Qries

Tiga Anggota Bawaslu Lampung Dilantik, Rahmat Husen: Bawaslu Harus Benar-benar Kawal Demokrasi dan Tidak Memihak Elit Politik dan Parpol Tertentu!

radarcom.id – Tiga anggota Bawaslu Lampung resmi dilantik hari ini oleh Bawaslu RI yakni Iskardo P. Panggar (petahana), Suheri dan M. Bukhori. Sedangkan Ketua Bawaslu lampung Fatikhatul Khoiriyah dan Anggota Bawaslu Adek Asari berakhir masa jabatannya. Atas pergantian ketua Bawaslu Lampung, banyak mendapatkan tanggapan diantaranya dari kalangan aktivis prodemokrasi di Lampung.

Politisi Partai NasDem Lampung Rahmat Husen DC, memberikan perhatian khusus terhadap pergantian Anggota Bawaslu Lampung ini. Maklum, Rahmat Husein memang selama ini kerap berhadapan dengan Bawaslu hingga DKPP dalam sengketa pemilu.

“Harapannya tentu agar bawaslu benar-benar bekerja mengawal proses demokrasi di Lampung sesuai dengan peraturan perundangan. Tidak memposisikan diri berpihak kepada parpol, elit politik tertentu,” tegas Husein diwawancarai radarcom.is, Rabu (21/9/2022).

Menurut Rahmat Husein, bahwa apapun jabatan yang dipegang dan diemban saat ini pada waktunya akan habis juga.

“Menjadi presiden, gubernur, menjadi bupati menjadi walikota atau menjadi pengawas pemilu akan berakhir juga. Paling lama dua periode paling lama 10 tahun kalau nggak dijemput maut atau ditangkap KPK. Nah, saya memberikan pesan mumpung masih ada kekuasaan mumpung ada jabatan amanah masih ditangan kita, gunakan sebaik-baiknya manfaatkan jabatan itu untuk memberikan hal-hal terbaik bagi masyarakat agar setiap keputusan dan kebiojakan yang diambil,” terang dia.

Tak lupa, Rahmat Husein juga memberikan pesan khusus kepada mantan Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah.

“Khusus kepada kawan saya Fatikhatul Khoiriyah, pada 21 September 2022 adalah momentum menghabiskan jabatannya sebagai ketua Bawaslu Lampung setelah 2 periode. Saya faham dan mengenal sosok Fatikhatul adalah perempuan yang ramah, tegas dan berani, dalam mengambil keputusan. Mungkin saja dalam mengambil keputusan selama 10 tahun kemarin ada hal2 yang berbeda pandangan umum masy tentu saja keputusan Bawaslu dalam momentum tersebut didasari pada peraturan pada Undang-Undang yang mereka pahami dan pelajari,” terangnya.

Maka dari itu, sambung Husein, ada hal yang biasa sebuah kebijakan institusi Bawaslu berbeda dengan pemahaman masyarakat selama 10 tahun menjadi pengawas pemilu mengawal demokrasi di Lampung.

“Saya  sebagai salah satu warga Lampung yang sering bertemu dan sering berhadap-hadapan dengan Bawaslu Lampung dalam sidang sengketa pemilu di DKPP. Dengan ini ingin menyampaikan selamat kepada Fatikhatul Khoiriyah yang sudah sudah mengakhiri jabatannya sebagai ketua Bawaslu Lampung dan kepada Adek Asari yang sudah berhenti sebagai Anggota Bawaslu Lampung. Ke depan setelah berhenti menjadi Bawaslu kita bisa bertemu di gelanggang politik yang lain, mari bersama-sama di sisa kehidupan kita sebanyak-banyaknya kita sekuat-kutanya kita memberikan hal yang terbaik bagi proses demokrasi dan masyarakat di Lampung,” pungkas aktivis pro demokrasi ini. (rci/rci)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.