HTML Image as link Qries

Heboh Video Syur 47 Detik Diduga Mirip RK Berbuntut ke Laporan Polisi

Foto: Ahsan Nurrijal/detikcom

radarcom.id – Jagat maya dihebohkan dengan video syur berdurasi 47 detik yang mirip dengan Rebecca Klopper alias RK. Artis blasteran itu diduga sebagai perempuan yang ada di dalam video tersebut.
Beredarnya video syur yang ramai dibicarakan itu kini berujung ke pengaduan kepolisian. Mereka yang mengadukan adalah Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri.

Salah satu anggota Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia, Mualim, mengatakan pihaknya mengadukan ke polisi terkait dugaan tindak pidana pornografi.

banner 300600

“Kami sudah konsultasi di siber, sudah ada surat tanda terima aduan kami langsung ke Kabareskrim,” ujarnya melanjutkan.

Saat ini, dia diminta untuk mengumpulkan bukti-bukti demi memperkuat laporannya. Ke depannya, ia akan memperkuat laporannya tersebut.

“Hari ini masih dalam bentuk aduan, karena kami akan mempersiapkan laporan kami, bukti-buktinya, untuk memperkuat tentang dugaan tindak pidana pornografi ini,” tutur Mualim.

Aduan tersebut melibatkan perempuan berinisial RK dan akun Twitter yang menyebarluaskan video syur 47 detik tersebut.

“Dugaan terlapornya itu (yang diadukan) inisial RK dan akun yang menyebarkan video itu. Cuma kami belum bisa membuka secara lebar kepada publik. Karena ini adalah tugas kepolisian untuk mendalami terkait video yang lagi beredar ini,” ungkap.

Pasal yang dimuat dalam aduan adalah Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi juncto UU ITE.

Menurut Mualim, asosiasi yang mengadukan kasus dugaan pornografi ke polisi ini adalah para pengacara muslim yang tergabung ke dalam lembaga. Usai memberikan laporan, dia berharap agar kasus ini segera diproses oleh pihak polisi.

“Kasus ini akan menjadi atensi publik,” tegasnya.

“Kenapa, karena bagi kami, sesuai dengan amanat Undang-Undang Pornografi, itu memang sangat merusak generasi bangsa,” sambungnya.

Dia pun menegaskan, “Jangankan memproduksi, menyebar aja, menonton aja bisa kena tindak pidana. Kan begitu,” tukasnya dilansir dari detikcom. (rci/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *