HTML Image as link Qries

Ajaib Nih! Proyek Talud Drainase di Pesisir Barat Bernilai Miliaran, Kesenggol Kaki Dewan Bisa Roboh

Anggota FPDIP DPRD Pesibar Erwin Goestoem meninjau proyek drainase yang diduga asal jadi. Tampak hasil bangunan tak ada semennya. Foto- Istimewa
Anggota FPDIP DPRD Pesibar Erwin Goestoem meninjau proyek drainase yang diduga asal jadi. Tampak hasil bangunan tak ada semennya. Foto- Istimewa

radarcom.id – Proyek Peningkatan Jalan Wisata di Pantai Wisata Lintik-Mandiri yang sumber dananya menggunakan APBD kabupaten Pesisir Barat Lampung, Tahun anggaran 2022 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 8.714.375.000 terus menuai sorotan. Sebab, pengerjaan proyek diduga dikerjakan asal jadi.

Diketahui, proyek tersebut adalah pekerjaan Dinas PUPR Pesisir Barat yang dilaksanakan oleh CV. Aprilyo Construction sub kegiatan rekonstruksi jalan dengan nilai kontrak Rp8.714.375.000 , No. kontrak KTR/01/8M.DAK/IV.03/2022, dengan pekerjaan rekonstruksi /peningkatan kapasitas struktur jalan (khusus kabupaten) Pantai Wisata Lintik – Mandiri.

banner 300600

Fakta dugaan proyek diduga asal jadi terungkap ketika Sekretaris Komisi II DPRD Pesisir Barat yang berasal dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) Erwin Goestom melakukan peninjauan proyek tersebut, beberapa waktu lalu. Belakangan, Dewan kembali meninjau bersama Dinas PUPR Pesibar ke lokasi proyek dimaksud, Kamis (17-20/10/2022).

Di lokasi proyek Erwin yang juga disaksikan oleh pihak dari dinas PUPR setempat melihat langsung pembongkaran dinding drainase yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Terlihat saat pembongkaran dibagian dalam dinding drainase sangat minim tidak menggunakan material semen, hal tersebut terlihat ketika politisi PDI- Perjuangan itu dengan mudah mengangkat dan memisahkan satu persatu batu yang disusun. Ajaibnya lagi, hanya dengan menyenggolkan kakinya, talud tersebut langsung roboh. Padahal, seharusnya bangunan harus kuat dan tidak gampang roboh.

Mendapati buruknya kualitas proyek yang menelan dana Rp 8 miliar lebih tersebut, Erwin Goestom meminta kepada pihak dinas untuk lebih intens lagi memberikan pengawasan.

“Jangan asal jadi seperti ini, ini proyek dengan nilainya fantastis mengunakan uang rakyat, tolong dikerjakan dengan baik, jangan asal asalan seperti ini,” tegas Erwin.

Kabid Bina Marga PUPR dan PPK Terkesan Berkelit

Di lokasi yang sama Kabid Bina Marga dinas PUPR Pesisir Barat, Adrian Sani berkilah dan mengaku pihaknya sudah dua kali melakukan teguran ke pihak kontraktor pelaksana, tetapi mereka tetap membandel. ”Ya seperti ini hasilnya,” ujar Sani.

Lanjutnya, pihak PUPR Pesisir Barat tidak akan menerima hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB kontrak kerja.

“Kita mau semua hasil pekerjaaan kualitasnya bagus, kita juga meminta kepada pihak kontraktor pelaksana untuk membongkar semua pekerjaan yang tidak sesuai RAB kontrak,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, pengerjaan jalan wisata pantai Mandiri- Lintik, Agus Wijaya menyampaikan hal yang sama.

“Kami sudah dua kali memberikan teguran tertulis, namun tidak diindahkan. Kami tidak akan terima pekerjaan yang tidak sesuai di RAB kontrak kerja,” ucap Agus.

Buruknya kualitas pekerjaan pembuatan talud drainase diakui oleh Samsul selaku sub kontraktor pekerjaan pembuatan talud drainase.

“Saya juga kaget, saya beberapa hari ini tidak berada dilokasi, pas saya tahu bermasalah seperti ini, saya langsung perintahkan anak buah saya bongkar dan membangun kembali talud drainase dimaksud. (tsn/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *