HTML Image as link Qries

Membanggakan, Putera Dr. Ari Yusuf Amir Raih Gelar LLM dari UCL Inggris, Sultan Sekala Brak Mengapresiasi dan Beri Motivasi yang Membakar Semangat Generasi Muda

Khalifah Al Kays Yusuf S.H., LL.M., dan Dr. Ari Yusuf Amir S.H., M.H. Foto-foto Dok Pribadi/Istimewa

radarcom.id – Tunas muda Lampung dan Komering Sumatera Selatan bersinar. Kabar membanggakan datang dari Al Kays Yusuf Khalifah, S.H., LL.M., buah hati pasangan Dr. Ari Yusuf Amir S.H., M.H., glr. Batin Gusti Adipati Arya Panjinegara dan Inayah Yusuf S.H., M.Kn. glr. Minak Ayu Permata Arya Panjinegara, salah satu Bangsawan tinggi Gedung Dalom Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, yang berhasil menyelesaikan studinya di universitas top dunia di Inggris yakni University College London (UCL).

Mengikuti jejak sang ayahanda yang merupakan advokat senior dan kondang, Khalifah terus menempa diri di bidang ilmu hukum dan berhasil meraih gelar LL.M. dari University College London 2023 dan diwisuda di London, Inggris pada Jumat (8/9/2023). Sebelumnya, Khalifah merupakan lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2021.

banner 300600

Pencapaian ini mendapatkan apresiasi khusus dari Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Yang Dipertuan Ke-23 PYM Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Brigjen Pol (Purn) Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Pun Edward–sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu memberikan apresiasi tinggi kepada sang keponakannya itu dan berdoa agar Al Kays Yusuf Khalifah terus meningkatkan studinya dan bisa meraih jenjang tertinggi akademik yakni S3 atau Doktor.

Tak hanya memberikan apresiasi, Sultan Sekala Brak juga memberikan motivasi dan membakar semangat generasi muda khususnya.

“Ananda Al Kays Yusuf Khalifah, saya ucapkan selamat dengan haru bangga dengan sebuah perasaan yang sangat mendalam tentang keberhasilan ananda yang mencapai sukses dalam pendidikan jenjang strata 2 pada satu universitas ternama yang masuk dalam peringkat 10 top dunia ini. Sangat jarang terjadi dari masyarakat kita menembus ini, tapi ananda telah berhasil menembusnya. Untuk menjadi penembus, untuk mendapatkan hal yang membanggakan dan terhormat suatu hal yang memberikan satu nuansa kemuliaan yaitu pendidikan diwujudkan dengan semangat kerja keras doa dan berkah Allah SWT. Semua yang ananda capai ini adalah anugerah Allah SWT, juga doa dari ayah bundamu, Adinda Panjinegara dan mamanya, kakek neneknya dan kemampuan yang ada pada dirimu,” ucap Pun Edward kepada RADAR, Sabtu (9/9).

Dilanjutkan Pun Edwrad yang dikenal sebagai tokoh Lampung yang santun dan dekat dengan masyarakat ini, pencapaian ini harus dipertahankan dan ditingkatkan.

 

“Ini bukan hanya menjadi kebanggaan dari Adinda Ari Yusuf Amir gelar Batin gusti Adipati Arya Panjinegara dan Adinda Inayah Yusuf S.H., M.Kn. glr. Minak Ayu Permata Arya Panjinegara, bukan hanya kebanggaan keluarga besar Dr Ari Panjinegara, tapi kebanggaan Keluarga Besar Sekala Brak Kepaksian Pernong dan juga keluarga besar di Komering Sumatera Selatan. Sebagai generasi muda yang baru menapak, tentu Ananda Al Kays beban berat ananda adalah mempertahankan prestasi dan reputasimu. Artinya ada peningkatan jenjang akademis, tapi kiprahmu yang ditunggu untuk masyarakat. Om juga mengetahui kelebihanmu sejak kecil, dan talenta serta punya tetesan garis darah yang Insya Allah kelak akan menjadi bagian pemimpin di negara ini,”

“Bersyukurlah kepada Allah SWT dan tetaplah tawadhu dan tidak puas atas apa yang telah dicapai. Satu tahapan dua tahapan telah ananda dicapai tahapan selanjutnya yang tertinggi adalah S3 Doktor itu harus ananda raih. Tapi selain meraih pendidikan tersebut, prestasi-prestasi ananda dalam memberikan kiprah keilmuan inovasi-inovasi kreativitas ke masyarakat, ketidaksombongan ketawadhuan itu juga prestasi yang baik. Sebab, setelah sekian lama dididik di dunia barat, bergaul, ananda tetap orang Komering, orang Lampung ananda harus tetap menjaga nama baik orang tuamu sebagai seorang doktor ilmu hukum dari Universitas Islam Indonesia. Saya teringat apa yang disampaikan orang ayahandamu, bahwa Ombak di belakang harus lebih besar dari Ombak di depan maka keberhasilan ananda ini baru pada tingkat awal, pencapaian ananda harus lebih dari ayahandamu yang sudah doktor. Sebab hal ini menjadi contoh bagi adik-adik dan keluargamu dan akan menjadi orientasi dan akan mereka akan terus menengok kepala kepada pencapaianmu,”

“Teruslah melangkah dengan semangat, niat yang baik dan Insya Allah dengan restu orang tua bisa mengabdi kepada negara, bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Banyak tantangan dan kedepan. Tetaplah tersenyum dan berjalanlah ditengah hangatnya matahari, selamat Ananda Al Kays barakallahu fiikum,” terang Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong.

Dr Ari Yusf Panjinegara (paling kanan) bersama Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dan Irjen Kemendagri Komjen Pol Tomsi Thohir Balaw dalam sebuah kesempatan. Foto Istimewa

 

Al Kays Yusuf Khalifah Memilih UCL Setelah Diterima di Beberapa Universitas Reputasi Terbaik di Dunia

Sementara itu, Al Kays Yusuf Khalifah menyelesaikan program Master of Law di University College London (UCL). Kays mengambil  konsentrasi LLM Litigation and Dispute Resolution (Litigasi dan Penyelesaian sengketa).

Dr. Ari Yusuf Amir S.H., M.H. Foto-foto Dok Pribadi/Istimewa

UCL adalah kampus terbesar dan tertua di London. Di bidang hukum, UCL merupakan kampus dengan peringkat ke-6 terbaik di dunia mengalahkan Harvard, sebagaimana dirilis oleh Times Higher Education (THE) world university rankings. Salahsatu alumni hukum UCL paling terkemuka adalah tokoh dan pemimpin spiritual India, Mahatma Gandhi.

Menurut Dr Ari Yusuf Amir, sebelum mengambil Master of Law di UCL, Kays diterima di beberapa universitas dengan reputasi terbaik dunia, seperti King College, London School of Economics, Eidenburgh, dll. Tetapi Kays memutuskan untuk memilih UCL karena bidang hukum yang ia tekuni ada di UCL. Kays melanjutkan Master of Law di UCL setelah menyelesaikan S1 program internasional di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Sebagai orang tua, saya tentu bangga sekaligus bersyukur, Kays terus tumbuh, berkembang dan konsisten memelihara ghirrah akademiknya di bidang hukum. Dengan bekal Pendidikan, pengalaman dan jaringan internasional, saya berharap dan berdoa, kelak Kays akan menjadi ‘manusia wajib’ yang kehadirannya diperlukan untuk memperbaiki hukum yang tak kunjung tegak. Teringat pesan Alm. Syarief Hamid, “Ombak di belakang harus lebih besar dari Ombak di depan”. Teruslah belajar dan berproses. Semua ilmu yang engkau pelajari adalah mahkota dan senjata berharga dalam memberi manfaat bagi ummat, bangsa dan negara tercinta,”pungkas Dr. Ari Yusuf Panjinegara. (rci/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *