengembangan selanjutnya.

 

“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujarnya.

 

Menurutnya, pengembangan kawasan industri yang berkaitan dengan sektor energi menjadi penting di tengah dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi pasokan dan distribusi bahan bakar.

 

Selain Katibung, rapat tersebut juga membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) beserta rencana pengembangan tahap berikutnya.

 

Pemprov Lampung turut menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar seluruh pengembangan kawasan industri sejalan dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).

 

Melalui koordinasi lintas sektor, Pemprov Lampung menargetkan berbagai tahapan persiapan, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan dan infrastruktur, hingga promosi investasi dapat berjalan lebih terarah.

 

Pengembangan kawasan industri tersebut diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat posisi Lampung dalam pengembangan industri hilir dan ketahanan energi nasional. (rci/rci)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

16 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Naik Jadi Bintang Tiga, Letjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Jabat Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

15 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Setelah Penantian 7 Bulan, Akhirnya Satwa di Bumi Kedaton Dievakuasi BKSDA

15 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Alhamdulillah, Kali Kedua, Gubernur Mirza Dianugerahi Grand BAZNAS Awards 2026

15 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Kebakaran TN Way Kambas Lampung Ancam Habitat Liar

15 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Viral Satwa “Tegambuy” di Bumi Kedaton Resort, Akhirnya Sampai ke Telinga Mirza

15 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Trending di Berita Utama