HTML Image as link Qries

Hindari 5 Makanan Ini yang Bisa Jadi Pemicu Kanker Payudara

Illustrasi

radarcom.id – Komedian senior, Nunung atau lebih dikenal sebagai Nunung Srimulat mengungkapkan dirinya baru saja diidiagnosa mengidap kanker payudara.

Nunung jadi satu dari sekian banyak perempuan di Indonesia yang mengidap penyakit mematikan satu ini. Tak ada bedanya dengan jenis kanker yang lain, kanker payudara juga hadir sebagai penyakit yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

banner 300600

Belajar dari Nunung yang divonis kanker payudara, kita wajib memahami cara pencegahan dari kanker payudara. Salah satunya dengan menjalani pola makan sehat, menghindari beberapa makanan yang diketahui bisa menjadi pemicunya.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Jumat (3/2/2023) dikutip dari okezone.com ini dia 5 makanan pemicu kanker payudara.

1. Daging merah yang dibakar:

Daging panggang memang lezat dan semakin diganderungi saat ini, terutama oleh anak-anak muda. Namun daging merah yang dibakar, contohnya steak atau sate diketahui bisa memicu terbentuknya sel kanker di payudara. Memang tidak langsung, namun dengan cara konsumsi jumlah banyak dan dalam jangka panjang dimakan terus menerus. Makanya, disarankan untuk membatasi konsumsi sajian daging merah yang dibakar ini tak lebih dari 500 gram dalam seminggu.

“Makanan yang dibakar kemungkinan besar akan membentuk heterocyclic amines (HCAs). HCAs ini yang ditengarai berpotensi menyebabkan kanker payudara, kanker paru-paru, kanker kolon, dan kanker prostat,” terang Kemenkes.

2. Alkohol:

Beberapa studi membuktikan bahwa konsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko wanita terhadap kanker payudara. Itulah kenapa, jangan minum berlebihan. Batas aman minum alkohol adalah segelas sehari. Lebih dari itu, risiko terkena kanker payudara naik 11 persen dari setiap gelas alkohol yang diteguk.

3. Gula:

Kenapa? Karena konsumsi terlalu banyak gula akan menaikkan level insulin. Berdasarkan riset, insulin inilah yang menjadi promotor utama pertumbuhan tumor. Saat insulin dalam darah levelnya tinggi, ini bisa memicu terjadinya peningkatkan kadar sirkulasi estrogen bebas.

4. Susu tinggi lemak dan protein olahan:

Mengonsumsi susu dan keju tinggi lemak memiliki risiko terkena kanker lebih tinggi ini hubungannya, diyakini oleh para peneliti berkaitan dengan estrogen. Hormon tersebut larut dalam lemak, sehingga ditemukan dengan konsentrasi yang lebih tinggi dalam susu tinggi lemak, dibanding susu rendah lemak. Beberapa jenis kanker payudara punya reseptor estrogen dan diberi makan oleh estrogen.

5. Daging olahan:

Para peneliti mendapati kalau bahan yang digunakan sebagai pengawet yang ada pada bentuk produk daging olahan contohnya isosis, ham, dan bacon berubah jadi bahan penyebab kanker ketika berada dalam tubuh. (rci/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *