HTML Image as link Qries

Mengejutkan! Warek III Akui Praktik Titip Mahasiswa di Unila Sudah Terjadi Sejak Tahun 2010

Wakil Rektor III Unila Yulianto saat menjadi saksi di persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung. | Foto: Galih Prihantoro/ Lampung Geh
Wakil Rektor III Unila Yulianto saat menjadi saksi di persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung. | Foto: Galih Prihantoro/ Lampung Geh
radarcom.id – Mengejutkan! Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung (Unila), Yulianto mengakui, jika praktik titip-menitip mahasiswa baru di Universitas Lampung sudah terjadi sejak tahun 2010 lalu.
Hal itu diungkapkan oleh Yulianto saat menjadi saksi dalam sidang perkara suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung dengan tiga terdakwa yakni Karomani, Heryandi, dan M Basri di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada Selasa (17/1/2023) lalu.
Saat ditanya oleh ketua majelis hakim, Lingga Setiawan, saksi Yulianto mengaku jika dirinya mengetahui praktik titip menitip mahasiswa di Unila sudah menjadi hal biasa sejak tahun 2010.
“Titipan seperti ini apa ada mekanismenya yang sah secara legal?” tanya ketua majelis hakim Lingga Setiawan.
“Tidak ada,” jawab Yulianto.
Hakim juga sempat menanyakan motif dari Yulianto yang turut menitipkan sejumlah mahasiswa kepada para dekan di Universitas Lampung.
“Saudara kan wakil rektor, apa motifnya (menitipkan mahasiswa) ini?” tanya hakim.
“Cuma menolong kolega dan saudara saja,” ucap Yulianto.
“Tapi kalau ilegal gimana?” tanya hakim lagi.
“Ya salah,” jawab saksi Yulianto.
“Kalian tuh profesor, doktor semua, ini banyak wartawan di sini, jadi ini ditonton publik, bahkan di ekspos, ini sudah menjadi atensi publik. Ya mudah-mudahan ini menjadi pelajaran ke depan,” kata majelis hakim.
Dalam memberikan keterangan sebagai saksi, Yulianto juga mengaku menitipkan sejumlah nama mahasiswa titipan ke para dekan di Universitas Lampung. Namun, ia menyatakan dalam menitipkan mahasiswa itu tidak memberikan sejumlah uang.
Yulianto mengaku hanya memberikan sumbangan sebesar Rp 50 juta untuk pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) milik yayasan Karomani.
Uang itu pun diakuinya tidak berkaitan dengan titipan mahasiswa baru, melainkan murni uang pribadi yang diberikan untuk sumbangan.
“Itu sumbangan pribadi saya untuk LNC, karena saya beramal untuk mencari ridho Allah, tidak ada kaitannya dengan mahasiswa titipan,” tegasnya seperti dilansir dari kumparancom. (rci/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *