Waketum BMI: Judicial Review Kubu Moeldoko Ke MA Berpotensi Bikin Gaduh Politik

  • Whatsapp
Ir. Midi iswanto, MH. Foto Istimewa

radarcom.id – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Bintang Muda Indonesia (BMI) Organisasi Sayap Partai Demokrat Ir. H. Midi Iswanto, M.H., menegaskan bahwa upaya Judicial Review AD/ART Partai Demokrat yang dilakukan kubu Moeldoko menggandeng Yusril Ihza Mahendra hanya membikin gaduh politik.

“Suka atau tidak suka ini (Judicial Review AD/ART Demokrat ke MA, Red) akan menimbulkan kegaduhan politik,” kata Midi kepada media, Senin (27/9).

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Dikatakan Midi, jika alasan terobosan hukum yang dilakukan, maka akan membuat instabilitas politik. Dia juga menyayangkan jika Yusril jika mencoba-coba sesuatu yang justru bisa mengganggu stabilitas.
“Yusril orang pintar kok coba coba sesuatu yang bakal mengganggu stabilitas negara. Sangat disayangkan keilmuannya sebagai akademisi dan praktisi hukum yang sudah kondang. Yang dibiayai negara itu hasil perolehan suara rakyat melalui pemilu, bukan pada waktu membuat AD/ART dia pasti tahu itu karena dia orang politik juga,” terang Midi mengomentari pernyataan Yusril yang beredar di media sosial bahwa menurut Yusril apa yang dilakukannya adalah terobosan hukum yang dia upayakan, partai politik ini dibiayai negara dan berdiri diatas perintah Undang-Undang.

Midi juga menegaskan AD/ART bukan produk legislatif bukan juga produk eksekutif.

“AD/ART itu bukan produk legislasi, tapi itu produk partai politik yang diatur dalam Undang-Undang untuk membuatnya. Sama halnya juga AD/ART ormas, karang taruna, paguyuban, arisan, perkumpulan dll. Untuk pengujiannya kan sudah disahkan melalui anggota partai yang mempunyai hak suara. Juga melalui notaris dan pengesahan sudah disahkan oleh negara sebagai pembina partai politik melalui KumHAM, tentu KumHAM atas nama negara sudah memverifikasi dan meneliti berkas sebelum mengesahkan sudah memverifikasi berkas dan uji materil dan formil terhadap berkas tersebut. Maka MA seharusnya menolak gugatan uji materi tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, kubu Moeldoko mengajukan judicial review AD/ART Partai Demokrat (PD) kubu AHY ke Mahkamah Agung (MA).

Melansir detik.com, Advokat Yusril Ihza Mahendra membenarkan kantor hukum dia dan Yuri Kemal Fadlullah, IHZA&IHZA LAW FIRM SCBD-BALI OFFICE, digandeng empat orang eks kader Partai Demokrat mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung terkait uji formil dan materiil Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat era Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Yusril menjelaskan AD/ART bisa digugat ke MA. (rls/Iis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *