Seorang Pria Tewas Tenggelam di Sungai Bujung Tenuk

Lompat Ke Sungai Saat Terjadi Penggerebekan Narkoba

Ilustrasi Tewas/Istimewa

radarcom.id – Salah Seorang warga Bujung Tenuk Kelurahan Menggala Selatan, Kabupaten Tulang Bawang tewas tenggelam saat terjadinya penggerebekan oleh Satuan Narkoba Polres Tulang Bawang, Jum’at (01/03/2024).

Korban yang bernama Budiman Jaya merupakan seorang wiraswasta warga Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan Kabupaten Tulang bawang.

banner 300600

Jasadnya seorang wiraswasta tersebut ditemukan tak bernyawa setelah terlihat tenggelam di sungai Bujung Tenuk saat hendak melarikan diri.

Menurut keterangan saksi yang tidak ingin namanya disebutkan namanya mengatakan bahwa diduga seorang anggota polisi tersebut melakukan pengejaran kepada korban kearah sungai. Setelah sampai di sungai korban menceburkan diri ke sungai Bujung Tenuk, melihat korban menceburkan diri kesungai, anggota polisi Sat Res Narkoba Polres Tulangbawang meninggalkan korban tersebut.

“Ya tadi saya lihat polisi mengejar almarhum Budiman Jaya, setelah anggota polisi melihat korban Budiman jaya menceburkan diri ke sungai dan tak kunjung muncul, diduga anggota polisi tersebut langsung sengaja meninggalkan korban,” jelasnya.

Sementara itu, adik kandung korban Yudi sangat menyayangkan anggota Restik Narkoba yang diduga sengaja meninggalkan korban sehingga mengakibatkan korban tenggelam lalu meninggal dunia.

“Kakak saya kan belum tentu bersalah. Seharusnya anggota polisi tersebut memberikan pertolongan kepada kakak saya, bukan malah meninggalkan kakak saya sehingga kakak saya meninggal dunia akibat tenggelam disungai. Saya sebagai adik dari korban sangat menyayangkan atas sikap anggota polisi Sat Narkoba Polres Tulang Bawang yang diduga dengan sengaja meninggalkan kakak saya di sungai sehingga menyebabkan kakak saya meninggal dunia,” ungkap Yudi.

Yudi pun menyampaikan kepada wartawan bahwasannya keluarga akan mengambil langkah hukum atas meninggalnya korban. Selain itu, atas permasalahan yang menyebabkan meninggal dunianya seseorang, maka langkah yang dilakukan telah berkoordinasi dengan kakaknya yang berprofesi pengacara Mawardi Hendra jaya S.H,.M.H.

“Setelah selesai pemakaman korban kami akan mengambil langkah-langkah hukum,” jelasnya dalam rilis kepada media.

Dirinya menduga karena anggota polisi tersebut diduga melakukan pelanggaran HAM sesuai dengan PERKAP No 8 tahun 2009 tentang instrumen perlindungan HAM.

“Hak setiap orang untuk hidup, mempertahankan hidup serta kehidupannya juncto pasal 40 huruf H sengaja membiarkan atau menelantarkan orang yang membutuhkan pertolongan untuk keselamatan harta atau jiwa. Maka kami akan melaporkan ke propam polda bila perlu kami ke propam Mabes Polri,” pungkasnya. (rls/Iis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *