Anggota DPRD Lampung Midi Iswanto Apresiasi Kinerja Polres Lamteng Ungkap Kasus Besar dengan Cepat

Ir. H. Midi Iswanto, MH. Foto Istimewa for radarcom.id
Ir. H. Midi Iswanto, MH. Foto Istimewa for radarcom.id

radarcom.id – Kinerja Polres Lampung Tengah yang berhasil cepat mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap Tarmizi (57) seorang pengusaha asal Bandar Lampung yang mayatnya dibuang di Bukit Danau Bekri, Lampung Tengah mendapatkan apresiasi dari tokoh masyarakat Lampung Tengah, Ir. H. Midi Iswanto, M.H.

Diketahui, Sat Reskrim Polres Lamteng diback up Tekab 308 Polda Lampung berhasil menangkap 4 tersangka pembunuhan terhadap Tarmizi hanya dalam waktu 3 x 24 jam.

Menurut Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Lampung Tengah itu, kinerja cepat kepolisian khusus Polres Lamteng dalam mengungkap kasus-kasus besar layak diapresiasi. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Lamteng.

“Ini kebetulan momen menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-76. Saya kira kita apresiasi positif kinerja Polres Lamteng dan jajarannya yang berhasil mengungkap kasus besar seperti pembunuhan yang menggegerkan di Bekri ini. Kinerja polisi yang cepat dan tepat dalam mengungkap kasus menurut saya harus dipertahankan. Bravo Polres Lamteng!” kata Midi dalam keterangannya kepada radarcom.id,

Dengan terus baiknya kinerja Polres Lamteng, sambung Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat itu, maka akan semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian. “Ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian. Sehingga bisa terciptanya keamanan dan iklim yang kondusif di kabupaten Lampung Tengah yang kita cintai ini,” tutur suami dari Hj. Rumiyati, SE, Kepala Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur Lamteng itu.

Midi Iswanto dan istri
Ir. H. Midi Iswanto, MH, dan Hj. Rumiyati, SE. Foto Istimewa

Kepala BPOKK Da DPD Partai Demokrat Lampung itu juga berharap seluruh elemen masyarakat turut serta membantu kepolisian dalam menjaga keamanan di lingkungannya. “Kinerja kepolisian tetap harus didukung seluruh elemen masyarakat. Seperti dengan pro aktif membantu, misalnya cepat memberikan informasi jika ada kejadian dan turut menjaga keamanan di lingkungannya,” ucap ketua PW LPPNU Lampung itu.

Diberitakan, tempo singkat dalam waktu 3 x 24 jam, Polres Lamteng berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka pembunuhan secara sadis terhadap korban Tarmizi (57), warga Nunyai, Rajabasa Bandar Lampung yang mayatnya dibuang di Bukit Danau Bekri, Lamteng, dan ditemukan warga Sabtu (25/6/2022).

Informasi yang dihimpun, dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas dan Panit Tekab 308 Polda Lampung Iptu Muchlisin beserta tim Tekab 308 Polda Lampung, empat tersangka sudah berhasil diamankan dan dibawa ke mapolres Lamteng.

Keempatnya adalah FK alias Caca alias Chelsea (21) warga Kemiling, Kota Bandar Lampung, bersama pacarnya BG (22) seorang mahasiswa semester VI sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Bandar Lampung, yang dibantu adik kandungnya AT (17), dan seorang rekan AT yakni AD (18) warga Desa Tanjungrejo Natar Lampung Selatan.

Belakangan dikabarkan bahwa otak pelaku utama pembunuhan terhadap pengusaha asal Bandar Lampung itu merupakan wanita simpanan korban.

Penangkapan terhadap para tersangka dilakukan buah dari kerja keras Sat Reskrim Polres Lamteng dibantu Tim Tekab 308 Polda Lampung. Awalnya, setelah melakukan olah TKP, polisi berhasil mendapatkan titik terang dan menangkap AT di rumahnya saat sedang tertidur. Setelah itu, petugas bergerak ke rumah AD di Natar pada Senin (27/6/2022).

Petugas terus bergerak dengan mengembangkan kasus ini. Pengakuan AT dan AD, polisi berhasil mengantongi nama pelaku lain. Selanjutnya, tim gabungan pun bertolak ke Sumsel tepatnya di Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel dan berhasil menangkap FK dan BG.

Informasi yang dihimpun, kronologi kasus pembunuhan ini diduga didasari sakit hati tersangka terhadap korban. Pembunuhan dilakukan korban dan komplotannya dengan cara korban diajak ke Pantai Sebalang lalu dicekik di tengah perjalanan hingga pingsan. Sesampainya di Bekri, Lamteng, korban lalu dibunuh dengan sadis lalu dikubur di perbukitan Danau Bekri sebelum akhirnya ditemukan warga pada (25/6/2022). (rci/rci)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.