Mas Fauzi Beber 8 Inovasi Pringsewu Sebagai Manifestasi Bela Negara di Pemda

  • Whatsapp

radarcom.id – Dalam Rangka untuk memberikan pengetahuan, keahlian dengan profesional sesuai dengan kepribadian dan etika, dan menciptakan aparat yang mampu bertindak sebagai seorang pembaharu dan perekat persatuan nasional dalam melaksanakan tugas dan untuk pengembangan administrasi umum penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian dan diskusi mengenai akuntansi publik sebagai alat untuk mewujudkan suatu pertanggunjawaban yang baik.

Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) menyelenggarakan Panel Diskusi Inovasi Akuntansi Publik Dalam Manifestasi Belanegara di Pemda yang juga masuk dalam rangkaian acara Temu Dosen Akuntansi Ke-15.  Acara digelar di Hotel Santika Premiere, Gubeng Surabaya, Jumat (3/12).

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Dengan dimoderatori Dr. Ana Sopanah, SE., M.Si., AK., CA., CMA, hadir empat Narasumber yang hadir yaitu Dr. Fauzi Wakil Bupati Pringsewu.

Mas Fauzi sapaan akrabnya mengatakan ada 8 Inovasi yang dilakukan Kab. Pringsewu sebagai manifestasi bela negara diantaranya peningkatan kualitas tata Kelola pemerintah diantaranya penerapan aplikasi online yang mempermudah dalam menunjang tata kelola pemerintah seperti SIPD, pajak online dan lainnya.

Dalam makalahnya yang berjudul ‘Inovasi Akuntansi Publik dalam Manifestasi Bela Negara di Kabupaten Pringsewu’, Wabup Pringsewu Dr. Fauzi mengatakan bahwa memaknai bela negara dalam praktik akuntansi merupakan perwujudan sikap bela negara di era globalisasi dalam bentuk sikap, antara lain bertanggungjawab, jujur, sesuai aturan, tidak korupsi, melakukan pengawasan yang ketat, transparan, akuntabel terhadap proses praktik keuangan, dan menjunjung tinggi kode etik ASN.

“Peran sikap bela sangatlah penting dalam akuntansi. Dengan sikap bela negara yang dimiliki oleh seseorang, tentunya akan membuat seseorang tersebut memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki tanggungjawab terhadap perilaku yang dilakukan bagi bangsa dan negara,” tutur Ketua Pengurus Daerah KAFEGAMA Provinsi Lampung ini.

Adapun 8 inovasi Pringsewu di tahun 2022 mendatang, yakni peningkatan ketahanan perekonomian daerah, percepatan pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan SDM yang unggul, peningkatan daya saing daerah, memperkuat kualitas ketahanan pangan, peningkatan lingkungan hidup dan ketahanan bencana, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, serta peningkatan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Dr. Ikhsan yang mewakili Walikota Surabaya menyampaikan tiga terobosan atau inovasi layanan publik Pemerintah Kota Surabaya diantaranya mengembangkan urban farming di taman hutan raya dan kampung-kampung di Surabaya.

Sedangkan Wali Kota Malang yang diwakilkan oleh Drs. Mulyono mengatakan bahwa Kota Malang mempunyai 8 inovasi diantaranya yang paling fenomenal di Kota Malang yaitu Lelang jabatan dan Lelang Kinerja.

Sebagai Penutup Panel Diskusi Bupati Sumenep Ahmad Fauzi menyatakan kabupaten Sumenep sedang berfokus dan berinovasi dalam sektor pariwisata untuk menarik wisatawan datang ke Pulau Madura.

Acara terakhir sebagai Penutup dari Temu Dosen Akuntansi Ke-15 yaitu Call For Paper dengan peserta yang lolos dan tampil di Temu Dosen Akuntansi Publik kurang lebih 20 paper dengan yang diikuti oleh beberpa peserta dari PTN dan PTS di berbagai Indonesia. (rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *