HTML Image as link Qries

Siapkan Tiga Skenario Penyelenggaraan Haji 2022

Jemaah haji di Mekah. ©2018 REUTERS/Zohra Bensemra
Jemaah haji di Mekah. ©2018 REUTERS/Zohra Bensemra

radarcom.id – Penyelenggaraan haji tahun 2022 masih belum bisa dipastikan. Tetapi pemerintah menyiapkan tiga skenario untuk penyelenggaraan haji karena ancaman varian Omicron.

“Mengingat sampai saat ini wabah Covid-19 belum berakhir yang ditandai dengan munculnya Varian baru Omicron, maka pemerintah melakukan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji dengan mengambil tiga opsi,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat rapat kerja dengan Komisi VIII di DPR RI, Senin (17/1) dikutip dari merdeka.com.

Tiga opsi skenario yang disiapkan pemerintah adalah, pertama penyelenggaraan haji dengan kuota penuh, kedua, haji dengan kuota terbatas, dan ketiga sama sekali tidak memberangkatkan jemaah haji seperti tahun 2020.

“Opsinya yaitu yang pertama kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jemaah haji sama sekali sebagaimana dua tahun yang lalu,” jelasnya.

Pemerintah saat ini masih menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh. Yaqut berharap pandemi bisa segera berakhir agar penyelenggaraan haji bisa dilaksanakan secara normal.

“Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh. Tentu kita semua berharap agar wabah ini segera berakhir sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan secara normal, seperti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelum pandemi,” ujar Yaqut.

Ia bilang, waktu tersisa untuk persiapan penyelenggaraan haji sekitar 4 bulan. Perkiraan kalau haji dibuka, maka kloter pertama jemaah akan diberangkatkan pada 5 Juni 2022.

“Kondisi ini menunjukan bahwa waktu yang tersisa untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji hanya berkisar 4 bulan. Mengingat ruang lingkup pelayanan penyelenggaraan ibadah haji yang luas, maka waktu yang tersisa sangat terbatas. Sehingga berbagai persiapan harus segera kita lakukan,” terangnya.

Yaqut menjelaskan, kalau haji digelar maka yang diberangkatkan adalah jemaah haji yang berhak berangkat pada tahun 2020.

“Jemaah haji yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan ibadah haji 1443H/2022M adalah jemaah haji yang berhak berangkat tahun 1441H/2020M,” tutupnya.

(mdk/fik/rvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *