PT GGP Terapkan Pendekatan 5 R Guna Implementasikan Ekonomi Sirkular

  • Whatsapp

radarcom.id – PT Great Giant Pinneaple Lampung telah menerapkan ekonomi sirkular dan terbukti mendatangkan berbagai manfaat. Hal itu terungkap dari drh. Willy Sugiono selaku Corporate Affairs Director PT GGP yang menjadi narasumber dalam Talkshow berjudul “Mendorong Implementasi Ekonomi Sirkular di Provinsi Lampung” dalam rangka Pelantikan Pengurus KAFEGAMA Provinsi Lampung periode 2021-2024 di Student Centre FEB Universitas Lampung, Sabtu (27/11).

Materi berjudul “Zero Waste Management: Best Practices PT Greant Giant Pinneaple ini memaparkan langkah yang sudah ditempuh perusahaan dalam sirkular ekonomi.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Menurut Eilly, ekonomi sirkular atau circular economy adalah sebuah alternatif untuk ekonomi linier tradisional, dimana pelaku ekonomi menjaga agar sumber daya dapat dipakai selama mungkin. Hal tersebut dilakukan untuk menggali nilai maksimum dari penggunaan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan pada setiap akhir umur layanan. Konsep ekonomi sirkular dalam sektor industri dapat di aplikasikan dengan menggunakan pendekatan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Repair).

“Pada Tahap ini kami mencoba menyeimbangkan antara area bisnis dan masyarakat sekitar atau community . Salah satunya dari buah yang belum memenuhi standar untuk dijual di pasar seperti halnya pisang. Melalui Kerjasama dengan komunitas masyarakat lokal, buah tersebut diolah Kembali menjadi keripik pisang. Seperti yang kita tahu juga bahwa lampung dikenal sebagai penghasil keripik pisang . Selain itu juga limbah domestik yang kami hasilkan juga kami gunakan dan olah menjadi pakan untuk maggot,” terangnya.

Menurut Willy, PT GGP memproduksi Enzim Bromelain (BE) menjadi produk bromelain olahan dengan mengekstraksi batang nanas yang dipanen dari perkebunan setempat. Dengan pabriknya yang berlokasi di Lampung, BE mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2011 dengan tujuan untuk memproduksi produk bromelain olahan untuk ekspor ke Eropa, Amerika Serikat, Asia Pasifik dan wilayah lainnya. Pada tahun 2013, PT Bromelain Enzyme memproduksi sekitar 60 ton bromelain yang menguasai 21 persen pasar dunia.

Selain itu juga menggarap biogas. Ini merupakan bahan bakar gas (biofuel) dan bahan bakar yang dapat diperbaharui (renewable fuel) yang dihasilkan secara anaerobic digestion atau fermentasi anaerob dari bahan organik dengan bantuan bakteri metana seperti Methanobacterium sp. Proses pembuatan biogas dilakukan secara fermentasi yaitu proses terbentuknya gas metana dalam kondisi anaerob dengan bantuan bakteri anaerob di dalam suatu digester sehingga akan dihasilkan gas metana (CH 4 ) dan gas karbon dioksida (CO 2 ) yang volumenya lebih besar dari gas hidrogen (H 2), gas nitrogen (N 2 ) dan gas hydrogen sulfida (H 2 S). “Dari produksi biogas, GGP bisa mengurangi penggunaan batubara sekitar 30 persen,” ungkapnya.

Selain itu Liquid Organiz Biofertilizer (LOB) yang merupakan pupuk cair yang mengandung mikroba, fitohormon dan bakteri yang baik bagi tanah lahan pertanian, yang berfungsi untuk mengembalikan unsur hara tanah dan menyuburkan tanaman serta menyehatkannya agar lebih tahan terhadap hama, penyakit dan kondisi cuaca ekstrim.

“LOB Nanas adalah komoditas hortikultura yang sangat potensial dan penting di dunia. Produksinya mencapai 20% produksi buah tropika dunia,” terangnya.

Lalu kompos atau Pupuk Kompos adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik (tanaman maupun hewan). Mulai tahun 2013, PT Great Giant Pineapple (PT GGP) membuat kebijakan baru yaitu dengan mengaplikasikan effluent sapi pada lahan eks chopper sebelum tanam untuk meningkatkan unsur hara pada tanah dan aktivitas mikrobiologi tanah serta memperbaiki struktur tanah, karena diperkirakan stabilitas agregat akan meningkat. Eks chopper adalah proses pencacahan menggunakan chopper untuk mempercepat proses penguraian sisa tanaman nanas sehingga dapat mengurangi proses evaporasi dan splash erotion akibat curah hujan yang tinggi. (rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *