Jurus ‘Maut’ Jualan Properti Saat Pandemi

  • Whatsapp
Foto: Muhammad Luthfi Rahman

radarcom.id – Pandemi Covid-19 telah membuat kebiasaan masyarakat berubah dalam menjalankan aktivitasnya, termasuk dalam memenuhi kebutuhannya. Meski aktivitas ekonomi sempat turun, tapi peluang mencari cuan masih terbuka, termasuk dari jual beli properti.

Melansir cnbcindonesia.com, Country Manager Rumah.com Marine Novita mengungkapkan ada 4 juta orang setiap bulan mengunjungi situs rumah.com untuk membeli mencari properti.

Bacaan Lainnya

“Survei kami menunjukkan dua dari tiga orang hendak membeli properti dalam waktu satu tahun ke depan,” ujar Novita dalam acara Investime CNBC Indonesia TV, dikutip Kamis (23/9/2021).

Adapun tren harga properti untuk rumah tapak per Kuartal II- 2021 juga naik sebesar 2,36% (QoQ). Secara tahunan, angka ini naik sebesar 3,61%. Untuk apartemen, tren harga di kuartal kedua 2021 turun sebesar 0,83% (QoQ) dan 4,40% (YoY).

“Dari sini meskipun di masa pandemi, kita lihat minta terhadap listing properti terus cenderung naik, meskipun pada saat PPKM itu sempat turun, tapi di Agustus itu naik lagi. Tandanya peminat terhadap properti mulai bangkit,” ujarnya.

Peningkatan penjualan rumah juga, kata Novita didorong oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah stimulus dari pemerintah yang memberikan diskon 100% Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah.

Selain itu juga rendahnya suku bunga kebijakan BI yang saat ini berada pada level 3,5%. “Dan sekarang ini selama dua tahun ke belakang, banyak promo-promo yang dilakukan developer dan bank.”

Novita menjelaskan, di masa pandemi, mengandalkan digital merupakan suatu keharusan. Karena adanya pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat harus membatasi aktivitasnya.

“Pandemi mengubah consumer behaviour. Mungkin tadinya banyak kegiatan melakukan offline, sekarang sudah beralih ke online,” tuturnya.

Rumah.com selaku platform penyedia informasi penjualan properti, kata Novita salah satu strategi yang dijalankan adalah terus melaraskan apa yang dibutuhkan konsumen.

Berdasarkan tren pencarian di rumah.com, rumah yang banyak dicari adalah rumah dengan harga di bawah Rp 750 juta, dengan jenis rumah tapak.

“Dari sisi rumah.com sebagai properti teknologi company, menjawab kebutuhan konsumen yang mencari informasi lewat online, bukan hanya menyajikan listing-listing properti. Tapi sebetulnya kita jadi one stop solution,” tuturnya.

“Para properti seeker, atau konsumen dan kalau mau beli rumah, cari informasi yang detail mengenai yang terkait legal, KPR, dan sebagainya. Ini untuk membantu properti seeker mendapatkan rumah idamannya,” ujar Novita lagi. (cnbcindonesia/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *